Arema FC Pastikan Iwan Budianto Kembali Aktif Mulai Musim 2026/2027

Arema FC memastikan Iwan Budianto kembali aktif menangani klub mulai musim 2026/2027 sebagai bagian rencana jangka panjang pascatragedi Kanjuruhan.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 21 Juli 2026, 20:15 WIB
Iwan Budianto mengadakan pertemuan dengan puluhan perwakilan Aremania di kantor manajemen Jalan Mayjend Pandjaitan no 42, Kota Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Jakarta - Arema FC memastikan Iwan untuk kembali aktif menangani Singo Edan memasuki musim 2026/2027. Keputusan ini menjadi salah satu perubahan penting di level manajemen jelang musim baru.

General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan langkah tersebut bukan keputusan mendadak. Menurutnya, kehadiran kembali Iwan Budianto merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang disusun setelah tragedi Kanjuruhan.

Advertisement

Iwan Budianto sebelumnya mundur dari kursi CEO Arema FC pada 2019 setelah terpilih sebagai Wakil Ketua PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI 2019. Sejak saat itu, ia menepi dari aktivitas harian klub untuk fokus menjalankan tugas di federasi.

Tujuh tahun berselang, Arema FC kini mengonfirmasi peran penting Iwan Budianto dalam mengawal babak baru klub pada musim 2026/2027.


Rencana Jangka Panjang Pascatragedi Kanjuruhan

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto memberikan pernyataan saat konferensi pers Piala Presiden 2022 di Studio Lantai 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta pada Senin (06/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Manajemen Arema FC telah menyiapkan roadmap pengembangan klub pascatragedi Kanjuruhan. Dalam kerangka besar tersebut, fase memasuki musim 2026/2027 menjadi momentum yang memang diproyeksikan untuk kembali mengaktifkan peran Iwan Budianto di manajemen.

Yusrinal Fitriandi menyampaikan bahwa tujuan awal penyusunan rencana jangka panjang adalah menjaga keberlangsungan klub di masa sulit. Ia menegaskan kesinambungan rencana itu yang kemudian mengantar pada keputusan mengaktifkan kembali Iwan Budianto sesuai jadwal yang telah dipetakan.

"Sebenarnya kalau ditarik ke belakang, setelah tragedi kami memang sudah menyusun rencana jangka panjang. Fokus utama saat itu adalah memastikan Arema tetap bertahan," ucap Yusrinal.

Ia melanjutkan, kembalinya Iwan Budianto sejak awal memang disiapkan sebagai bagian dari masterplan empat tahun. Keputusan ini tidak lahir karena tekanan situasional atau respons sesaat terhadap kondisi tim.

"Jadi kembalinya Pak IB bukan keputusan yang muncul tiba-tiba. Memang sejak awal sudah menjadi bagian dari rencana empat tahun yang kami susun," sambungnya.


Peran Iwan Budianto di Arema FC Musim 2026/2027

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Iwan Budianto saat KLB PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (2/11/2019). Iwan akan memimpin PSSI selama empat tahun, dari 2019 hingga 2023. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Memasuki musim 2026/2027, Arema FC menghadapi peningkatan kebutuhan di berbagai lini. Yusrinal menyebut anggaran pemain, pembangunan tim, dan pengembangan klub sebagai area yang menuntut penguatan proses pengambilan keputusan di level manajemen.

Dalam konteks tersebut, kehadiran kembali Iwan Budianto dinilai penting untuk menopang eksekusi rencana klub. Pengalaman dan keterlibatannya selama ini, meski tidak berada di garis operasional harian, disebut tetap menjadi faktor pendukung.

"Karena kebutuhan tim, anggaran pemain, dan berbagai kebutuhan klub meningkat, memang sudah direncanakan bahwa Pak IB akan kembali turun langsung pada fase ini," ucap Yusrinal.

Ia juga menanggapi dinamika yang muncul di luar klub terkait langkah ini. Menurutnya, asumsi-asumsi yang beredar tidak mencerminkan proses perencanaan yang dilakukan manajemen sejak awal.

"Banyak yang berasumsi macam-macam ketika beliau kembali aktif. Padahal semua itu sudah sesuai rencana. Kami memang membutuhkan bantuan beliau dan Pak IB juga berkomitmen penuh."

Yusrinal menegaskan bahwa keterhubungan Iwan Budianto dengan Arema FC sejatinya tidak pernah terputus. "Selama ini pun sebenarnya beliau tidak pernah benar-benar meninggalkan Arema," tegasnya.


Latar Belakang IB: Dari CEO Arema FC ke Wakil Ketua PSSI

Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dan Waketum PSSI, Iwan Budianto dan Cucu Somantri, foto bersama usai KLB PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (2/11/2019). Iwan akan memimpin PSSI selama empat tahun, dari 2019 hingga 2023. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pada 2019, Iwan Budianto dipercaya sebagai Wakil Ketua PSSI melalui Kongres Tahunan PSSI 2019. Sejalan dengan amanah tersebut, ia mundur dari jabatan CEO Arema FC dan memilih fokus pada tugas federasi.

Keputusan untuk menepi dari operasional harian klub saat itu merupakan bagian dari penyesuaian peran, tanpa memutus keterikatan dengan Arema FC. Setelah tujuh tahun, klub memastikan dirinya kembali mengambil peran penting pada fase baru musim 2026/2027.

Manajemen menempatkan kembalinya Iwan Budianto sebagai kelanjutan rencana penguatan organisasi. Sejak pascatragedi Kanjuruhan, peta jalan pengembangan telah memasukkan skenario aktivasi kembali IB pada periode yang kini dijalankan.

Dengan struktur manajerial yang diperbarui, Arema FC menegaskan arah kebijakan yang sejalan dengan roadmap jangka panjang. Keterlibatan kembali Iwan Budianto diposisikan untuk mengawal kebutuhan klub yang meningkat dan mendukung stabilitas pengambilan keputusan.

Konfirmasi ini mengunci salah satu agenda manajemen jelang musim 2026/2027, sekaligus menandai babak baru yang disiapkan klub dalam kerangka rencana empat tahun yang sudah disusun.

Berita Terkait