PSIM Masih Berstatus Tim Musafir, Jean-Paul van Gastel Sebut Laskar Mataram Jadi Korban Kasus Korupsi

PSIM masih belum bisa bermarkas di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, yang menjadi homebase tim.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 01 Agustus 2026, 16:15 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel sedang memberikan arahan kepada anak asuhnya saat bertanding melawan PSIM Yogyakarta pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Bola.com, Yogyakarta- PSIM Yogyakarta masih menjadi tim musafir di Super League 2026/2027. Sejak promosi musim lalu, Laskar Mataram tidak bisa menggunakan Stadion Mandala Krida sebagai homebase.

Seperti diketahui, Mandala Krida tak memenuhi standar menggelar pertandingan Liga 1. Stadion tersebut belum memiliki fasilitas memadai seperti lampu penerangan, papan skor digital, hingga single seat.

Advertisement

Di sisi lain, proses renovasi Stadion Mandala Krida belum dapat dilakukan karena status stadion masih sebagai objek hukum di KPK dalam kasus korupsi proyek pembangunan tahun 2016-2017.

Situasi itu membuat Laskar Mataram terpaksa berkandang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengaku sudah mengetahui persoalan tersebut.

"Saya mendengar tentang korupsi tersebut. Itu adalah hal yang buruk dan kami bisa dibilang menjadi korbannya," ujar pelatih asal Belanda itu.


Suporter Paling Terdampak

Laskar Brajamusti Korwil Sewon saat melakukan aksi mural serentak. (Bola.com/Ana Dewi)

Mantan pelatih NAC Breda itu menilai pihak yang paling dirugikan adalah para pendukung PSIM. Sebab, mereka tidak bisa menyaksikan tim kesayangan bermain di stadion yang selama ini jadi rumah sendiri.

"Terutama para pendukung kami yang menjadi korban, karena itu adalah rumah mereka, atau rumah kami. Semua orang tentu ingin berada di rumahnya sendiri. Jadi, bisa dibilang kami adalah korban dari korupsi," katanya.

Meski demikian, pelatih berusia 54 tahun tersebut berharap situasi segera berubah. Jean-Paul van Gastel ingin Laskar Mataram bisa segera pulang ke Stadion Mandala Krida.

Harapan itu sejalan keinginan elemen tim, termasuk dua wadah suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident, yang menantikan momen comeback bermarkas di jantung Kota Yogyakarta.


SSA Terus Bersolek

Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta. (Bola.com/Ana Dewi)

Sementara itu, manajemen Tim Naga Jawa terus melakukan pembenahan Stadion Sultan Agung yang akan dipakai lagi sebagai markas di Super League 2026/2027.

Selain melakukan perawatan lapangan, peningkatan kualitas pencahayaan jadi fokus utama agar stadion memenuhi regulasi operator kompetisi. Lampu stadion ditargetkan mencapai standar 1.600 lux.

"Ada penambahan lux untuk lampunya karena hasil kemarin kami memang masih belum sesuai dengan standar yang ada di regulasi liga. Lampunya harus 1.600 lux," jelas Wendy Umar Senoaji, Manajer Operasional PSIM.

"Project LED sudah proses pasang. Mudah-mudahan bulan ini sudah selesai semuanya. Dilanjutkan dengan project maintenance field of play di venue," imbuhnya.

Berita Terkait