Piala Dunia 2026: Mengapa Pedri Selalu Menendang Penalti ke Gawang Ayahnya setelah Juara?

Piala Dunia 2026: Mengapa Pedri Selalu Menendang Penalti ke Gawang Ayahnya Setelah Juara?

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 21 Juli 2026, 18:00 WIB
Pedri dari Timnas Spanyol menguasai bola saat pertandingan Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. (Al Bello/Getty Images/AFP)

Bola.com, New Jersey - Euforia mengiringi keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Metlife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026).

Di tengah pesta juara La Roja, Pedri menghadirkan momen sederhana yang sarat makna bersama sang ayah, Fernando Gonzalez.

Advertisement

Setelah keluarga para pemain memasuki lapangan, Pedri mengajak ayahnya berdiri di bawah mistar. Gelandang Barcelona tersebut kemudian mengambil tendangan penalti di hadapan keluarga dan rekan-rekannya.

Momen itu bukan sekadar hiburan seusai pertandingan, melainkan tradisi keluarga yang selalu dilakukan Pedri setiap kali berhasil memenangi trofi bergengsi.

 


Penalti Pedri Berhasil Digagalkan Sang Ayah

Pedri (#20) dari Spanyol merayakan kemenangan bersama anggota keluarganya setelah timnya menjuarai laga Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium, pada 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey. (Foto: Lars Baron/Getty Images/AFP)

Sebelum mengeksekusi penalti, Pedri dengan percaya diri menyebut sang ayah kemungkinan besar akan mampu membaca arah tendangannya.

“Dia pasti bisa menepisnya. Dia selalu melakukannya,” ujar Pedri.

Pemain berusia 23 tahun tersebut kemudian mencoba melepaskan tendangan Panenka ke sisi kiri gawang. Namun, Fernando berhasil membaca arah bola dan melakukan penyelamatan.

Aksi itu langsung menghadirkan senyum dan tawa dari orang-orang yang menyaksikan di sekitar lapangan.


Mimpi Sang Ayah yang Tak Sempat Terwujud

Menurut laporan SPORT, Fernando Gonzalez pernah bercita-cita menjadi seorang penjaga gawang. Ia bahkan nyaris bermain di level semiprofesional sebelum tanggung jawab keluarga membuatnya meninggalkan sepak bola.

Pedri kemudian menciptakan tradisi khusus setiap kali meraih gelar. Sang ayah diminta menjadi penjaga gawang, sementara Pedri mengambil tendangan penalti.

Tradisi tersebut memberikan kesempatan kepada Fernando untuk kembali merasakan mimpinya berada di bawah mistar, meskipun hanya selama beberapa saat.

 


Bentuk Terima Kasih Pedri

Fernando memiliki peran besar dalam perjalanan karier Pedri. Ia selalu mendukung perkembangan putranya, termasuk mengantar ke tempat latihan dan mendampinginya sejak masih meniti karier.

Karena itu, penalti seusai meraih trofi menjadi cara Pedri menghormati pengorbanan sang ayah.

Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 akan dikenang melalui gol penentu Ferran Torres ke gawang Argentina. Namun, tradisi Pedri bersama sang ayah turut menghadirkan cerita emosional di balik pesta juara La Roja.

Sumber: Diario Sport

Berita Terkait