Goncalo Ramos dan Beban Harapan untuk Mengangkat Kualitas Lini Serang AC Milan

AC Milan merekrut Goncalo Ramos dari PSG seharga 75 juta euro. Ruben Amorim ingin ia jadi motor lini depan, bukan hanya finisher.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 Juli 2026, 20:59 WIB
Pemian PSG, Goncalo Ramos melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyeimbang 2-2 ke gawang Tottenham Hotspur dalam laga final UEFA Super Cup yang berlangsung di Bluenergy Stadium, Udinese, Italia, Rabu (13/08/2025) waktu setempat. (AFP/Franck Fife)

Bola.com, Jakarta - Goncalo Ramos menjadi amunisi anyar AC Milan untuk memperkuat lini depan musim ini. Penyerang asal Portugal berusia 25 tahun itu sudah bergabung dengan skuad Rossoneri di Perth, memulai persiapan pramusim bersama tim asuhan Ruben Amorim.

Manajemen Milan menggelontorkan 75 juta euro (Rp 1,43 triliun) di luar bonus untuk merekrut Ramos dari PSG. Investasi besar ini diyakini sepadan dengan profil dan kualitas yang dibawanya ke San Siro.

Advertisement

Ekspektasi klub tidak berhenti pada urusan gol. Ramos diharapkan menjadi pusat permainan di lini depan, menjembatani penyelesaian akhir dan fase awal serangan agar struktur tim berjalan efektif.


Fokus AC Milan: Ramos Sebagai Pusat Permainan

Ilustrasi Ruben Amorim, AC Milan. (Foto by AI)

Ruben Amorim adalah figur yang paling mendorong perekrutan Goncalo Ramos karena menilai karakter sang kompatriot selaras dengan sistem yang akan diterapkan. Peran Ramos diproyeksikan lebih luas ketimbang sekadar finisher.

Ia diharapkan aktif melakukan tekanan sejak lini depan sekaligus membantu membangun serangan. Kecepatan, teknik, dan kecerdasan membaca ruang ditempatkan setara pentingnya dengan ketajaman mencetak gol dalam skema yang dirumuskan Allenatore asal Portugal tersebut.

Amorim juga menginginkan trio penyerang yang saling melengkapi di setiap pertandingan. Ramos memang akan menjadi titik tumpu serangan, tapi ia juga dituntut membuka ruang dan memberi dukungan bagi rekan-rekan di sektor depan agar skema ofensif Milan kian hidup.


Rekam Jejak dan Produktivitas Goncalo Ramos

Perayaan gol Goncalo Ramos pada laga Timnas Portugal melawan Timnas Aremnia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa - AP Photo/Luis Vieira

Ramos datang ke AC Milan dengan modal prestasi yang solid. Ia telah meraih dua gelar Liga Champions, empat gelar liga secara beruntun bersama Benfica dan PSG, serta menjuarai UEFA Nations League bersama Timnas Portugal.

Produktivitasnya terjaga dalam empat musim terakhir dengan catatan selalu dua digit gol. Pada musim 2022/2023 ia mencetak 27 gol, kemudian 14, 19, dan 12 gol, meski tidak selalu menjadi pilihan utama ketika berseragam PSG.

Pelatih PSG, Luis Enrique, juga memberikan apresiasi terhadap profesionalisme Ramos. Penyerang Portugal itu tetap mampu memberi dampak positif sekalipun kerap memulai laga dari bangku cadangan, sebuah indikator kontribusi yang konsisten di berbagai peran.


Tantangan Nomor 9 di San Siro dan Peran Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic memutuskan gantung sepatu di AC Milan pada akhir musim ini. Ibrakadabra yang berkarier di AC Milan dalam dua periode yakni 2010-2012 dan 2020-2023 ini telah mengoleksi 93 gol dan 35 assist dari 163 pertandingan di semua kompetisi. (AP Photo/Antonio Calanni)

Di San Siro, Ramos akan mengenakan nomor punggung 9 yang sarat sejarah sekaligus tekanan. Nomor tersebut belum banyak menghadirkan kesuksesan sejak era Filippo Inzaghi, kecuali saat dipakai Olivier Giroud.

Ramos memiliki hubungan baik dengan Zlatan Ibrahimovic, salah satu idolanya selain Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski. Kehadiran Ibrahimovic ikut berperan dalam proses yang meyakinkan Ramos untuk menerima pinangan Rossoneri.

Di sisi lain, proposal senilai 70 juta euro (Rp1,34 triliun) menjadi faktor utama yang mempercepat kesepakatan. Kini, dengan motivasi tinggi membuka lembaran baru, Ramos diharapkan menjawab tuntutan peran yang diinginkan Amorim dan menjadi fondasi penting kebangkitan AC Milan pada musim ini.

Sumber: Sempre Milan

Berita Terkait