Bola.com, Jakarta - Goncalo Ramos menjadi amunisi anyar AC Milan untuk memperkuat lini depan musim ini. Penyerang asal Portugal berusia 25 tahun itu sudah bergabung dengan skuad Rossoneri di Perth, memulai persiapan pramusim bersama tim asuhan Ruben Amorim.
Manajemen Milan menggelontorkan 75 juta euro (Rp 1,43 triliun) di luar bonus untuk merekrut Ramos dari PSG. Investasi besar ini diyakini sepadan dengan profil dan kualitas yang dibawanya ke San Siro.
Ekspektasi klub tidak berhenti pada urusan gol. Ramos diharapkan menjadi pusat permainan di lini depan, menjembatani penyelesaian akhir dan fase awal serangan agar struktur tim berjalan efektif.
Fokus AC Milan: Ramos Sebagai Pusat Permainan
Ruben Amorim adalah figur yang paling mendorong perekrutan Goncalo Ramos karena menilai karakter sang kompatriot selaras dengan sistem yang akan diterapkan. Peran Ramos diproyeksikan lebih luas ketimbang sekadar finisher.
Ia diharapkan aktif melakukan tekanan sejak lini depan sekaligus membantu membangun serangan. Kecepatan, teknik, dan kecerdasan membaca ruang ditempatkan setara pentingnya dengan ketajaman mencetak gol dalam skema yang dirumuskan Allenatore asal Portugal tersebut.
Amorim juga menginginkan trio penyerang yang saling melengkapi di setiap pertandingan. Ramos memang akan menjadi titik tumpu serangan, tapi ia juga dituntut membuka ruang dan memberi dukungan bagi rekan-rekan di sektor depan agar skema ofensif Milan kian hidup.
Rekam Jejak dan Produktivitas Goncalo Ramos
Ramos datang ke AC Milan dengan modal prestasi yang solid. Ia telah meraih dua gelar Liga Champions, empat gelar liga secara beruntun bersama Benfica dan PSG, serta menjuarai UEFA Nations League bersama Timnas Portugal.
Produktivitasnya terjaga dalam empat musim terakhir dengan catatan selalu dua digit gol. Pada musim 2022/2023 ia mencetak 27 gol, kemudian 14, 19, dan 12 gol, meski tidak selalu menjadi pilihan utama ketika berseragam PSG.
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga memberikan apresiasi terhadap profesionalisme Ramos. Penyerang Portugal itu tetap mampu memberi dampak positif sekalipun kerap memulai laga dari bangku cadangan, sebuah indikator kontribusi yang konsisten di berbagai peran.
Tantangan Nomor 9 di San Siro dan Peran Ibrahimovic
Di San Siro, Ramos akan mengenakan nomor punggung 9 yang sarat sejarah sekaligus tekanan. Nomor tersebut belum banyak menghadirkan kesuksesan sejak era Filippo Inzaghi, kecuali saat dipakai Olivier Giroud.
Ramos memiliki hubungan baik dengan Zlatan Ibrahimovic, salah satu idolanya selain Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski. Kehadiran Ibrahimovic ikut berperan dalam proses yang meyakinkan Ramos untuk menerima pinangan Rossoneri.
Di sisi lain, proposal senilai 70 juta euro (Rp1,34 triliun) menjadi faktor utama yang mempercepat kesepakatan. Kini, dengan motivasi tinggi membuka lembaran baru, Ramos diharapkan menjawab tuntutan peran yang diinginkan Amorim dan menjadi fondasi penting kebangkitan AC Milan pada musim ini.
Sumber: Sempre Milan