Bola.com, Jakarta - Persaingan memperebutkan status sebagai gelandang tengah terbaik dunia semakin sengit setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Turnamen empat tahunan tersebut menjadi panggung besar bagi sejumlah pemain untuk menegaskan kualitas, konsistensi, dan pengaruh mereka di level tertinggi.
Namun, penilaian tentu tidak hanya didasarkan pada penampilan selama Piala Dunia. Performa sepanjang musim 2025/2026 bersama klub masing-masing juga menjadi pertimbangan penting. Kontribusi dalam mencetak gol, menciptakan peluang, menjaga keseimbangan permainan, hingga membantu tim meraih trofi menjadi bagian dari tolok ukur.
Seorang gelandang modern kini dituntut memiliki kemampuan yang semakin lengkap. Mereka tidak hanya bertugas mengalirkan bola, tetapi juga harus mampu memenangkan duel, memutus serangan lawan, mengatur tempo, dan memberikan dampak nyata di sepertiga akhir lapangan.
Beberapa nama tampil menonjol berkat keberhasilan membawa klubnya meraih gelar domestik maupun Eropa. Sementara itu, pemain lain semakin mengukuhkan reputasinya setelah menjadi bagian penting dalam perjalanan negaranya di Piala Dunia 2026.
Berdasarkan performa, statistik, konsistensi, pencapaian tim, serta pengaruhnya di lapangan, berikut tujuh gelandang tengah terbaik dunia saat ini.
1. Rodri (Manchester City/Spanyol)
Rodri masih menjadi patokan gelandang bertahan modern. Setelah pulih dari cedera ligamen yang sempat membuatnya absen panjang, pemain berusia 30 tahun itu langsung kembali ke level terbaiknya.
Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 31 penampilan di semua kompetisi bersama Manchester City dengan torehan dua gol.
Puncaknya terjadi di Piala Dunia 2026. Rodri membawa Spanyol menjadi juara sekaligus meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Ia memimpin berbagai statistik, mulai dari umpan sukses, tekel, hingga akurasi operan sepanjang turnamen, menegaskan statusnya sebagai gelandang terbaik dunia saat ini.
2. Vitinha (Paris Saint-Germain/Portugal)
Vitinha berkembang menjadi jantung permainan Paris Saint-Germain. Musim lalu, ia menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan PSG mempertahankan dominasinya di Eropa dan bahkan masuk tiga besar Ballon d'Or 2025.
Gelandang Portugal itu dikenal memiliki visi bermain, akurasi umpan tinggi, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan. Meski penampilannya di Piala Dunia 2026 belum seimpresif di level klub, kualitasnya tetap menempatkannya di posisi kedua.
3. Fabian Ruiz (Paris Saint-Germain/Spanyol)
Fabian Ruiz menikmati musim terbaik sepanjang kariernya. Bersama PSG, ia kembali mengangkat trofi Liga Champions, kemudian melengkapinya dengan gelar Piala Dunia 2026 bersama Spanyol.
Di tim nasional, Ruiz menjadi pilihan utama Luis de la Fuente sejak babak perempat final. Ia tampil konsisten di lini tengah dan mencatatkan rekor luar biasa, yakni belum pernah kalah bersama Spanyol dalam waktu normal sepanjang lebih dari 50 penampilannya.
4. Pedri (Barcelona/Spanyol)
Pedri tetap menjadi salah satu gelandang dengan teknik terbaik di dunia. Bersama Barcelona, ia kembali menjadi motor permainan berkat visi, kontrol bola, dan kreativitasnya dalam membangun serangan.
Di Piala Dunia 2026, Pedri memang tidak selalu menjadi starter pada fase gugur. Namun, saat masuk dari bangku cadangan di final melawan Argentina, ia memberikan dampak besar terhadap permainan Spanyol dan membantu La Roja mengamankan gelar juara dunia.
5. Joao Neves (Paris Saint-Germain/Portugal)
Baru berusia 21 tahun, Joao Neves sudah menjadi pemain inti PSG. Energi tanpa henti, kemampuan merebut bola, dan kecerdasan membaca permainan membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang muda terbaik dunia.
Meski Portugal gagal berbicara banyak di Piala Dunia 2026, performa Neves sepanjang musim bersama PSG menunjukkan bahwa masa depannya sangat cerah.
6. Declan Rice (Arsenal/Inggris)
Rice menjadi pilar utama Arsenal dalam keberhasilan menjuarai Premier League musim 2025/2026. Kontribusinya bukan hanya dalam bertahan, tetapi juga saat membangun serangan dan memanfaatkan bola mati.
Di Piala Dunia 2026, performanya sempat menurun karena kondisi fisik yang kurang prima. Namun secara keseluruhan, gelandang Timnas Inggris itu tetap menjadi salah satu pemain paling komplet di posisinya.
7. Moises Caicedo (Chelsea/Ekuador)
Caicedo menjadi salah satu sedikit pemain Chelsea yang tampil konsisten sepanjang musim 2025/2026. Kemampuan memutus serangan lawan, duel fisik, dan mobilitasnya membuat ia tetap dipandang sebagai gelandang bertahan elite Premier League.
Dengan hadirnya Xabi Alonso sebagai pelatih baru Chelsea, Caicedo diperkirakan akan menjadi fondasi utama di lini tengah The Blues pada musim mendatang.
Sumber: Planet Football