Roberto Ayala Akui Salah usai Pukul Dani Olmo di Final Piala Dunia 2026, Bakal Minta Maaf

Asisten pelatih Timnas Argentina, Roberto Ayala, mengakui bersalah usai insiden dengan Dani Olmo di final Piala Dunia 2026. Ia janji minta maaf langsung.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 Juli 2026, 10:15 WIB
Roberto Ayala, asisten pelatih Timnas Argentina, menjelang pertandingan perempat final CONMEBOL Copa America 2024 antara Argentina dan Ekuador di Stadion NRG pada 4 Juli 2024 di Houston, Texas. (Logan Riely/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - Asisten pelatih Timnas Argentina, Roberto Ayala, akhirnya angkat bicara mengenai insiden yang melibatkan dirinya dan gelandang Timnas Spanyol, Dani Olmo, tak lama setelah laga final Piala Dunia 2026 berakhir.

Ayala menjadi sorotan setelah terekam kamera memukul Olmo di tengah kericuhan yang terjadi usai laga final yang dimenangi Spanyol 1-0 melalui babak perpanjangan waktu.

Advertisement

Kemenangan tersebut mengantarkan La Roja meraih bintang kedua di ajang Piala Dunia, dalam pertandingan yang juga disebut-sebut bisa menjadi laga internasional terakhir superstar Argentina, Lionel Messi.

Ketegangan memuncak setelah peluit panjang berbunyi. Nicolas Otamendi terlihat terlibat adu argumen dengan peraih Golden Ball, Rodri.

Sementara itu, Leandro Paredes dan Nahuel Molina terekam menjatuhkan Gavi. Di tengah situasi tersebut, kamera juga menangkap momen Ayala mengenai wajah Dani Olmo.


FIFA Selidiki Insiden

Dani Olmo dari Timnas Spanyol selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas pada 7 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Molly Darlington/Getty Images melalui AFP)

FIFA kemudian membuka penyelidikan terkait perilaku kubu Argentina setelah insiden yang terjadi seusai pertandingan.

Hingga kini, hasil penyelidikan tersebut belum diumumkan, dan Ayala termasuk sosok yang berpotensi menghadapi sanksi.

Video yang beredar memperlihatkan Ayala mendekati Olmo, yang tampak berusaha meredakan situasi antara Ayala dan Eric Garcia. Dalam rekaman itu, Ayala mengayunkan lengannya hingga mengenai bagian bawah wajah pemain Barcelona tersebut.

Tak lama setelah pertandingan berakhir, Olmo memilih merespons insiden tersebut dengan tenang.

"Pada akhirnya, itu tidak menjadi masalah bagi kami," kata pemain berusia 28 tahun itu.

"Saya juga berpikir penting untuk memikirkan nilai-nilai yang ingin kita tunjukkan kepada publik. Kami menjadi anutan bagi banyak generasi dan anak-anak, jadi saya rasa kami juga harus memberikan teladan dalam segala hal dan ke arah yang lebih baik," ucap Olmo.


Ayala Akui Tak Punya Alasan

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Kini, Ayala memberikan penjelasannya mengenai insiden tersebut. Mantan bek yang mencatatkan 115 penampilan bersama Timnas Argentina itu mengakui tindakannya tidak dapat dibenarkan.

Namun, ia menegaskan bahwa yang terjadi lebih merupakan dorongan daripada pukulan.

Ayala juga menyatakan akan meminta maaf secara langsung kepada Olmo jika memiliki kesempatan bertemu dengannya.

"Ketika pertandingan berakhir, niat saya sebenarnya ingin pergi begitu saja. Namun, saat itu emosi saya sedang memuncak. Apa yang terjadi tidak punya alasan dan seharusnya tidak saya lakukan," ujar Ayala kepada Esports Migdia.

"Itu lebih merupakan dorongan daripada pukulan. Reaksi itu muncul karena beberapa ucapan yang saya dengar. Jika saya bertemu Dani Olmo, saya akan meminta maaf secara langsung kepadanya. Apa yang terjadi di lapangan seharusnya tetap berada di lapangan. Spanyol memang tampil lebih baik dan pantas menjadi juara," imbuh mantan pemain Napoli dan Milan tersebut, dikutip Give Me Sport.

Kekalahan di final membuat sejumlah pemain dan anggota staf Argentina larut dalam emosi. Di sisi lain, para pemain Spanyol tampaknya memilih menutup lembaran tersebut.

Seperti Olmo, Gavi juga menyatakan insiden itu sebaiknya dianggap selesai. Ia bahkan menilai Leandro Paredes tidak perlu menerima tindakan lanjutan atas insiden yang melibatkan keduanya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait