Andrea Pirlo Konfirmasi Namanya Dicoret dari Kandidat Pelatih Timnas Italia

Andrea Pirlo menegaskan ia bukan lagi kandidat pelatih Timnas Italia. Kontroversi duta judi Rusia menghentikan proses, meski ia bantah motif politik.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 27 Juli 2026, 16:34 WIB
Ilustrasi Andrea Pirlo. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Andrea Pirlo menegaskan dirinya tidak lagi masuk bursa pelatih Timnas Italia. Legenda Azzurri itu mengonfirmasi namanya dicoret dari proses pencarian suksesor Gennaro Gattuso.

Padahal, Andrea Pirlo sempat difavoritkan menangani Gli Azzurri berkat dukungan direktur teknik FIGC, Paolo Maldini, serta penasihat Leonardo. Peluangnya terbuka lebar usai Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti dipastikan menolak tawaran FIGC.

Advertisement

Namun, kerja sama Pirlo sebagai duta global perusahaan taruhan asal Rusia memicu kontroversi yang cepat melebar ke ranah hukum dan politik. Situasi tersebut membuat proses penunjukannya menemui jalan buntu dan peluangnya resmi berakhir.

Pirlo menyampaikan konfirmasi bahwa ia tidak lagi menjadi kandidat pelatih kepala timnas Italia. Ia menyebut selama ini memilih diam demi menghormati lembaga dan federasi, sebelum akhirnya memutuskan memberi penjelasan.

“Demi menghormati lembaga, federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, setelah mengetahui tadi malam bahwa saya bukan lagi kandidat untuk posisi pelatih kepala timnas Italia, saya merasa perlu untuk mengklarifikasi beberapa poin,” tulis Pirlo.

Sosok berusia 47 tahun itu sebelumnya masuk dalam radar utama setelah dua nama besar, Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, memastikan tidak akan menerima tawaran FIGC. Dukungan internal yang menguat menjadikan Pirlo kandidat menonjol sebelum polemik muncul.


Kontroversi Duta Judi Rusia Memutus Jalan ke Gli Azzurri

Andrea Pirlo memulai kariernya sebagai pelatih pada musim lalu untuk menukangi mantan klubnya, Juventus. Prestasi Juve sebenarnya tak terlalu buruk, namun karena gagal meraih gelar Serie A, Pemain legendaris Juventus tersebut dipecat. (AFP/Alberto Lingria)

Perjalanan pencalonan Pirlo berubah arah ketika publik mengetahui statusnya sebagai duta global situs judi Rusia. Isu ini menjadi sorotan karena Italia dikenal memiliki regulasi ketat terkait promosi dan iklan perjudian.

Kontroversi berkembang cepat dan menekan proses penunjukan dari hari ke hari. Alhasil, wacana penobatan Pirlo kian meredup hingga akhirnya terhenti.

Sebelumnya, ia berada di posisi terdepan dengan dukungan dari direktur teknik FIGC, Paolo Maldini, dan penasihat Leonardo. Namun, dinamika seputar kerja sama komersial tersebut pada akhirnya mengakhiri peluang Pirlo memimpin Gli Azzurri.


Bantahan Pirlo Soal Motif Politik

Andrea Pirlo diangkat sebagai manajer oleh mantan klubnya pada musim panas 2020. Ia telah mengklaim dua trofi dalam hanya sembilan bulan, yaitu Supercoppa Italiana dan Coppa Italia. Ia hanya bertahan selama 52 laga usai gagal meraih gelar Serie A. (AFP/ALBERTO LINGRIA)

Dalam pernyataannya, Pirlo menegaskan kolaborasi dengan perusahaan taruhan Rusia itu murni kerja sama profesional saat dirinya bekerja di Uni Emirat Arab. Ia membantah ada kepentingan politik di balik hubungan tersebut.

“Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan mengenai nama saya dan kemungkinan saya mengambil peran sebagai pelatih kepala timnas Italia," kata Pirlo.

"Sangat disayangkan bahwa keputusan yang didasarkan pada alasan olahraga dengan cepat diseret ke dalam debat publik yang akhirnya mengaitkan motif dan niat kepada nama yang tidak pernah ada. Kecintaan saya pada Italia tidak bergantung pada pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selalu," tegas Pirlo.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait