5 PR Jose Mourinho di Real Madrid: Meredam Gejolak di Ruang Ganti Los Blancos

Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan optimisme sekaligus segudang pekerjaan rumah untuk Jose Mourinho.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 25 Juli 2026, 09:00 WIB
Sebuah mural bergambar Jose Mourinho, karya seniman Italia TV BOY, terlihat di depan Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 21 Mei 2026. Mural tersebut muncul di tengah rumor kepulangan Mourinho ke Real Madrid. (Oscar Del Pozo / AFP)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan optimisme sekaligus segudang pekerjaan rumah. Kepulangan Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu diharapkan mampu mengembalikan Los Blancos ke jalur juara, tetapi tantangan yang menantinya jauh dari kata mudah.

Tidak hanya harus membangun kembali performa tim di lapangan, Mourinho juga datang di tengah situasi internal klub yang kurang kondusif. Mulai dari dinamika ruang ganti, masa depan Presiden Florentino Perez, hingga kebutuhan memperkuat skuad menjadi pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan.

Advertisement

Mourinho bukan sosok asing bagi Real Madrid. Pada periode pertamanya (2010-2013), pelatih asal Portugal itu berhasil memutus dominasi Barcelona asuhan Pep Guardiola dan mempersembahkan gelar La Liga dengan raihan 100 poin.

Kini, tantangannya jauh berbeda. Mourinho tidak hanya dituntut membawa Real Madrid kembali bersaing di Liga Champions, tetapi juga membangun fondasi baru setelah berakhirnya era Kroos, Modric, dan Carvajal.

Dengan sejumlah rekrutan baru dan kemungkinan tambahan pemain sebelum bursa transfer ditutup, musim 2026/2027 akan menjadi ujian besar bagi Mourinho sekaligus Florentino Perez dalam upaya mengembalikan Los Blancos ke puncak sepak bola Eropa.    

Berikut lima masalah utama yang harus dihadapi Mourinho bersama Real Madrid.


1. Tekanan Besar terhadap Florentino Perez

Selain Ronaldo, ia juga menyebut nama pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kanan). Ia berkata "Mourinho seorang idiot. Ini bukan soal dia tidak mau bermain. Dia agak tidak normal. Dia mengemudi tanpa lisensi. Dia telah kewalahan oleh tekanan." (Foto: AFP/Franck Fife)

Musim panas 2026 diawali dengan pemilihan presiden klub yang berlangsung sengit. Florentino Perez berhasil mempertahankan jabatannya hingga 2030 setelah mengalahkan Enrique Riquelme.

Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya meredakan kritik. Perez hanya meraih sekitar 65 persen suara, pertanda banyak anggota klub mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

Kini, seluruh keputusan transfer dan proyek Mourinho akan menjadi penilaian utama terhadap masa depan Perez.


2. Mourinho Harus Menyatukan Ruang Ganti

Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, mengontrol bola selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 25 April 2026. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Real Madrid disebut mengalami sejumlah persoalan internal sepanjang musim lalu. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antarpemain menjelang El Clasico pada Mei.

Kehilangan sosok senior seperti Toni Kroos, Luka Modric, dan Dani Carvajal dinilai membuat ruang ganti kehilangan figur pemersatu.

Karena itu, Mourinho diharapkan mampu mengembalikan disiplin sekaligus membangun kembali mental juara yang sempat menjadi identitas Los Blancos.

 


3. Hubungan Vinicius Jr dan Kylian Mbappe

Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya, Vinicius Junior (kanan) dan Aurelien Tchouameni, setelah mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Oviedo dan Real Madrid di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Spanyol, Minggu, 24 Agustus 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Kolaborasi Vinicius Junior dan Kylian Mbappe belum menghasilkan keseimbangan permainan.

Keduanya memang berbahaya saat menyerang, tetapi kontribusi dalam bertahan menjadi sorotan. Kondisi tersebut membuat Real Madrid sering kehilangan keseimbangan ketika menghadapi lawan yang menguasai bola.

Mourinho harus menemukan formula agar dua superstar tersebut bisa bermain efektif tanpa mengorbankan organisasi permainan tim.

 


4. Lini Belakang Masih Membutuhkan Perbaikan

7. Antonio Rudiger yang merupakan pemain anyar Real Madrid diharapkan mampu menguatkan barisan pertahanan usai ditinggal Raphael Varane ke MU. Penampilan fantastisnya bersama Chelsea musim lalu membuat Real Madrid rela memberikan gaji per pekan kepada Rudiger sebesar 360 ribu Euro atau setara 5,5 miliar rupiah. (AFP/Getty Images/Thearon W. Henderson)

Cedera panjang Antonio Rudiger dan Eder Militao musim lalu memperlihatkan rapuhnya kedalaman skuad Real Madrid di sektor pertahanan.

Klub memang sudah mendatangkan Ibrahima Konate secara gratis, Marc Cucurella dari Chelsea, dan Denzel Dumfries dari Inter Milan.

Meski begitu, laporan menyebut Mourinho masih menginginkan tambahan satu bek tengah untuk membuat lini belakang lebih solid sepanjang musim.


5. Kreativitas Lini Tengah Belum Pulih

Jude Bellingham kemudian memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-80 setelah melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kepergian Toni Kroos dua tahun lalu dinilai belum benar-benar tergantikan.

Real Madrid kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan sehingga Jude Bellingham sering dipaksa bermain lebih dalam daripada posisi idealnya.

Kehadiran Bernardo Silva diharapkan bisa menambah kreativitas permainan. Namun, Mourinho disebut masih menginginkan satu gelandang kreatif lagi agar Bellingham dapat kembali fokus menyerang dan memaksimalkan ketajamannya di depan gawang.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait