Gianni Infantino Diminta Menghadap Kongres AS, Kedekatan dengan Donald Trump Diselidiki

Buntut kontroversi Piala Dunia 2026, Presiden FIFA, Gianni Infantino, dipanggil ke Kongres AS.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Juli 2026, 10:45 WIB
Presiden AS, Donald Trump, berpose dnegan jersey yang diberikan presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih, Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Bola.com, Jakarta - Seorang anggota senior Partai Demokrat di Amerika Serikat meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, hadir dalam sidang Komite Yudisial DPR AS untuk memberikan penjelasan mengenai hubungannya dengan Presiden Donald Trump.

Jamie Raskin, anggota terkemuka dari Partai Demokrat di komite tersebut, meminta agar hubungan antara Infantino dan Trump diteliti setelah muncul berbagai kontroversi selama Piala Dunia 2026.

Advertisement

Sorotan terhadap keduanya mencuat ketika Trump mengaku telah menghubungi Infantino agar hukuman larangan bermain Folarin Balogun dibatalkan menjelang laga babak 16 besar.

Setelah itu, FIFA mengumumkan Balogun tetap dapat tampil membela Timnas Amerika Serikat saat menghadapi Belgia karena hukumannya ditangguhkan menyusul perubahan protokol yang mengejutkan.

Keputusan tersebut memicu gelombang kritik. Infantino dan FIFA dituduh mengikuti keinginan Trump.

Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, Infantino juga menyerahkan penghargaan perdana FIFA Peace Prize kepada Trump. Selain itu, FIFA diketahui menggunakan ruang kantor di Trump Tower, New York.


DPR AS Minta Dokumen Hubungan FIFA dan Trump

(Kiri/Kanan) Presiden AS, Donald Trump, memperhatikan saat menerima Hadiah Perdamaian FIFA (FIFA Peace Award) dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pengundian Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Brendan SMIALOWSKI/AFP)

Akibat berbagai hal tersebut, Raskin meminta FIFA menyerahkan seluruh catatan komunikasi dengan Presiden Trump paling lambat 9 Agustus.

Talksport melaporkan, dalam surat yang dikirim pada Minggu malam dan diperoleh The Athletic, Raskin meminta Infantino menyampaikan daftar seluruh bentuk pemberian kepada Trump, anggota pemerintahannya, keluarga mereka, maupun entitas yang berkaitan dengan mereka, termasuk Trump Organization.

Daftar itu mencakup uang, hadiah, penghargaan, maupun penampilan publik.

Raskin meminta FIFA menyerahkan catatan kunjungan ke kantor FIFA di Miami dan New York.

Dalam suratnya, ia menegaskan seluruh komunikasi antara personel FIFA dan pihak yang berafiliasi dengan Pemerintahan Trump maupun panitia pelantikan presiden harus disimpan.

Permintaan itu juga mencakup pesan yang dikirim melalui aplikasi seperti Signal, Telegram, WhatsApp, X, dan Truth Social.

Di bagian akhir surat tersebut, Raskin meminta Infantino hadir untuk diwawancarai oleh Komite Yudisial DPR AS. Ia juga mempertanyakan apakah hubungan FIFA dengan Trump sudah melampaui batas.

Selain itu, Raskin meminta seluruh dokumen dan komunikasi FIFA sejak 2024 dengan pejabat Amerika Serikat maupun pihak yang terlibat dalam masa transisi pemerintahan sebelum Trump kembali berkuasa.

Raskin turut menyebut ruang kantor FIFA di lantai 17 Trump Tower, Manhattan, diperkirakan memiliki nilai sewa sekitar 600 ribu dolar AS per tahun.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa berbagai tindakan FIFA dinilai tampak dirancang untuk mendorong Trump dan pemerintahannya mengambil keputusan yang menguntungkan FIFA.


Kebijakan Tiket FIFA Ikut Disorot

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Raskin menyoroti kebijakan penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang menuai keluhan dari para suporter. Keluhan tersebut berkaitan dengan informasi lokasi kursi yang dianggap menyesatkan, harga yang berubah-ubah, serta tiket kategori lebih tinggi.

Dalam suratnya, Raskin menilai FIFA memanfaatkan kedekatannya dengan Pemerintahan Trump dengan menerapkan praktik yang merugikan konsumen, termasuk dugaan lonjakan harga yang tidak wajar dan metode penjualan yang dianggap menyesatkan.

Ia menyoroti penerapan sistem harga dinamis yang membuat harga sejumlah pertandingan meningkat tajam. Menurut isi surat tersebut, FIFA juga memiliki kewenangan memindahkan pemegang tiket ke kursi dengan kualitas yang lebih rendah setelah pembelian dilakukan.

Meski begitu, laporan tersebut menyebut Raskin kemungkinan tidak memiliki kewenangan untuk memaksa Infantino hadir karena Partai Demokrat saat ini berada di posisi minoritas di DPR AS.

Namun, jika komposisi itu berubah setelah pemilu November, pengawasan terhadap Presiden FIFA disebut bisa makin meningkat.


Gedung Putih Beri Tanggapan

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

The Athletic memuat tanggapan juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, mengenai langkah Raskin tersebut.

Ingle melontarkan kritik kepada Raskin dan menyatakan tidak ada presiden lain yang mampu menghasilkan pencapaian seperti yang dilakukan Trump.

Ia juga menyebut Piala Dunia 2026 menghasilkan pendapatan miliaran dolar AS, memberikan dampak ekonomi besar bagi kota-kota tuan rumah, serta berlangsung dengan aman dan lancar bagi jutaan suporter maupun atlet dari berbagai negara.

Menurut Ingle, turnamen tersebut akan dikenang sebagai satu di antara ajang olahraga terbesar dan paling sukses dalam sejarah.


Infantino Balas Kritik

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Permintaan agar Infantino hadir di hadapan Komite Yudisial DPR AS muncul tidak lama setelah Presiden FIFA itu menanggapi kritik terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Melalui unggahan di Instagram, Infantino menyampaikan permintaan maaf kepada mereka yang tidak sempat menikmati kebersamaan para anak-anak, orang tua, dan keluarga selama turnamen berlangsung karena terlalu larut dalam kebencian dan kritik.

Ia menyindir pihak-pihak yang menurutnya menyebarkan kebencian dan rumor palsu melalui tulisan maupun media sosial.

Menurut Infantino, FIFA berada di garis depan untuk menyelenggarakan turnamen, bekerja keras, berinteraksi dengan suporter di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta memastikan keamanan seluruh peserta.

Infantino menegaskan selama Piala Dunia 2026 berlangsung, tidak terjadi kekerasan maupun insiden. Ia menyebut turnamen berlangsung dengan tingkat keamanan 100 persen dan hanya menghadirkan kegembiraan.

Selain itu, Infantino mengklaim sekitar tujuh juta penonton dari lebih dari 200 negara menghadiri pertandingan sepanjang Piala Dunia musim panas ini.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait