FIFA Klarifikasi Status Leandro Paredes, Ternyata Tak Pernah Dikartu Merah setelah Keributan di Final Piala Dunia 2026

FIFA memastikan Leandro Paredes tidak pernah menerima kartu merah usai pertandingan melawan Spanyol di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 21 Juli 2026, 21:15 WIB
Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Bola.com, Jakarta - FIFA meluruskan kabar yang sempat ramai beredar setelah final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.

Badan sepak bola dunia itu memastikan Leandro Paredes tidak pernah menerima kartu merah usai pertandingan, meski sebelumnya banyak laporan menyebut gelandang Argentina tersebut diusir wasit setelah terlibat kericuhan.

Advertisement

Konfirmasi tersebut disampaikan FIFA kepada BBC Sport, Selasa (21/7/2026). Meski demikian, Paredes belum sepenuhnya terbebas dari ancaman hukuman. FIFA tetap membuka penyelidikan terhadap insiden pascapertandingan yang melibatkan sejumlah pemain dan ofisial Argentina setelah kekalahan 0-1 dari Spanyol di New York New Jersey Stadium.

Paredes menjadi salah satu sosok yang paling disorot dalam kericuhan tersebut. Ia terekam kamera mendorong Eric Garcia hingga mengenai bagian leher, kemudian kembali menjatuhkan Gavi di tengah memanasnya situasi setelah peluit panjang dibunyikan.

Selain Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada, dan asisten pelatih Roberto Ayala juga terlihat terlibat dalam bentrokan dengan para pemain Spanyol.

 

 

 


Peluang Sanksi

Aksi para pemain Argentina itu menuai kritik tajam. Legenda Inggris, Alan Shearer, menyebut tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan.

"Kami tahu betapa menyakitkannya kekalahan di final. Namun, tetap ada cara yang benar untuk menerima kekalahan. Reaksi Argentina setelah peluit akhir benar-benar buruk," ujar Shearer.

Meski demikian, peluang Paredes menerima hukuman tetap terbuka. FIFA saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap insiden pascapertandingan, termasuk tindakan para pemain dan ofisial Argentina yang terlibat dalam kericuhan.


Kasus Messi Vs Cucurella

Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, menunjuk ke arah bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, saat wasit Slovenia, Slavko Vincic, dan gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, berdebat selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Sementara itu, kapten Argentina Lionel Messi memang tidak terlibat dalam bentrokan fisik. Namun, pemain berusia 39 tahun itu tetap menjadi sorotan setelah meminta wasit mengambil tindakan terhadap Marc Cucurella yang sempat menutup mulutnya saat keduanya berbicara di lapangan.

Mantan wasit FIFA, Mark Halsey, menilai protes Messi tersebut tidak beralasan.

"Menutup mulut saat berbicara bukan pelanggaran yang layak diganjar kartu merah jika tidak disertai tindakan agresif. Reaksi Messi dalam situasi itu kurang tepat," kata Halsey.

 


Paredes Belum Buka Suara

Kericuhan usai final Piala Dunia 2026 dimana Leandro Paredes jadi biang keladinya

Paredes belum membuka suara mengenai kasus ini. Ia baru menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemain dan staf yang telah berjuang bersama Argentina hingga partai final.

“Terima kasih kepada setiap orang yang menjadi bagian dari tim nasional ini, kepada kelompok pemain yang memberikan segalanya untuk mewakili seragam ini hingga detik terakhir di setiap pertandingan,” katanya.

Ia kemudian menutup pesannya dengan pernyataan tegas. Menurut Paredes, skuad Argentina saat ini merupakan tim nasional terbaik yang pernah dimiliki negaranya.

“Tim nasional Argentina terhebat dalam sejarah,” tegas Paredes.

 

 

Sumber: Givemesport

Berita Terkait