Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, FIFA Kantongi Pendapatan Lebih dari Rp268 Triliun

FIFA meraup lebih dari Rp268,3 triliun dari Piala Dunia 2026, lampaui target awal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Juli 2026, 13:15 WIB
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA mencatat rekor pendapatan lebih dari 15 miliar dolar AS (sekitar Rp268,3 triliun) dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Angka tersebut melampaui proyeksi awal sebesar 11 miliar dolar AS dan menjadikan edisi kali ini sebagai turnamen olahraga paling menguntungkan dalam sejarah.

Advertisement

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan pencapaian tersebut dalam pertemuan anggota FIFA di Waldorf Astoria, Manhattan, Sabtu (18-7-2026), sehari menjelang partai final Piala Dunia 2026.

Menurut sejumlah sumber, total pemasukan FIFA bahkan masih berpotensi bertambah.

Kenaikan pendapatan terutama berasal dari penjualan tiket dan paket hospitality, termasuk transaksi di pasar tiket sekunder yang memberikan FIFA komisi sebesar 30 persen dari nilai transaksi pembeli dan penjual.


Penyumbang Terbesar

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Sebelumnya, FIFA memperkirakan pendapatan dari sektor tiket dan hospitality mencapai sekitar 3 miliar dolar AS. Namun, angka tersebut kini meningkat seiring tingginya minat penonton sepanjang turnamen.

Piala Dunia 2026 juga menjadi ajang olahraga dengan harga tiket termahal sepanjang sejarah. Harga tiket dijual mulai 60 dolar AS untuk kategori terbatas di fase grup hingga mencapai 32.970 dolar AS untuk kategori tertinggi pada laga final.

FIFA turut menerapkan sistem dynamic pricing serta menghadirkan kategori Front Category 1, yakni kursi di baris terdepan dengan harga premium.

Kendati mendongkrak pendapatan, kebijakan penjualan tiket tersebut menuai sorotan. Jaksa Agung dari New Jersey, New York, California, dan Texas kini sedang menyelidiki praktik penjualan tiket FIFA.


Dana Pengembangan dan Rencana Ekspansi

Presiden Donald Trump menyaksikan Reece James dari Chelsea mengangkat trofi setelah laga final Piala Dunia Antarklub antara Chelsea dan PSG di MetLife Stadium, New Jersey, 13 Juli 2025. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Di bawah kepemimpinan Gianni Infantino, FIFA telah menyalurkan lebih dari 5 miliar dolar AS sebagai dana pengembangan kepada asosiasi anggota.

Pendapatan besar dari Piala Dunia 2026 juga dipastikan akan kembali dialokasikan untuk program pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Di sisi lain, keberhasilan secara finansial diyakini makin memperbesar peluang Amerika Serikat menjadi tuan rumah turnamen-turnamen FIFA berikutnya.

Laporan menyebut Piala Dunia Antarklub 2029 berpotensi kembali digelar di negara tersebut, sementara Amerika Serikat juga disebut menjadi kandidat kuat tuan rumah Piala Dunia 2038.

FIFA sebelumnya mengklaim memperoleh pendapatan sekitar 2 miliar dolar AS dari penyelenggaraan perdana Piala Dunia Antarklub dengan format 32 tim pada 2025. Turnamen itu juga dikabarkan akan diperluas menjadi 48 peserta.

Selain itu, sejumlah sumber menyebut FIFA mulai membahas kemungkinan penyelenggaraan Piala Dunia dengan 64 peserta pada 2030.

Infantino juga dilaporkan telah membuka pembicaraan mengenai perubahan statuta FIFA yang dapat memperpanjang masa jabatannya setelah 2031 apabila kembali terpilih sebagai presiden.


Kontroversi Selama Turnamen

Folarin Balogun (20) dari Amerika Serikat bermain bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Di tengah keberhasilan finansial tersebut, FIFA tetap menghadapi sejumlah kontroversi sepanjang Piala Dunia 2026.

Satu di antaranya terjadi ketika Infantino menghadiri acara bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Trump Tower. Acara tersebut menuai kritik dari sejumlah pejabat sepak bola.

Bahkan, seorang pejabat senior mengaku enggan menghadiri acara tersebut karena tidak ingin bertemu Trump.

FIFA juga menuai sorotan setelah meninjau kembali hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menyusul permintaan dari Trump. Keputusan tersebut memicu kritik karena dinilai dapat memengaruhi integritas kompetisi.

Selain itu, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diwarnai kritik terkait proses undian yang dianggap menguntungkan tuan rumah serta sejumlah keputusan wasit yang memunculkan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

 

Sumber: Inside World Football

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait