Dapat Penolakan Luas, FIFA Akhirnya Batalkan Proposal Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

FIFA membatalkan proposal penjualan hak komersial Piala Dunia setelah menuai gelombang penolakan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Agustus 2026, 11:45 WIB
Ilustrasi Gianni Infantino, Presiden FIFA. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, resmi membatalkan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah proposal tersebut memicu penolakan luas dari berbagai pihak.

Infantino mengakui proyek itu justru menimbulkan perpecahan yang tidak lagi sejalan dengan tujuan awal yang ingin dicapai.

Advertisement

Rencana tersebut sebelumnya memicu gejolak di dunia sepak bola. UEFA bahkan mengancam akan memboikot turnamen-turnamen FIFA pada masa mendatang apabila proposal itu tetap dijalankan.

Sejumlah konfederasi lain juga menyatakan penolakan, sementara satu di antara penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri pada Jumat wakty setempat sebagai bentuk protes terhadap proyek tersebut.

Di sisi lain, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, turut melontarkan kritik keras kepada Infantino.

Ia menilai upaya mendorong proposal itu dilakukan dengan minim konsultasi dan menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap para pemangku kepentingan.


Menarik Proposal

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Situasi tersebut membuat Infantino akhirnya menarik proposal tersebut. Keputusan itu juga muncul di tengah spekulasi bahwa perusahaan modal ventura Thrive Capital, yang memimpin kelompok calon investor, mulai meragukan proyek tersebut setelah polemik yang berkembang selama sepekan terakhir.

Posisi Infantino sebagai Presiden FIFA yang sebelumnya dinilai kuat, kini berada di bawah tekanan.

Belum diketahui apakah keputusan membatalkan proposal itu akan cukup untuk meredakan tekanan terhadap kepemimpinannya.

"Dengan mendengarkan secara saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang sejak awal ingin dicapai," kata Infantino dalam pernyataan resminya, diikutip dari The Guardian.

Ia menegaskan tujuan FIFA selalu untuk mempersatukan dan memajukan sepak bola. Karena itu, proposal tersebut dipastikan tidak akan dilanjutkan.


Penolakan Luas

Ilustrasi Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia). (Bola.com/AI)

Infantino juga menyatakan akan mengajak seluruh pihak terkait kembali berdialog dalam beberapa hari dan pekan ke depan demi kepentingan bersama, sekaligus melanjutkan upaya mengembangkan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan.

Proposal yang diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE) itu diperkenalkan pada awal pekan ini. Skema tersebut dirancang untuk menghimpun dana ratusan juta dolar AS melalui penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, serta Piala Dunia Antarklub kepada investor.

Melalui skema itu, FIFA menjanjikan distribusi dana lebih dari 10 miliar dolar AS kepada 211 asosiasi anggotanya.

Asosiasi diberi tenggat hingga 19 September untuk bergabung dalam program tersebut, dengan tawaran dana opsional sebesar 20 juta dolar AS bagi peserta yang ikut serta. Namun, proposal itu ditolak secara luas.

Asosiasi-asosiasi sepak bola Eropa sepakat mendukung boikot dalam pertemuan darurat yang digelar pada Kamis.

Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga menyampaikan penolakan mereka, termasuk melalui pernyataan keras yang dirilis AFC pada Jumat pagi.

Kendati Infantino masih memiliki dukungan kuat di Afrika, jumlah dukungan yang dibutuhkan untuk meloloskan proposal tersebut tidak berhasil diperolehnya.


Masa Depan Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Kini, perhatian beralih kepada masa depan Infantino setelah besarnya penolakan dari internal FIFA serta merosotnya posisinya di mata berbagai pihak.

Penarikan proposal itu dinilai belum tentu mengubah sikap asosiasi-asosiasi anggota yang sebelumnya telah kecewa terhadap penanganan kasus Folarin Balogun, yang mencuat tiga pekan sebelumnya saat Piala Dunia 2026 berlangsung.

Di sisi lain, muncul pandangan bahwa penggunaan cadangan dana FIFA yang disebut mencapai sekitar 4 miliar dolar AS sebagai pengganti pendanaan FFE dapat menjadi opsi untuk meyakinkan sebagian federasi.

Sementara itu, UEFA bersama sejumlah konfederasi lain terus meningkatkan upaya mencari kandidat yang akan menjadi penantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan.

Sebelumnya, Infantino diperkirakan akan melenggang mulus menuju masa jabatan keempat, tetapi perkembangan terbaru ini membuat masa depannya menjadi sorotan.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait