Premier League Bersuara, Tolak Rencana Gianni Infantino soal Hak Komersial Piala Dunia

Premier League ikut menolak rencana Gianni Infantino jual hak komersial Piala Dunia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Juli 2026, 14:15 WIB
Ilustrasi Liga Inggris, Premier League. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Premier League menyatakan tidak mendukung rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang ingin membuka investasi swasta dalam pengelolaan hak komersial Piala Dunia.

Infantino sebelumnya mengungkapkan gagasan membentuk perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise, yang didukung Joshua Kushner, satu di antara pemilik Thrive Capital sekaligus adik Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Advertisement

Perusahaan itu dirancang untuk menyatukan pengelolaan hak komersial FIFA dalam satu entitas.

Dalam komunikasinya kepada 211 asosiasi anggota FIFA, Infantino menyebut setiap federasi yang mendukung proposal tersebut sebelum 19 September akan menerima sekitar 30 juta paun (Rp724,1 miliar). Sementara itu, asosiasi yang menolak disebut akan memperoleh dana yang jauh lebih kecil.

Infantino berencana membentuk anak perusahaan senilai 20 miliar dolar AS, dengan 20 persen saham dimiliki investor.

Entitas tersebut nantinya akan mengelola berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.


Pernyataan European Leagues

Ilustrasi Premier League, Liga Inggris. (Bola.com/AI)

Rencana itu mendapat penolakan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan UEFA. Bahkan, UEFA dijadwalkan mengumpulkan 55 asosiasi anggotanya untuk membahas langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memboikot kompetisi FIFA.

Di tengah situasi tersebut, Premier League menyatakan dukungannya terhadap sikap yang telah disampaikan organisasi European Leagues.

"Premier League adalah anggota pendiri European Leagues dan sepenuhnya mendukung pernyataan tersebut," demikian bunyi pernyataan Premier League.

Dalam pernyataan resminya, European Leagues menyebut langkah Infantino mencari investasi swasta untuk anak perusahaan baru FIFA yang akan mengelola kegiatan komersial dan penyelenggaraan turnamen sebagai perkembangan yang sembrono dan memecah belah sepak bola dunia.

Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa Piala Dunia tidak seharusnya diperjualbelikan.

Menurut European Leagues, Piala Dunia bukanlah aset investasi pribadi Presiden FIFA. Nilai kompetisi tersebut dibangun setiap hari oleh liga, klub, pemain, dan suporter yang justru tidak memiliki suara maupun hak memilih dalam proses tersebut.

 


Tidak Transparan dan Sepihak

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Mereka menyatakan menolak proposal itu karena menilai keberhasilan sepak bola selama ini dibangun melalui struktur piramida yang terbuka serta keseimbangan antara kompetisi domestik dan internasional.

Kesempatan komersial, menurut mereka, seharusnya memperkuat fondasi tersebut, bukan berisiko mengubahnya.

European Leagues juga menilai proses yang ditempuh FIFA tidak transparan dan dilakukan secara sepihak.

Organisasi itu mengaitkannya dengan pola pengambilan keputusan FIFA yang sebelumnya mendorong mereka mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa terkait kalender pertandingan internasional.

Mereka menegaskan bahwa setiap usulan mengenai kalender maupun kompetisi seharusnya disusun melalui proses yang transparan, akuntabel, inklusif, serta melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan.

European Leagues menyatakan akan terus bekerja sama dengan UEFA untuk menjaga kepentingan jangka panjang sepak bola. Mereka juga berharap asosiasi-asosiasi anggota FIFA di seluruh dunia akan mencermati proposal tersebut secara saksama.


Keputusan sebelum 19 September

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Infantino disebut telah memberi tahu seluruh 211 asosiasi anggota FIFA bahwa mereka harus menyetujui skema tersebut paling lambat 19 September apabila ingin menerima pendanaan sekitar 30 juta paun untuk siklus FIFA 2027–2030.

Skema itu juga mencakup pembayaran satu kali sebesar 15 juta paun yang dijadwalkan cair pada Januari tahun depan.

Di sisi lain, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, diperkirakan akan menggalang dukungan dari 55 asosiasi anggota UEFA menyusul munculnya tuntutan agar dilakukan boikot terhadap FIFA sebagai respons atas proposal tersebut.

Meski demikian, Presiden Asosiasi Sepak Bola Ceko, David Trunda, telah menyatakan dukungannya terhadap rencana Infantino.

Menurut Trunda, kerja sama yang erat dengan Gianni Infantino dan timnya berpotensi memberikan manfaat pragmatis bagi sepak bola Ceko.

Ia mengakui masih memerlukan perincian lebih lanjut mengenai proposal tersebut, tetapi secara pribadi melihat adanya dampak positif dari niat FIFA tersebut.

 

Sumber: Express

Berita Terkait