2 Laga Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 Ditandai karena Dugaan Manipulasi Pertandingan

Dua pertandingan Timnas Spanyol masuk daftar sorotan dugaan manipulasi di Piala Dunia 2026

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Juli 2026, 14:00 WIB
Bintang Spanyol Lamine Yamal merayakan gol ke gawang Arab Saudi pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Justin Setterfield)

Bola.com, Jakarta - Kontroversi belum sepenuhnya berakhir setelah Piala Dunia 2026 usai.

Dua pertandingan yang melibatkan Timnas Spanyol kini masuk daftar insiden yang ditandai karena dugaan potensi manipulasi pertandingan terkait aktivitas taruhan.

Advertisement

Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final.

Dalam perjalanan menuju gelar keduanya, La Roja lebih dulu menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis di fase gugur.

Namun, menurut laporan The Athletic, dua pertandingan Spanyol menjadi bagian dari tujuh insiden yang mendapat tanda peringatan akibat dugaan kejanggalan dalam pola taruhan selama Piala Dunia 2026 berlangsung.


Bantah Ada Manipulasi Pertandingan

Marc Cucurella dari Spanyol merayakan bersama rekan-rekan setimnya setelah gol keempat timnya, yang tercipta melalui gol bunuh diri Hassan Al-Tambakti (#5) dari Arab Saudi, dalam pertandingan Grup H Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Arab Saudi di Stadion Atlanta, pada 21 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Foto: Mattia Ozbot/Getty Images/AFP)

FIFA pada Kamis waktu setempat menyatakan tidak menemukan indikasi manipulasi pertandingan selama Piala Dunia 2026.

Give Me Sport melaporkan, dalam pernyataannya, FIFA menegaskan Satuan Tugas yang dibentuk untuk memantau integritas turnamen tidak menemukan aktivitas taruhan mencurigakan maupun indikasi manipulasi pada pertandingan mana pun.

Sementara itu, Copenhagen Group sehari sebelumnya mengungkapkan terdapat tujuh yellow alert, yaitu kategori yang menunjukkan adanya beberapa indikator ketidakwajaran.

Sepanjang turnamen, nilai total taruhan diperkirakan mencapai 240 miliar dolar AS, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sistem pemantauan tersebut memiliki empat kategori, yakni green (normal), yellow (peringatan rendah), orange (peringatan tinggi), dan red (risiko tertinggi).

Kendati laporan lengkapnya belum dipublikasikan, Dewan Eropa telah merilis ringkasan hasil temuannya. 


Dua Pertandingan Spanyol Masuk Daftar

Kiper Cape Verde Vozinha (tengah) tampil luar biasa selama pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juni 2026. (Roberto SCHMIDT / AFP)

Satu di antara pertandingan yang disorot adalah hasil imbang tanpa gol antara Spanyol dan Tanjung Verde pada laga pembuka fase grup.

Dalam laporan tersebut disebutkan platform prediksi berbasis mata uang kripto asal Amerika Serikat, Polymarket, mencatat nilai taruhan sebesar 4,8 juta dolar AS terhadap kemungkinan Spanyol gagal mengalahkan wakil Afrika tersebut.

Hasil akhir pertandingan kemudian menjadi satu di antara kejutan terbesar sepanjang turnamen.

Tanjung Verde yang kini menempati peringkat ke-64 dunia berhasil mengamankan satu poin. Laga itu juga menjadi satu-satunya pertandingan ketika tim asuhan Luis de la Fuente gagal mencetak gol di Piala Dunia 2026.

Pertandingan lain yang ikut masuk temuan adalah kemenangan 4-0 Spanyol atas Arab Saudi.

Laga tersebut disorot karena proses peninjauan VAR selama sekitar tiga setengah menit sebelum menganulir gol Ferran Torres akibat posisi offside.

Menurut laporan tersebut, proses pengambilan keputusan berlangsung jauh lebih lama dibandingkan biasanya.


Kasus Balogun Ikut Disorot

Dalam laga tersebut juga diwarnai dengan tiga kartu merah dan tiga kartu kuning. Wasit Wilton Sampaio mengganjar dua kartu merah untuk pemain Afrika Selatan, Yaya Sithole (50') dan Themba Zwane (84') serta satu kartu merah untuk pemain tuan rumah, Cesar Montes (90+2'). (AFP/Yuri Cortez)

Selain dua pertandingan Spanyol, laporan itu mencantumkan beberapa insiden lain yang mendapat perhatian.

Satu di antaranya adalah kartu merah yang diterima pemain Afrika Selatan, Themba Zwane, saat menghadapi Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut disebut sebagai hukuman yang "sangat keras" setelah Zwane dinilai mengangkat lengannya secara ilegal terhadap Roberto Alvarado ketika Afrika Selatan sedang membangun serangan.

Akibat kartu merah itu, Zwane dijatuhi larangan bermain selama tiga pertandingan.

Polymarket juga disebut membuka pasar prediksi pada 2 Juli dengan pertanyaan apakah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, akan bermain melawan Belgia.

Pasar taruhan tersebut muncul pada hari yang sama ketika Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar, serta tiga hari sebelum Komite Disiplin FIFA menangguhkan larangan bermain satu pertandingan sehingga ia dapat tampil melawan Belgia.

Secara keseluruhan, terdapat 15 pertandingan yang mendapat pemantauan khusus selama Piala Dunia 2026, dengan perhatian terbesar tertuju pada laga-laga terakhir fase grup.

Dalam proses tersebut, 12 insiden kontroversial dianalisis, termasuk sejumlah kasus yang tercantum dalam ringkasan laporan tersebut.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait