UEFA Tak Lagi Percaya Gianni Infantino meski FIFA Batalkan Rencana Jual Piala Dunia

Meski FIFA batalkan 'jual' Piala Dunia, UEFA tegaskan tidak lagi percaya kepada Gianni Infantino.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Agustus 2026, 18:45 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Bola.com, Jakarta - UEFA mengeluarkan pernyataan resmi setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, membatalkan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah proyek yang sebelumnya memicu kontroversi karena berkaitan dengan pengelolaan hak komersial turnamen-turnamen FIFA.

Sebelumnya, FIFA mengumumkan rencana untuk mengundang pihak ketiga membeli saham minoritas tanpa hak kendali di FFE, anak perusahaan baru yang akan menangani hak komersial seluruh turnamen FIFA pada masa mendatang.

Advertisement

Melalui skema tersebut, FIFA menargetkan dana sekitar 3,1 miliar paun dari penjualan saham minoritas di FFE yang ditaksir bernilai sekitar 15 miliar paun.

Infantino juga menawarkan insentif berupa pencairan dana sebesar 30 juta paun bagi pihak yang menerima proposal tersebut sebelum 19 September 2026.

Rencana itu mendapat penolakan dari sejumlah badan sepak bola, termasuk UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa tersebut bahkan menuding FIFA berupaya menggunakan sepak bola untuk memperkaya diri sendiri.

 


Respons UEFA

Penonton menunggu menjelang pertandingan babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Georgia di Stadion Cologne di Cologne pada 30 Juni 2024. (Tobias SCHWARZ/AFP)

Pada Kamis kemarin, UEFA menggelar rapat darurat yang dihadiri seluruh 55 asosiasi anggotanya. Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta secara bulat sepakat akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila rencana itu disahkan.

Penolakan juga datang dari internal FIFA. Penasihat senior Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri setelah menyampaikan pernyataan keras terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, dikabarkan mengancam mundur dari jabatannya karena merasa telah dikelabui.

Pada Sabtu (1-8-2026), FIFA akhirnya mengumumkan tidak akan melanjutkan rencana tersebut. Keputusan itu disampaikan melalui siaran pers resmi yang memuat pernyataan atas nama Gianni Infantino.

UEFA kemudian merespons keputusan tersebut melalui pernyataan resmi di situsnya.

Dalam pernyataan itu, UEFA menyambut baik keputusan FIFA membatalkan rencana penjualan sebagian kepemilikan kompetisinya, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.

UEFA menyebut proposal tersebut telah ditolak secara bulat oleh seluruh asosiasi nasional anggotanya, serta mendapat penolakan dari banyak federasi dan konfederasi sepak bola di berbagai belahan dunia yang memiliki tanggung jawab menjaga kepentingan olahraga tersebut.

 


Kritikan UEFA

Foto ini menunjukkan logo UEFA yang ditampilkan pada UEFA Conference League menjelang pengundian babak 16 besar, perempat final, dan semifinal UEFA Conference League 2025/2026 di Gedung Sepak Bola Eropa di Nyon, Swiss bagian barat pada 27 Februari 2026. (Harold CUNNINGHAM/AFP)

Selain itu, UEFA menyampaikan apresiasi kepada suporter, liga, klub, pemain, individu, asosiasi, konfederasi, serta sejumlah perdana menteri, kepala negara, dan pengamat yang menentang proposal tersebut.

Menurut UEFA, mereka telah menunjukkan kepada Presiden FIFA bahwa sepak bola bukan untuk diperjualbelikan.

Dalam pernyataannya, UEFA juga mengkritik proses pengambilan keputusan yang dinilai berlangsung secara tertutup dan dipercepat, serta menyebut pihak-pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

UEFA menyatakan akan bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi anggotanya dan konfederasi lain dalam beberapa hari dan pekan mendatang untuk meninjau bagaimana situasi tersebut bisa terjadi sekaligus menyusun langkah agar hal serupa tidak terulang.

Menurut UEFA, evaluasi tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan mendasar, tanpa mengesampingkan opsi apa pun.

UEFA menegaskan, kepemimpinan FIFA saat ini bukan hanya telah kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga banyak anggota lain dalam keluarga besar sepak bola.

 


Sasaran Kritik

Ilustrasi FIFA Vs UEFA. (Bola.com/AI)

Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa UEFA pernah menjadi sasaran kritik terkait penanganan kasus European Super League.

Pada September 2021, UEFA menghentikan proses disipliner terhadap Barcelona, Juventus, dan Real Madrid yang terlibat dalam rencana kompetisi tandingan tersebut.

Ketiga klub itu merupakan bagian dari 12 pendiri European Super League yang kemudian gagal terlaksana setelah mendapat penolakan luas.

Saat itu, UEFA menyatakan proses disipliner tersebut batal demi hukum. Keputusan itu diambil setelah pengadilan di Madrid memutuskan UEFA tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada ketiga klub tersebut. Hingga kini, hukuman terhadap mereka belum pernah dijatuhkan.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait