Concacaf Tegas Tolak Rencana FIFA Jual Kepemilikan Piala Dunia ke Investor Swasta

Concacaf tolak rencana FIFA terkait "penjualan" Piala Dunia ke pihak swasta.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 08:40 WIB
Ilustrasi Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia). (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) bersama seluruh asosiasi anggotanya secara resmi menolak proposal FIFA Forward Enterprise, rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan penjualan sebagian kepemilikan perusahaan pengelola kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Dalam skema tersebut, Infantino ingin membentuk perusahaan baru yang oleh FIFA ditaksir bernilai 20 miliar dolar AS.

Advertisement

Perusahaan itu akan mengelola berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, sebelum sebagian sahamnya dijual kepada investor modal ventura.

FIFA menegaskan bahwa kendali atas Piala Dunia tidak akan dialihkan kepada para investor. Meski demikian, proposal tersebut menuai penolakan.

FIFA juga menawarkan tambahan pendanaan kepada 211 federasi anggotanya.


Picu Kebingungan

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Dalam proposal itu, setiap federasi disebut berpeluang memperoleh sekitar 46 juta dolar AS (40 juta euro) sebagai imbalan atas dukungan terhadap rencana tersebut, disusul alokasi dana yang lebih besar pada setiap siklus tiga tahunan berikutnya dibandingkan proyeksi awal.

Infantino menetapkan tenggat hingga 19 September 2026 bagi seluruh asosiasi anggota FIFA untuk menyatakan dukungan terhadap proposal tersebut.

Batas waktu yang singkat itu disebut memicu kebingungan mengenai isi keseluruhan rencana tersebut.

Sebelumnya, negara-negara anggota UEFA yang memiliki kekuatan finansial besar telah resmi menolak membahas proposal itu.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada sikap federasi-federasi yang lebih kecil karena adanya insentif finansial dalam proposal tersebut.


Tata Kelola dan Transparansi

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Concacaf menyatakan organisasinya tetap berpegang pada prinsip pelayanan, tata kelola yang transparan, serta komitmen terhadap pengelolaan sepak bola untuk jangka panjang.

SI melaporkan, Dalam rapat yang digelar pada Kamis waktu setempat, seluruh presiden dari 41 asosiasi anggota Concacaf, Presiden Concacaf, anggota dewan konfederasi, serta anggota Dewan FIFA hadir untuk membahas proposal tersebut.

Melalui pernyataan resminya, Concacaf menyebut para anggotanya menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap minimnya proses yang semestinya dijalankan dalam pembahasan proposal, tenggat waktu yang dinilai terlalu singkat, serta belum adanya peninjauan maupun persetujuan dari badan tata kelola FIFA yang berwenang.


Pertanyakan Urgensi

Ilustrasi Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia). (Bola.com/AI)

Selain itu, Concacaf mempertanyakan urgensi proposal tersebut mengingat Piala Dunia 2026 yang baru selesai disebut sebagai edisi paling menguntungkan dalam sejarah FIFA.

Itulah mengapa, Concacaf mempertanyakan alasan perlunya melibatkan investasi ekuitas swasta untuk mendanai program FIFA Forward yang baru maupun yang sudah berjalan.

Tidak hanya menolak proposal tersebut, Concacaf menugaskan perwakilannya di Dewan FIFA untuk berdiskusi dengan FIFA mengenai kemungkinan memanfaatkan cadangan dana FIFA yang ada saat ini guna meningkatkan pendanaan program FIFA Forward bagi pengembangan sepak bola di kawasan Concacaf.

Concacaf juga meminta agar setiap kebijakan di masa mendatang mengikuti mekanisme tata kelola yang berlaku melalui staf FIFA dan Dewan FIFA sesuai Statuta FIFA.

 

Sumber: SI

Berita Terkait