Best XI Chelsea Impian Xabi Alonso, Banyak Andalkan Amunisi Baru

Xabi Alonso resmi ditunjuk sebagai manajer baru Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu akan mulai menangani The Blues pada musim 2026/2027 setelah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 30 Juli 2026, 19:45 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Xabi Alonso resmi ditunjuk sebagai manajer baru Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu akan mulai menangani The Blues pada musim 2026/2027 setelah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun.

Namun, seperti apa wajah Chelsea di bawah arahan Xabi Alonso?

Advertisement

Fleksibilitas taktik menjadi salah satu keunggulan utama Alonso. Saat melatih di Spanyol, ia kerap menggunakan berbagai variasi formasi 4-3-3, sedangkan ketika berkarier di Jerman. Ia meraih kesuksesan besar dengan skema 3-4-2-1.

Apabila Alonso memutuskan menerapkan formasi tiga bek bersama Chelsea, ditambah kemungkinan hadirnya sejumlah rekrutan bintang pada bursa transfer, siapa saja yang berpeluang mengisi setiap posisi dalam susunan pemainnya?

Berikut best XI Chelsea impian Xabi Alonso, seperti dikutip dari Planet Football


Kiper: Mike Penders

Kiper asal Belgia milik Strasbourg, #01 Mike Penders, mencegat bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Prancis antara US Avranches dan RC Strasbourg di Stadion Rene-Fenouillere di Avranches, Prancis barat pada 10 Januari 2026. (Lou BENOIST/AFP)

Chelsea akan menghadapi keputusan besar terkait posisi penjaga gawang pada bursa transfer musim panas 2026. Robert Sanchez memang sempat tampil impresif dalam beberapa periode, tetapi penampilannya belum sepenuhnya mampu meyakinkan semua pihak. Posisinya sebagai kiper utama berpotensi mendapat ancaman.

Ancaman tersebut tampaknya bukan datang dari Filip Jorgensen. Kiper pelapis Chelsea itu gagal memenangi persaingan untuk menjadi starter dan berpeluang mencari klub baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

Di sisi lain, Mike Penders terus menunjukkan perkembangan positif selama menjalani masa peminjaman di Strasbourg. Kiper yang baru akan berusia 21 tahun pada musim panas ini memang masih tergolong muda, sehingga sebagian pihak mungkin meragukan kesiapannya tampil sebagai kiper utama Chelsea.

Namun, keputusan berani memberi kepercayaan kepada Penders bisa menjadi langkah yang dibutuhkan Chelsea untuk memulai era baru di bawah Xabi Alonso.

 

 


Bek Tengah Kanan: Maxence Lacroix

Bek Crystal Palace asal Prancis #05, Maxence Lacroix (kiri), berebut bola dengan gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes, dalam pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Manchester United di Selhurst Park, London selatan, pada 30 November 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Chelsea sedang berburu tambahan kekuatan di lini belakang pada bursa transfer musim panas ini, terutama karena Xabi Alonso berpotensi menerapkan skema tiga bek yang membutuhkan kedalaman skuad lebih baik.

Wesley Fofana akhirnya kembali tampil reguler sepanjang musim lalu. Itu menjadi musim tersibuknya bersama Chelsea setelah sebelumnya berkali-kali diganggu cedera.

Menariknya, ketika Xabi Alonso membawa Bayer Leverkusen menjalani musim tak terkalahkan pada 2023/2024, Fofana bahkan tidak sekalipun tampil untuk Chelsea karena masih berkutat dengan cedera.

Kini, bek asal Prancis tersebut berpotensi kehilangan tempatnya setelah Chelsea dikabarkan memenangkan persaingan untuk mendapatkan bek Crystal Palace, Maxence Lacroix. The Blues disebut telah mencapai kesepakatan transfer senilai 52 juta poundsterling untuk memboyong sang pemain.    

Maxence Lacroix tampil impresif bersama Crystal Palace dan dinilai sebagai sosok yang siap memperkuat lini belakang Chelsea tanpa membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi.

Bek asal Prancis itu juga bukan sosok asing bagi Xabi Alonso. Keduanya pernah beberapa kali saling berhadapan saat masih berkarier di Bundesliga, ketika Lacroix membela Wolfsburg dan Alonso menangani Bayer Leverkusen.

Pengalaman tersebut diyakini akan memudahkan Alonso dalam memaksimalkan potensi sang bek jika benar bergabung dengan Chelsea.    


Bek Tengah: Levi Colwill

Manajer Gareth Southgate memanggil bek Chelsea, Levi Colwill, untuk membela Timnas Inggris pada Kualifikasi Piala Eropa 2024. (AFP/Tim Nwachukwu)

Xabi Alonso membutuhkan sosok yang bisa menjadi pemimpin di jantung pertahanan, seperti peran yang dulu dimainkan wakil kapten Bayer Leverkusen, Jonathan Tah, yang kini telah bergabung dengan Bayern Munchen.

Trevoh Chalobah sebenarnya menjadi salah satu kandidat kuat. Bek berusia 26 tahun itu mampu membalikkan keadaan dan menjadi satu di antara pemain yang paling sering dimainkan Chelsea musim lalu.

Namun, masa depannya kembali diselimuti tanda tanya setelah dikaitkan dengan kepindahan ke klub lain.

Karena itu, Levi Colwill diprediksi akan digeser ke posisi bek tengah dalam formasi tiga bek Chelsea.

Musim depan bisa menjadi momen penting bagi Colwill untuk bangkit setelah cedera ligamen lutut (ACL) membuatnya harus menepi hampir sepanjang musim lalu.

 

 


Bek Tengah Kiri: Jorrel Hato

Jorrel Hato dari Chelsea (kiri) dan Federico Chiesa dari Liverpool berebut bola selama pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Chelsea di Liverpool, Inggris, Sabtu, 9 Mei 2026. (AP Photo/Ian Hodgson)

Salah satu alasan Colwill ditempatkan di tengah adalah karena Chelsea telah memiliki bek berkaki kiri lainnya, yakni Jorrel Hato.

Bek asal Belanda itu mencatatkan 22 penampilan di Premier League pada musim debutnya. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Hato diprediksi memegang peran yang jauh lebih besar.

Namun, semuanya bergantung pada kemampuannya memenuhi potensi besar yang telah ia tunjukkan sejak menembus tim utama Ajax.

 

 


Wing-back Kanan: Marco Palestra

Bek Atalanta, Marco Palestra. (Isabella BONOTTO / AFP)

Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Marco Palestra sebagai rekrutan pertama pada era kepelatihan Xabi Alonso.

Klub asal London Barat berharap pemain berusia 21 tahun itu mampu melanjutkan performa impresifnya setelah menjalani musim terobosan bersama Cagliari.

Palestra tampil di Cagliari sebagai pemain pinjaman dari Atalanta. Klub asal Bergamo tersebut lebih memilih menjualnya dengan nilai transfer besar ketimbang membawanya kembali ke dalam skuad.

Berkat kontribusi bertahan dan menyerangnya, Palestra dinobatkan sebagai bek terbaik Serie A musim lalu.

Ia sangat nyaman bermain sebagai wing-back. Meski tantangan di Chelsea jauh lebih besar, Palestra diyakini siap menjawab ekspektasi tersebut.

 


Gelandang Tengah: Adam Wharton

Penyerang Everton asal Senegal #10, Iliman Ndiaye (kiri), berebut bola dengan gelandang Crystal Palace asal Inggris #20, Adam Wharton (kanan), dalam pertandingan Premier League antara Everton dan Crystal Palace di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Inggris barat laut, pada 5 Oktober 2025. (Darren Staples/AFP)

Reece James tentu masih menjadi opsi untuk mengisi sisi kanan permainan Chelsea. Dalam formasi 3-4-2-1, kapten Chelsea itu bisa dimainkan sebagai bek tengah kanan, wing-back, maupun gelandang bertahan.

Musim lalu James cukup sering tampil di lini tengah dan memperlihatkan kualitas lewat kekuatan fisik serta distribusi bolanya.

Namun, karena James kemungkinan akan bergantian mengisi beberapa posisi, Chelsea dinilai membutuhkan gelandang spesialis yang bisa diandalkan setiap pekan.

Bersama Maxence Lacroix, Chelsea juga ingin memboyong Adam Wharton dari Crystal Palace. Gelandang Timnas Inggris itu tampil impresif di Selhurst Park dan disebut siap melangkah ke level yang lebih tinggi bersama The Blues.

 

 


Gelandang Tengah: Moises Caicedo

Pemain Chelsea, Moises Caicedo (kanan), berebut bola dengan pemain PSG, Warren Zaire-Emery dalam pertandingan Liga Champions di Stamford Bridge, Inggris, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kin Cheung)

Moises Caicedo tetap menjadi satu di antara pemain paling penting di skuad Chelsea. Musim lalu, gelandang asal Ekuador itu menempati urutan ketiga dalam daftar pemain dengan menit bermain terbanyak di semua kompetisi.

Di usia 24 tahun, Caicedo diprediksi masih akan terus berkembang. Hampir mustahil Chelsea mencadangkannya jika dalam kondisi fit.

 

 


Wing-back Kiri: Maxi Araujo

Setelah Marc Cucurella hengkang ke Real Madrid, Chelsea diperkirakan harus mencari pengganti di sektor kiri pertahanan.

Jika Alonso memilih menggunakan empat bek, Jorrel Hato bisa dimainkan sebagai bek kiri. Namun, dalam sistem tiga bek, Hato dinilai kurang ideal untuk beroperasi sebagai wing-back.

Salah satu nama yang dikabarkan masuk radar Chelsea adalah Maxi Araujo, yang kini membela Sporting CP.

Pemain asal Uruguay itu mencetak lima gol di Liga Portugal musim lalu dan kini memasuki usia emas sebagai pesepak bola, yakni 26 tahun.

 

 


Gelandang Serang: Cole Palmer

Cole Palmer, gelandang serang berusia 21 tahun milik Chelsea yang baru didatangkan pada awal musim 2023/2024 dari Manchester City ini total telah mencetak 8 gol dan 4 assist dari 17 laga di Premier League 2023/2024. Bersama Timnas Inggris, ia telah mengoleksi 2 caps. Keduanya terjadi pada kualifikasi Euro 2024, termasuk laga debutnya saat menang 2-0 atas Malta pada 17 November 2023. (AP Photo/Alastair Grant)

Cole Palmer memang mengalami penurunan produktivitas musim lalu. Ia hanya mampu mencetak gol atau assist dalam delapan pertandingan Premier League.

Meski begitu, Palmer tetap dianggap sebagai salah satu talenta terbaik yang dimiliki Chelsea dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari masa depan klub.

Di bawah arahan Xabi Alonso, Palmer diperkirakan akan mengemban peran mirip Florian Wirtz, yakni sebagai playmaker yang bermain di belakang penyerang.

Chelsea tentu berharap Palmer bisa tampil lebih efektif dalam menjalankan peran tersebut.

 

 


Gelandang Serang: Morgan Rogers

Morgan Rogers merayakan golnya ke gawang Manchester United, Minggu (21/12/2025) (Jacob King/PA via AP)

Chelsea menggelontorkan dana fantastis sebesar 117 juta poundsterling untuk merekrut Morgan Rogers, mengalahkan Arsenal dalam perburuan tanda tangan sang pemain.

Rogers tampil sebagai starter saat Timnas Inggris menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 dan kini dianggap sebagai satu di antara pemain muda terbaik di Premier League.

Kehadirannya menjadi pencapaian besar bagi Xabi Alonso pada awal masa kepemimpinannya di Stamford Bridge.

 

 


Penyerang: Joao Pedro

Joao Pedro tampil sebagai mesin pencetak gol Chelsea saat bertandang ke markas Aston Villa dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Villa Park, Birmingham pada Rabu (04/03/2026) waktu setempat. (AP Photo/Dave Shopland)

Joao Pedro menjadi satu di antara sedikit pemain Chelsea yang mendapat banyak pujian musim lalu setelah mencetak 20 gol pada musim debutnya bersama The Blues.

Striker asal Brasil itu berhasil memenangkan persaingan dengan Liam Delap dan kini bersiap menghadapi tantangan baru dengan kemungkinan datangnya Emmanuel Emegha.

Meski juga mampu dimainkan sebagai penyerang kedua, Pedro tetap menjadi pilihan utama Chelsea untuk memimpin lini depan.

Xabi Alonso dikenal menyukai penyerang bertubuh tinggi sebagai target man. Karakter tersebut cocok dimiliki Pedro maupun Emegha. Namun, untuk saat ini, posisi starter masih sepenuhnya menjadi milik Joao Pedro.    

Sumber: Planet Football

Berita Terkait