Bruno Guimaraes Sindir Sunderland Usai Cetak Gol untuk Arsenal: Gesturnya Bikin Fans Tuan Rumah Geram

Gelandang asal Brasil itu masuk sebagai pemain pengganti dan hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Bola.com, Jakarta - Bruno Guimaraes langsung mencuri perhatian setelah mencetak gol pertamanya untuk Arsenal. Bukan hanya karena gol itu membantu The Gunners mengalahkan Sunderland 2-0, tetapi juga karena selebrasinya yang dianggap sebagai sindiran kepada tuan rumah.

Gelandang asal Brasil itu masuk sebagai pemain pengganti dan hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Momen tersebut makin menarik karena Guimaraes sebelumnya menghabiskan empat setengah tahun bersama rival Sunderland, Newcastle United.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bruno Guimaraes Masuk dari Bangku Cadangan dan Langsung Cetak Gol

Guimaraes tidak masuk starting XI Arsenal saat menghadapi Sunderland di Stadium of Light. Mikel Arteta memilih menempatkannya di bangku cadangan.

Namun, keputusan itu tidak menghalangi sang gelandang untuk memberikan dampak besar. Guimaraes masuk pada babak kedua ketika pertandingan masih berlangsung ketat.

Sebelum gol tersebut tercipta, Arsenal bahkan berada dalam situasi genting. Sunderland mendapatkan hadiah penalti dan berpeluang membuka keunggulan.

Beruntung bagi Arsenal, David Raya tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi penalti Sunderland.

Hanya sekitar tiga menit kemudian, Guimaraes mencetak gol melalui tembakan jarak jauh untuk membawa The Gunners unggul 1-0.

Gol itu menjadi gol perdana Guimaraes bersama Arsenal sejak kepindahannya dari Newcastle.

Gestur Guimaraes Dianggap Sindiran untuk Sunderland

Setelah bola bersarang di gawang Sunderland, Guimaraes berlari menuju sudut lapangan untuk merayakan gol.

Di sana, ia terlihat membuat gestur dengan mendekatkan jari telunjuk dan ibu jarinya.

Gestur tersebut dianggap sebagai pesan bahwa Sunderland merupakan klub yang lebih kecil dibandingkan Newcastle United, mantan klubnya.

Guimaraes kemudian meletakkan kedua tangannya di telinga sebelum dikerumuni rekan-rekan setimnya.

Selebrasi itu langsung memancing reaksi dari publik Stadium of Light. Sorakan dan cemoohan terdengar dari tribune setelah Guimaraes mencetak gol.

Atmosfer tersebut sebenarnya sudah terasa sejak sebelum gol. Fans Sunderland disebut terus mencemooh setiap kali Guimaraes menyentuh bola.

Wajar jika kedatangan Guimaraes ke Stadium of Light menjadi perhatian khusus. Sang pemain memiliki ikatan kuat dengan Newcastle, yang merupakan rival Sunderland.

Pernah Mengaku Sangat Mencintai Newcastle

Kepindahan Guimaraes ke Arsenal mengakhiri perjalanan empat setengah tahunnya bersama Newcastle.

Saat meninggalkan St James' Park, pemain Brasil itu menyampaikan pesan emosional dan mengakui bahwa keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah.

"Ini adalah salah satu keputusan tersulit dalam hidup saya. Ketika saya datang, klub berada dalam situasi yang sulit dan saya sangat bangga dengan apa yang kami capai bersama."

Guimaraes juga mengungkapkan betapa dekat dirinya dengan Newcastle dan para suporternya.

"Saya jatuh cinta dengan tempat ini. Saya benar-benar serius. Sejak hari pertama, para suporter, rekan-rekan setim, Eddie dan staf, serta semua orang yang terhubung dengan klub membuat saya dan keluarga merasa seperti di rumah."

Ia juga berterima kasih kepada pemilik Newcastle, PIF, serta jajaran petinggi klub yang berusaha mempertahankannya.

"Kepindahan ini sangat sulit karena Newcastle sangat berarti bagi saya, tetapi saya ingin merasakan sesuatu yang baru dalam hidup saya. Saya merasa siap untuk tantangan baru bagi diri saya dan keluarga."

Karena itu, gestur Guimaraes setelah mencetak gol untuk Arsenal di kandang Sunderland semakin menarik perhatian.

Meski belum ada penjelasan langsung mengenai maksud selebrasinya, latar belakang rivalitas Newcastle dan Sunderland membuat gestur tersebut mudah ditafsirkan sebagai sindiran.

Arsenal Menang 2-0, Guimaraes Jadi Pembeda

Arsenal akhirnya mengamankan kemenangan 2-0 di Stadium of Light. Setelah gol Guimaraes, Bukayo Saka memastikan kemenangan The Gunners melalui eksekusi penalti pada masa injury time.

Bagi Guimaraes, penampilan tersebut menjadi bukti mengapa Arsenal rela mengeluarkan dana hingga 75 juta pound untuk mendapatkannya.

Perjalanannya di London Utara memang belum sepenuhnya mulus. Cedera sempat membuatnya harus menepi.

Namun, kontribusinya ketika Arsenal membutuhkan pemain pembeda menunjukkan nilai penting yang dimilikinya.

Di sisi lain, Newcastle sebenarnya tidak ingin kehilangan pemain yang dianggap sangat penting bagi tim.

Guimaraes hanya menyisakan satu tahun dalam kontraknya ketika transfer terjadi, tetapi nilai transfer tersebut tetap berada di bawah valuasi Newcastle terhadap sang gelandang.

Kini, Guimaraes dan Arsenal akan bersiap menghadapi Ipswich Town pada putaran ketiga Carabao Cup, Selasa malam.

Menarik untuk melihat apakah Arteta akan memberikan kesempatan kepada sang gelandang untuk tampil sejak menit pertama setelah menjadi pahlawan kemenangan di markas Sunderland.

Sumber: Football London

Persaingan di Premier League

Video Populer

Foto Populer