Real Madrid Era Mourinho Dikritik Pelatih Spanyol, Tak Mampu Mengontrol Pertandingan

Pelatih Spanyol kritik Real Madrid era Mourinho, dianggap tak bisa mengontrol pertandingan.

Bola.com, Jakarta - Real Madrid memang kembali meraih kemenangan di La Liga setelah mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 4-1, Minggu (13-9-2026). Namun, penampilan tim asuhan Jose Mourinho itu belum sepenuhnya meyakinkan.

Sorotan terutama muncul setelah Real Madrid kehilangan kendali permainan pada babak kedua.

Situasi itu membuat performa mereka pada awal periode kedua Mourinho di Santiago Bernabeu kembali menjadi perhatian.

Satu di antara yang menyampaikan kritik adalah Abelardo. Mantan pelatih Sporting Gijon, Alaves, dan Espanyol tersebut menilai Real Madrid masih kesulitan mengontrol pertandingan ketika menghadapi lawan yang berani memainkan bola.

"Kadang-kadang mereka kehilangan kendali atas pertandingan. Hal itu juga terjadi saat melawan Inter. Memang benar mereka beberapa kali gagal memanfaatkan peluang, tetapi mereka tidak mampu mengendalikan pertandingan," ujar Abelardo kepada Movistar, seperti dilansir Defensa Central.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tuntutan terhadap Pemain Ofensif

Abelardo juga menyoroti tuntutan terhadap para pemain ofensif Real Madrid. Menurutnya, pemain seperti Diomande, Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan menyerang.

"Dengan semua pemain ofensif yang mereka miliki, mereka juga harus bekerja sebagai sebuah tim," lanjutnya.

Menurut Abelardo, persoalan itu makin berisiko ketika Real Madrid menghadapi tim yang berani menguasai bola.

Rayo Vallecano, yang tampil terbuka dan tidak memilih bertahan total, dinilai mampu memanfaatkan celah ketika permainan Real Madrid terpecah.

"Ketika tim terpecah dan menghadapi tim seperti Rayo, yang juga berani, ingin menguasai bola, dan tidak bersembunyi, situasinya bisa menjadi berbahaya," kata Abelardo.

Ketajaman Lini Depan Menutupi Masalah?

Abelardo kemudian menyinggung peluang Rayo untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Menurutnya, situasi seperti itu menunjukkan adanya persoalan yang bisa tertutupi ketika pemain depan Real Madrid mampu menyelesaikan peluang.

"Rayo memiliki beberapa peluang untuk membuat skor menjadi 3-2. Hati-hati, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun. pada akhirnya, seperti biasa, Mbappe muncul atau pemain yang saya sebutkan tadi menyelesaikan pertandingan dan menutupi masalah itu," ujar Abelardo.

Kekhawatiran mengenai kerja sama seluruh pemain dalam bertahan sebenarnya juga menjadi perhatian Mourinho. Pelatih asal Portugal itu berulang kali menekankan pentingnya tim bertahan sebagai satu kesatuan.

Mourinho pernah menjelaskan pandangannya mengenai hal tersebut setelah kemenangan atas Real Sociedad.

Pandangan Mourinho

Pelatih asal Portugal mengatakan, pemain-pemain dengan kemampuan individu luar biasa tetap perlu diarahkan agar mampu bermain sebagai sebuah tim.

"Dalam karier saya, saya berkesempatan melatih tim dengan pemain-pemain luar biasa. Saya juga pernah melatih pemain bagus, tetapi bukan yang terbaik dari yang terbaik," tutur Mourinho.

"Saya selalu mengatakan bahwa para pemain seperti ini harus diajari bermain sebagai sebuah tim dan hanya perlu sedikit diajari dari sisi individual," imbuh mantan pelatih Inter, Manchester United, dan Chelsea itu.

Real Madrid selanjutnya menghadapi dua pertandingan sebelum jeda internasional pertama musim ini.

Mereka akan bertandang menghadapi Elche pada tengah pekan sebelum menjalani derbi melawan Atletico Madrid pada akhir pekan berikutnya.

 

Sumber: Madrid Universal

Video Populer

Foto Populer