FIFA Balas Ancaman Boikot UEFA, Tegaskan Piala Dunia Tidak Dijual, tetapi Tetap Lanjutkan Rencana

FIFA mengaskan Piala Dunia tidak dijual, tetap melanjutkan konsultasi soal masuknya investor swasta.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

 

Bola.com, Jakarta - FIFA menegaskan tidak ada rencana menjual Piala Dunia, meski tetap melanjutkan proses konsultasi mengenai usulan membuka peluang investasi swasta dalam pengelolaan aspek komersial turnamen tersebut.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan FIFA pada Jumat (31-7-2026) sebagai respons atas penolakan yang disampaikan UEFA terhadap proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Dalam keterangannya, FIFA menyebut proses konsultasi sempat terganggu akibat laporan media yang dinilai tidak akurat.

"Kami telah mendengar masukan dari konfederasi terkait usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dan ingin menanggapi berbagai isu yang muncul sejak pemberitaan awal pada Selasa," tulis FIFA.

"Kami menghormati masukan dan kekhawatiran yang disampaikan secara terbuka serta menegaskan kembali komitmen kami terhadap proses konsultasi yang terbuka dan demokratis."

FIFA menambahkan bahwa setiap asosiasi anggotanya akan tetap memiliki kesempatan menyampaikan suara berdasarkan fakta.

"Proses konsultasi yang kami rencanakan terganggu oleh laporan media yang tidak akurat. Kami akan melanjutkan proses tersebut agar setiap asosiasi anggota dapat memberikan suara berdasarkan fakta."

 


FIFA Tegaskan Tidak Menjual Sepak Bola

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

FIFA menjelaskan pembentukan FIFA Forward Enterprise diusulkan agar seluruh asosiasi anggota memiliki kesempatan mengambil bagian dalam peluang komersial sepak bola di negara masing-masing, tanpa mengorbankan semangat maupun tata kelola FIFA dan sepak bola.

"Tidak ada yang menjual sepak bola. FIFA tidak akan pernah melakukan hal seperti itu," tegas badan sepak bola dunia tersebut.

Dalam proposal itu, FIFA berencana membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola aspek komersial Piala Dunia dan turnamen-turnamen lainnya. Hingga 20 persen kepemilikan perusahaan tersebut akan ditawarkan kepada investor swasta.

FIFA menyebut kelompok investor yang dipimpin Thrive Eternal, dana investasi yang dikelola Thrive Capital bentukan Joshua Kushner, diharapkan memimpin konsorsium calon investor.

Sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA, termasuk Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), dijanjikan dana hingga 40 juta dolar AS apabila menyetujui proposal tersebut sebelum tenggat waktu pada 19 September 2026.

 


UEFA Tetap Tolak Proposal FIFA

Penonton menunggu menjelang pertandingan babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Georgia di Stadion Cologne di Cologne pada 30 Juni 2024. (Tobias SCHWARZ/AFP)

Sehari sebelumnya, seluruh 55 anggota UEFA secara bulat menyatakan akan memboikot seluruh turnamen FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan.

UEFA kembali menegaskan penolakannya terhadap usulan FIFA.

"Kami secara bulat dan tegas menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," demikian bunyi pernyataan UEFA.

Menurut UEFA, Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi karena merupakan satu di antara warisan terbesar dalam dunia sepak bola yang dibangun selama beberapa generasi oleh pemain, tim nasional, dan suporter di seluruh dunia.

UEFA juga menilai proposal tersebut disusun secara tertutup dan hampir disahkan tanpa konsultasi yang berarti dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab mengelola sepak bola.

 


FA Inggris Dukung Sikap UEFA

Ilustrasi FA Inggris. (AFP/Franck Fife)

Selain itu, UEFA menyebut asosiasi-asosiasi nasional kini dihadapkan pada pilihan menerima perubahan tersebut atau menanggung konsekuensinya.

Menurut UEFA, situasi itu bukan merupakan keputusan yang demokratis, melainkan bentuk tata kelola yang dilakukan melalui tekanan.

Setelah UEFA mengancam akan memboikot turnamen-turnamen FIFA di masa mendatang, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tersebut.

"Kami berdiri bahu membahu bersama rekan-rekan kami di Eropa dan sepenuhnya mendukung pandangan bersama ini. Kami menentang rencana FIFA. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola dan akan selalu demikian," bunyi pernyataan FA Inggris.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait