Bola.com, Jakarta - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih menjadi dua nama teratas dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah lima liga top Eropa. Sementara itu, Harry Kane berhasil menembus posisi ketujuh dan menjadi satu-satunya pemain dalam daftar 10 besar yang masih aktif bermain di kompetisi elite Benua Biru.
Nama-nama seperti Alan Shearer, Raul, dan Francesco Totti memang diakui sebagai beberapa penyerang terbaik era modern. Namun, ketiganya belum mampu menembus daftar 10 besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa di lima liga top Eropa.
Lima liga top Eropa yang dimaksud meliputi Bundesliga, La Liga, Ligue 1, Serie A, serta Football League First Division yang kini berganti nama menjadi Premier League.
Kompetisi-kompetisi tersebut memiliki sejarah panjang dengan sederet legenda yang mencetak rekor luar biasa, bahkan beberapa di antaranya belum mampu dipecahkan selama lebih dari setengah abad.
Berikut daftar 10 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah lima liga top Eropa.
10. Delio Onnis: 299 Gol
Kylian Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Paris Saint-Germain. Namun, ia harus kembali bermain di Prancis selama beberapa musim lagi jika ingin menggusur legenda Argentina, Delio Onnis, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Ligue 1.
Onnis lahir di Italia, tetapi pindah ke Argentina saat masih muda dan berkembang bersama klub Buenos Aires, Almagro. Ia kembali ke Eropa pada 1971 setelah bergabung dengan Rennes, tempat ia memulai kariernya di kasta tertinggi Liga Prancis.
Sepanjang kariernya di Ligue 1, Onnis membela empat klub. Namun, periode paling produktifnya terjadi bersama AS Monaco, antara 1973 hingga 1980. Ia mencetak 157 gol dalam 200 pertandingan.
Onnis lima kali menjadi top skor Ligue 1, tetapi hanya sekali meraih gelar juara liga, yakni bersama Monaco pada musim 1977/1978, setelah sebelumnya membantu klub tersebut promosi ke kasta tertinggi semusim sebelumnya.
9. Zlatan Ibrahimovic: 302 Gol
Zlatan Ibrahimovic hanya kurang mencetak gol di Bundesliga untuk melengkapi koleksinya di lima liga top Eropa.
Ia mencetak 17 gol di Premier League bersama Manchester United, 113 gol di Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain, dan 16 gol di La Liga bersama Barcelona. Namun, jumlah gol terbanyaknya lahir di Serie A, yakni 156 gol saat membela Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.
Ibrahimovic juga mencetak 103 gol liga bersama Malmo, Ajax, dan LA Galaxy. Selain itu, ia mengoleksi 12 gelar liga sepanjang kariernya, tidak termasuk dua gelar Juventus yang kemudian dicabut.
8. Dixie Dean: 310 Gol
Pencapaian Dixie Dean kembali mendapat sorotan dalam beberapa tahun terakhir setelah Erling Haaland mendekati sejumlah rekor miliknya.
Pada musim debutnya di sepak bola Inggris, Haaland memang berhasil menjadi top skor Premier League dan Liga Champions saat membantu Manchester City meraih treble. Namun, ia belum mampu memecahkan rekor legendaris Dean yang mencetak 63 gol dalam satu musim, termasuk 60 gol di liga, pada musim 1927/1928.
Penyerang kelahiran Birkenhead tersebut mengakhiri kariernya dengan 310 gol di kasta tertinggi bersama Everton. Catatan itu hingga kini masih menjadi rekor untuk seorang pemain yang membela klub Inggris.
7. Harry Kane: 311 Gol
Harry Kane mungkin sudah meninggalkan Premier League sebelum sempat memecahkan rekor gol Alan Shearer. Namun, gol terbarunya membuat ia melewati Dixie Dean dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga asal Inggris dalam sejarah lima liga top Eropa.
Sebagai satu-satunya pemain dalam daftar ini yang masih aktif bermain di Eropa, hanya tinggal menunggu waktu sebelum Kane mengambil alih rekor tersebut sepenuhnya. Dengan performanya saat ini, bukan tidak mungkin ia mampu melakukannya pada musim ini.
Kapten Timnas Inggris itu juga diperkirakan bisa menembus tiga besar sebelum pensiun. Namun, mengejar dua nama teratas masih menjadi tantangan yang sangat berat.
6. Steve Bloomer: 314 Gol
Kini kita harus membuka kembali lembaran sejarah sepak bola Inggris. Nama Steve Bloomer mungkin tidak setenar legenda-legenda modern karena kariernya berlangsung antara 1891 hingga 1914, jauh sebelum era tayangan televisi.
Pemain terbaik sepanjang sejarah Derby County itu mencetak 255 gol di kasta tertinggi dalam 410 pertandingan bersama klub tersebut. Ia kemudian menambah 59 gol bersama Middlesbrough di sela dua periodenya membela Derby County.
5. Jimmy Greaves: 357 Gol
Bukan tidak mungkin Harry Kane suatu hari kembali ke Inggris dan mencetak 48 gol lagi untuk memecahkan rekor Alan Shearer di Premier League. Namun, mengejar rekor Jimmy Greaves sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kasta tertinggi Liga Inggris merupakan tantangan yang jauh lebih berat.
Saat meninggalkan Tottenham Hotspur, Kane memang berhasil melewati rekor Greaves sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub. Namun, catatan Greaves di kasta tertinggi Liga Inggris tampaknya akan jauh lebih sulit untuk disamai.
Greaves mencetak 357 gol dalam 516 pertandingan liga bersama Chelsea, Tottenham Hotspur, dan West Ham United.
4. Gerd Muller: 365 Gol
Sebelum muncul dua nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Gerd Muller selalu menjadi tolok ukur dalam urusan mencetak gol.
Ia mencetak 68 gol hanya dalam 62 pertandingan bersama Timnas Jerman Barat. Bersama Bayern Munchen, Muller mengoleksi 398 gol liga, termasuk 365 gol di Bundesliga dalam 14 musim, atau rata-rata 26 gol setiap musim.
"Tanpa dia, kami mungkin masih berganti pakaian di ruang ganti kayu," ujar mantan rekan setimnya, Franz Beckenbauer.
Gol-gol Muller menjadi fondasi yang membawa Bayern Munchen berkembang menjadi kekuatan besar seperti yang dikenal saat ini.
3. Robert Lewandowski: 395 Gol
Robert Lewandowski sudah mencetak 32 gol bersama Lech Poznan di Liga Polandia sebelum bergabung dengan Borussia Dortmund pada usia 21 tahun pada musim panas 2010.
Ia kemudian mencetak 30 gol Bundesliga bersama tim asuhan Jurgen Klopp dan membantu Dortmund meraih dua gelar liga secara beruntun dalam dua musim pertamanya. Sejak saat itu, Lewandowski menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam di Eropa.
Produktivitasnya terus berlanjut. Hanya dua kali dalam 13 tahun terakhir ia gagal mencapai 20 gol liga dalam semusim. Pada musim 2020/2021, ia bahkan memecahkan rekor Gerd Muller dengan mencetak 41 gol Bundesliga dalam satu musim.
Seandainya tetap bertahan di Bayern Munchen, Lewandowski hampir pasti memecahkan rekor gol Muller. Namun, ia memilih tantangan baru bersama Barcelona dan langsung mencetak 23 gol untuk membawa klub tersebut menjuarai La Liga pada musim debutnya di Spanyol, 2022/2023.
Meski produktivitasnya sedikit menurun dalam dua musim terakhir, Lewandowski tetap mampu mencetak total 41 gol dalam dua musim beruntun yang berakhir dengan gelar juara liga. Ia kemudian melanjutkan karier ke MLS dengan status sebagai salah satu pencetak gol terbaik sepanjang masa.
2. Cristiano Ronaldo: 495 Gol
Mengatakan Cristiano Ronaldo selalu mencetak gol di mana pun bermain bukanlah sebuah berlebihan.
Ia berkembang menjadi mesin gol bersama Manchester United dan akhirnya bergabung dengan klub eksklusif pencetak 100 gol di Premier League setelah kembali ke Inggris.
Ronaldo kemudian menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Real Madrid selama sembilan musim di La Liga. Ia mencetak 311 gol, dengan rata-rata 34 gol setiap musim, atau bahkan lebih dari satu gol per pertandingan.
Setelah itu, ia menambah 81 gol dalam 98 pertandingan Serie A bersama Juventus.
Jika ditambah tiga gol yang dicetak bersama Sporting CP di Liga Portugal, Ronaldo sebenarnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah liga kasta tertinggi di Eropa.
1. Lionel Messi: 496 Gol
Lionel Messi sudah lebih dulu memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah salah satu dari lima liga top Eropa, sekaligus pencetak gol terbanyak untuk satu klub di Eropa, berkat torehan 474 gol dalam 520 pertandingan La Liga bersama Barcelona.
Messi meninggalkan Eropa untuk bergabung dengan MLS pada usia 36 tahun. Tambahan 22 gol bersama Paris Saint-Germain di Ligue 1 membuat total koleksinya di lima liga top Eropa menjadi 496 gol, unggul satu gol atas rival abadinya, Cristiano Ronaldo.
Kylian Mbappe dan Erling Haaland tentu memiliki ambisi untuk memecahkan rekor tersebut suatu hari nanti. Namun, keduanya masih harus menempuh perjalanan yang sangat panjang. Bukan tidak mungkin, rekor milik Messi akan bertahan untuk waktu yang sangat lama.
Sumber: PlanetFootball
Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan