Liverpool Kejar Bradley Barcola, tetapi Ada Ancaman Besar di Balik Transfer Ini

Bradley Barcola dikabarkan ingin ke Liverpool. Namun, banderol 170 juta euro, kecocokan posisi, dan dampak ke skuad bikin transfer ini berisiko.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 29 Juli 2026, 17:43 WIB
Penyerang Paris Saint-Germain asal Prancis Bradley Barcola (kiri) menjegal penyerang Liverpool asal Mesir Mohamed Salah (kanan) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (Prancis) dan Liverpool (Inggris) di stadion Parc des Princes di Paris pada tanggal 5 Maret 2025.FRANCK FIFE / AFP

Bola.com, Jakarta - Bradley Barcola masuk bursa transfer musim panas dengan kabar keinginan menuju Liverpool. Winger PSG itu dijadikan opsi untuk mengisi celah yang ditinggalkan Mohamed Salah di sayap kanan.

Minat The Reds dinilai selaras dengan performa Barcola yang meningkat. Pada musim 2024/2025, ia membukukan 21 gol dan 21 assist di semua kompetisi, tapi kini bukan lagi pilihan utama Luis Enrique.

Advertisement

Namun, rencana kepindahan ini juga menghadirkan sejumlah risiko bagi kedua pihak. Harga yang sangat tinggi, persoalan peran di lapangan, dan persaingan di Anfield membuat langkah Barcola berpotensi tidak mulus.

Artikel ini mengulas kendala biaya, kecocokan posisi, dampak terhadap komposisi sayap Liverpool, serta konsekuensi jika negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.


Target Liverpool dan Label Harga PSG

Tujuh gol PSG dicetak oleh pemain berbeda. Bradley Barcola membuka keunggulan lewat golnya di menit ke-20. (Thibaud MORITZ/AFP)

Liverpool dilaporkan menjadi destinasi yang diinginkan Bradley Barcola. Ketertarikan itu muncul seiring kebutuhan The Reds mencari penerus peran Mohamed Salah di lini depan.

PSG memasang banderol sekitar 170 juta euro (sekitar Rp3,2 triliun) untuk sang winger. Dengan valuasi setinggi itu, proses negosiasi diperkirakan tidak sederhana dan berpotensi memakan waktu.

Kontribusi 21 gol dan 21 assist di musim 2024/2025 mengerek nilai Barcola di pasar. Di sisi lain, statusnya yang bukan lagi pilihan utama Luis Enrique tidak serta-merta menurunkan harga, membuat kesepakatan kian menantang.


Posisi Ideal vs Kebutuhan Sayap Kanan Liverpool

Selebrasi Bradley Barcola dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (AP Photo/Michel Euler)

Bradley Barcola lebih nyaman beroperasi di sisi kiri, memanfaatkan kaki kanan untuk cut inside ke area tengah. Pola itu menjadi ciri permainan yang membuahkan produktivitasnya.

Sementara itu, Liverpool justru memerlukan figur yang siap mengisi peran Mohamed Salah di sektor kanan. Perbedaan karakter tersebut berpotensi menjadi tantangan besar jika transfer dipaksakan tanpa penyesuaian taktik yang matang.

Barcola memang pernah dimainkan di sayap kanan, tetapi itu bukan area terbaiknya. Tanpa adaptasi yang tepat, perpindahan ini dapat menggeser keseimbangan yang sudah terbangun di lini depan The Reds.


Dampak di Skuad The Reds Jika Transfer Terjadi

Cody Gakpo (kiri) berduel udara melawan Kieran Trippier di laga Liverpool vs Newcastle di pekan ke-24 Liga Inggris 2025/2026 di Anfield, Minggu (01/02/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Apabila transfer terealisasi, Liverpool perlu memikirkan konsekuensi bagi pemain lain di sektor sayap. Cody Gakpo berpotensi kehilangan tempat karena rotasi menit bermain.

Di sisi lain, perkembangan wonderkid Rio Ngumoha juga bisa ikut terhambat jika menit bermain pada posisi tersebut menyusut. Ini menempatkan manajemen menit dan jalur pengembangan pemain muda sebagai pekerjaan rumah penting.

Persaingan internal di Anfield yang sudah ketat bisa membuat langkah Bradley Barcola tidak semulus bayangan. Tanpa perencanaan peran yang jelas, akuisisi besar justru berisiko mengganggu struktur serangan.


Risiko Gagal Pindah Bagi Barcola di PSG

PSG sempat menipiskan kedudukan lewat Bradley Barcola pada menit ke-71 namun mereka malah kembali kebobolan dua menit kemudian melalui Folarin Balogun. (AFP/Franck Fife)

Keinginan hengkang yang telah menjadi konsumsi publik menempatkan Barcola dalam posisi rumit di ruang ganti PSG. Situasi ini berpotensi memengaruhi atmosfer tim jika ia bertahan.

Luis Enrique dikenal hanya mengandalkan pemain yang benar-benar berkomitmen terhadap proyek tim. Jika kepindahan ke Liverpool gagal, Bradley Barcola berpotensi semakin jarang memperoleh kesempatan bermain.

Keputusan pada bursa transfer kali ini menjadi penentu penting arah kariernya. Barcola memang mengincar tantangan baru bersama Liverpool, tetapi langkah tersebut bisa menjadi bumerang bila proses transfer tidak berakhir sesuai harapan.

Sumber: Sports Illustrated

Berita Terkait