Bola.com, Jakarta - Xabi Alonso mulai kehilangan kesabaran dengan masalah terbesar Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu secara blak-blakan menyebut timnya terlalu lembek setelah kembali gagal mempertahankan keunggulan di Premier League.
Chelsea harus puas bermain imbang 2-2 melawan tim promosi Hull City di Stamford Bridge, Sabtu (12/9/2026). Hasil itu membuat The Blues kehilangan poin dalam dua laga beruntun.
Chelsea sebenarnya mampu mencetak gol lebih dahulu. Namun, Hull City bangkit dan mencetak dua gol hanya dalam rentang enam menit. Joao Pedro akhirnya menyelamatkan Chelsea lewat gol penyama kedudukan.
Masalahnya, bagi Alonso, persoalan Chelsea bukan sekadar hasil akhir. Pola yang sama terus berulang: tampil bagus ketika menyerang, tetapi terlalu mudah dihukum ketika kehilangan konsentrasi.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Xabi Alonso: Chelsea Terlalu Lembek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346996/original/012539500_1789234372-000_C84R69N.jpg)
Alonso tidak berusaha menutupi kelemahan timnya. Ia bahkan mengakui Chelsea memang mampu menghadirkan pertandingan yang menghibur, tetapi dirinya lebih memilih laga yang membosankan jika itu berarti The Blues bisa mengamankan kemenangan.
"Semua ini mungkin menghibur. Tetapi saya berharap suatu hari Anda mengatakan bahwa itu adalah pertandingan yang membosankan dan kami menang, serta kami tidak memberikan momen-momen menghibur seperti ini," ujar Alonso.
Menurutnya, Chelsea kembali mengulangi pola kesalahan yang sama. Setelah unggul dan mengendalikan pertandingan, The Blues justru memberikan kesempatan kepada lawan untuk kembali ke permainan.
"Ini akan membutuhkan waktu, atau momen-momen tertentu, untuk memperbaikinya ketika kami sudah unggul. Anda tetap harus berkompetisi dan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali, terutama pada gol pertama. Kami bisa melakukan jauh lebih baik," lanjutnya.
Alonso bahkan menggunakan istilah yang cukup keras untuk menggambarkan bagaimana Chelsea kehilangan momentum.
"Itu terlalu lembek untuk memberikan mereka harapan seperti ini. Sampai saat itu kami mengontrol pertandingan dan menciptakan peluang, tetapi momentum yang kami miliki mengubah suasana dan skor pertandingan," tegasnya.
Chelsea Sudah Kebobolan 12 Gol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331971/original/056314400_1787608667-AP26236688766340-Chelsea.jpg)
Kerapuhan pertahanan menjadi persoalan serius bagi Chelsea di awal musim 2026/2027. The Blues sudah kebobolan 12 gol dalam enam pertandingan di semua kompetisi.
Dalam tiga pertandingan yang dimainkan sepanjang enam hari pekan lalu saja, Arsenal, Leeds United, dan Hull City mampu mencetak total tujuh gol ke gawang Chelsea.
Bagi Alonso, persoalannya bukan hanya kesalahan individu. Organisasi pertahanan, konsentrasi, intensitas, hingga mentalitas para pemain juga menjadi sorotan.
"Kami bisa lebih baik, tentu saja kami bisa lebih baik," aku Alonso.
"Kami perlu tahu bahkan ketika kami unggul, bagian yang sangat penting dari pertandingan adalah tetap kompak, menjaga jarak antarpemain dan bermain intens dalam situasi bertahan. Saya yakin kami bisa melakukan lebih baik."
Alonso juga mengingatkan tim mana pun di Premier League bisa menghukum Chelsea apabila mereka lengah.
"Kami harus sadar dari situasi apa pun, tim mana pun di Premier League bisa menyakiti Anda. Hari ini itu terjadi dari bola panjang, dua kali pantulan, dan bagaimana situasinya terjadi," kata Alonso.
"Anda harus sangat waspada dan siap bahwa bahaya bisa datang dari situasi apa pun. Jika Anda lembek atau tidak siap, Anda akan dihukum. Dan kami sudah dihukum dengan cara seperti itu."
Bukan Cuma Sistem, Pemain Chelsea juga Bermasalah
Chelsea memang masih beradaptasi dengan metode Alonso. Pelatih asal Spanyol itu lebih banyak menggunakan formasi tiga bek dengan wing-back, meski dalam beberapa pertandingan juga kembali menggunakan empat bek, termasuk saat menghadapi Hull City.
Namun, persoalan Chelsea tampaknya lebih besar daripada sekadar proses adaptasi terhadap sistem baru.
Sejumlah pemain belakang juga belum mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Levi Colwill masih kesulitan menemukan performa terbaik setelah kembali dari cedera ACL yang membuatnya absen hampir satu tahun. Jorrel Hato juga tampil tidak konsisten dan melakukan kesalahan fatal ketika membiarkan bola memantul melewatinya dalam proses terciptanya gol kedua Hull.
Selain keduanya, Wesley Fofana, Maxence Lacroix, Malo Gusto, dan Josh Acheampong juga telah mendapat kesempatan bermain di lini belakang. Namun, mereka belum mampu membuat pertahanan Chelsea benar-benar solid.
Masalah bahkan merembet ke posisi penjaga gawang.
Setelah Robert Sánchez melakukan sejumlah kesalahan, Alonso mendatangkan Emiliano Martínez untuk memperbaiki masalah di bawah mistar.
Namun, kiper asal Argentina itu juga menjalani awal yang tidak meyakinkan di Stamford Bridge dan beberapa kali melakukan kesalahan.
Alonso Tidak Bisa Terus Menjadi Pemadam Kebakaran
Situasi tersebut membuat tugas Alonso semakin berat. Ia memang bisa mengubah formasi, memberikan instruksi, serta melakukan pergantian pemain, tetapi pada akhirnya para pemain harus bertanggung jawab terhadap performa mereka sendiri.
Chelsea memiliki salah satu lini serang paling berbahaya di Premier League. Namun, kekuatan itu menjadi kurang berarti jika pertahanan terus memberikan lawan kesempatan untuk mencetak gol.
Hasil imbang melawan Hull menjadi contoh terbaru. Chelsea mampu mencetak dua gol, tetapi kembali gagal mempertahankan keunggulan ketika pertandingan seharusnya berada dalam kendali mereka. Alonso pun mulai menuntut perubahan mentalitas.
Para pemain harus lebih agresif ketika bertahan, menjaga jarak antarlini, memenangkan duel, serta tidak memberikan lawan kesempatan mudah untuk bangkit.
Jika masalah tersebut tidak segera diperbaiki, Chelsea berpotensi terus kehilangan poin dalam pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangi.
Bagi Alonso, pertandingan yang menghibur bukan lagi prioritas. Ia membutuhkan Chelsea yang lebih keras, lebih disiplin, dan tidak mudah runtuh setelah unggul.
Sumber: Sports Illustrated
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336117/original/041644400_1788133814-000_C6UR93T.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304394/original/038011800_1784714028-500x656_-_Trilogi_Bola_Putri_ALT.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325940/original/066277700_1786947216-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_12.20.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331213/original/098579800_1787506421-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_23.39.40-Thailand_juara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327273/original/057541200_1787090211-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331132/original/084809100_1787485316-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_18.27.53-Malaysia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331049/original/087222300_1787473134-jordan-2-.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331081/original/061168000_1787479638-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_16.45.25.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330163/original/090749500_1787327583-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_22.17.32__1_-Indonesia_vs_Yordania.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330058/original/080861400_1787311712-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.30.36-Thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330162/original/084467300_1787327583-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_22.28.12-Indonesia_vs_Yordania.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346485/original/021486500_1789149372-CHELSEA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336109/original/046365000_1788130646-Chelsea_s_Joao_Pedro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336108/original/035909800_1788130534-Chelsea_s_Joao_Pedro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351701/original/029914300_1758082693-jay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347493/original/086763700_1789344275-jay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347055/original/056989600_1789267432-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_09.17.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347056/original/070587300_1789267432-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_09.17.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341957/original/034860200_1757342238-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-09.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4892588/original/096587300_1721098009-Gaya_Santai_Orang_Terkaya_dan_Berkuasa_Ketika_Kumpul-AFP__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298206/original/007801400_1784152342-063_2286278842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5051703/original/048005400_1734284290-470666498_908516738148907_5191384794517866434_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306465/original/055972000_1784879501-tavares.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347447/original/098671400_1789313486-Aleksa_Andrejic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347425/original/008608600_1789307566-Fabio_Lefundes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347383/original/077948200_1789299350-juan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336117/original/041644400_1788133814-000_C6UR93T.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347457/original/027633000_1789317501-phil_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6005882/original/047206200_1778898625-AP26135730682537.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345766/original/085264500_1789091253-AP26253755677146-Carrick.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347474/original/088442300_1789326023-bruno.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347465/original/099815400_1789318976-000_C87R4TC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347475/original/056071200_1789326197-000_C87R4T6-erling_haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181433/original/094556000_1743979511-JUVE_ROMA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289607/original/098662900_1753074718-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_12.09.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1662905/original/003171100_1501352511-Taman_Nasional_Gunung_Gede_Pangrango.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446609/original/066893700_1765931612-Kapolri_Jenderal_Listyo_Sigit_Prabowo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3560138/original/068350600_1630651083-20210903-Bus-Sekolah-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/849467/original/025285500_1428837125-Ilustrasi-pembunuhan-wanita-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345296/original/029953500_1789028707-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_15.20.35.jpeg)