Maxence Lacroix Resmi ke Chelsea, Apa Alasan Xabi Alonso Memilihnya?

Chelsea merekrut Maxence Lacroix dari Crystal Palace seharga £51 juta, kontrak enam musim. Kecepatan dan duel 1v1 cocok dengan kebutuhan Xabi Alonso.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 Juli 2026, 18:38 WIB
Bek Crystal Palace asal Prancis #05, Maxence Lacroix (kiri), berebut bola dengan gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes, dalam pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Manchester United di Selhurst Park, London selatan, pada 30 November 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Chelsea meresmikan transfer Maxence Lacroix dari Crystal Palace dengan nilai £51 juta (sekitar Rp1,22 triliun). Bek tengah asal Prancis berusia 26 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi enam musim di Stamford Bridge.

Langkah ini menandai perubahan arah rekrutmen The Blues yang mulai mengutamakan pemain berpengalaman di usia emas. Maxence Lacroix diproyeksikan tidak sekadar menambah kedalaman, tetapi menjadi sosok yang siap mengambil peran inti sejak awal.

Advertisement

Xabi Alonso membutuhkan bek yang menghadirkan kualitas, kepemimpinan, dan konsistensi dari hari pertama kompetisi. Profil Lacroix yang nyaman membangun serangan dari belakang selaras dengan pendekatan permainan sang pelatih.

Secara fisik, Lacroix memiliki paket lengkap di level tertinggi. Dengan tinggi sekitar 193 sentimeter, ia kuat di duel udara dan menjaga garis belakang saat menghadapi serangan balik cepat.


Kecepatan, Duel, dan Ketenangan Bola Lacroix

Maxence Lacroix (26) dari Prancis membantu Joergen Strand Larsen (11) dari Norwegia berdiri setelah Prancis mengalahkan Norwegia 4-1 dalam pertandingan Grup I Piala Dunia di Foxborough, Mass., dekat Boston, Sabtu, 27 Juni 2026. (AP Photo/Steven Senne)

Salah satu alasan utama Chelsea mengamankan Maxence Lacroix adalah kecepatan. Sejak bergabung ke Liga Inggris pada 2024, ia masuk jajaran lima bek tengah tercepat di kompetisi tersebut, atribut krusial untuk bertahan dalam ruang terbuka.

Keunggulan itu tercermin pada performanya dalam duel satu lawan satu. Statistik menunjukkan Lacroix menjadi pemain dengan tingkat keberhasilan terbaik dalam merebut kembali bola pada situasi tersebut di antara pemain yang menghadapi sedikitnya 50 duel selama dua musim terakhir.

Di luar kemampuan bertahan, Lacroix juga nyaman mengalirkan bola dari belakang. Kemampuan membangun serangan dari lini pertahanan memberi Chelsea opsi progresi yang sesuai dengan model permainan Xabi Alonso.


Perkembangan di Crystal Palace dan Penilaian Oliver Glasner

Striker Manchester City Erling Haaland berduel dengan bek Crystal Palace Maxence Lacroix pada laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026. (Glyn KIRK / AFP)

Maxence Lacroix datang ke London usai dua musim impresif bersama Crystal Palace. Penampilannya berkembang pesat hingga menjadi salah satu bek paling konsisten di Liga Inggris selama periode itu.

Oliver Glasner, pelatih yang pernah bekerja sama dengannya di Jerman dan Inggris, memberi apresiasi terhadap proses tersebut. "Ada Maxence Lacroix yang datang dari Wolfsburg, dan banyak yang bertanya, 'Mengapa Anda merekrut pemain ini?' Menurut saya, dia berkembang pesat."

Atribut fisiknya memberi ruang bagi gaya bertahan yang adaptif. Dengan tinggi sekitar 193 sentimeter, Lacroix tangguh mengadang bola-bola udara dan mampu menjaga struktur pertahanan saat transisi negatif menghadang lini belakang.


Kebutuhan Xabi Alonso dan Pergeseran Rekrutmen Chelsea

Xabi Alonso, Chelsea. (Foto by Gemini AI)

Chelsea memandang Lacroix sebagai jawaban atas masalah pertahanan musim lalu. Klub menilai sektor belakang membutuhkan tambahan kekuatan fisik, pengalaman, serta karakter pemimpin yang dapat menjaga konsistensi performa.

Transfer ini juga menandai perubahan pendekatan rekrutmen. Setelah beberapa musim fokus pada talenta muda, The Blues kini melengkapi skuad dengan pemain matang yang siap memberikan dampak instan di Premier League.

Dengan kualitas bertahan, kecepatan, dan pengalaman di Liga Inggris, Maxence Lacroix diproyeksikan menjadi fondasi baru lini belakang Chelsea. Tantangan berikutnya adalah membuktikan keputusan klub merekrutnya merupakan langkah tepat menuju musim baru.

Sumber: Sky Sports

Berita Terkait