Real Madrid Berterima Kasih ke UEFA Setelah Rencana Kontroversial FIFA Dibatalkan: Sepak Bola Telah Diselamatkan

Real Madrid menyampaikan apresiasi kepada UEFA setelah FIFA memutuskan membatalkan rencana kontroversial penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 03 Agustus 2026, 08:45 WIB
Bek Real Madrid asal Jerman #22, Antonio Ruediger, gelandang Prancis #14, Aurelien Tchouameni, bek Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, dan gelandang Inggris #05, Jude Bellingham, merayakan gol kedua tim mereka dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 antara FC Salzburg dari Austria dan Real Madrid dari Spanyol di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada 26 Juni 2025. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid menyampaikan apresiasi kepada UEFA setelah FIFA memutuskan membatalkan rencana kontroversial penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Keputusan FIFA tersebut diambil setelah mendapat gelombang penolakan dari sejumlah konfederasi, sekaligus menjadi pukulan telak bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Advertisement

Sebelumnya, UEFA bahkan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila proposal tersebut tetap dijalankan. Badan sepak bola Eropa tersebut juga menyatakan Gianni Infantino telah kehilangan kepercayaan dari UEFA.

Saat ini, UEFA dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Infantino. Namun, langkah tersebut harus mendapat dukungan sedikitnya 43 negara anggota FIFA.

 


Kabar Baik bagi Sepak Bola

Real Madrid - Ilustrasi Logo Real Madrid (Bola.com/Adreansu Titus)

Melalui pernyataan resmi, Real Madrid menyambut positif keputusan FIFA yang membatalkan proposal tersebut.

"Real Madrid menyambut sangat positif keputusan FIFA yang membatalkan proposal penjualan sebagian hak komersial kompetisinya," demikian isi pernyataan klub, seperti dikutip dari ESPN, Minggu (2/8/2026). 

"Kami menilai ini adalah kabar baik bagi sepak bola, institusinya, dan terutama bagi jutaan penggemar olahraga yang kami cintai."

Klub peraih 15 gelar Liga Champions itu juga menyampaikan penghargaan kepada UEFA, konfederasi-konfederasi lain, federasi nasional, serta seluruh pihak yang menolak proposal tersebut.

"Real Madrid ingin mengucapkan terima kasih kepada UEFA, konfederasi, federasi, dan semua institusi yang dengan tegas serta penuh tanggung jawab menentang proyek ini. Persatuan dan rasa tanggung jawab mereka telah melindungi sepak bola pada momen yang sangat menentukan."

 

 


Proposal FIFA Tuai Penolakan Luas

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Selain UEFA, dua konfederasi lain, yakni Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), juga secara terbuka menolak rencana FIFA.

Dalam proposal tersebut, Gianni Infantino ingin membentuk perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola aspek komersial dan operasional berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.

Bagian paling kontroversial dari rencana itu adalah penjualan 20 persen saham FFE kepada investor swasta.

Kontroversi tersebut bahkan memicu gejolak di internal FIFA. Penasihat senior Infantino untuk strategi global dan tata kelola, Carlos Cordeiro, memilih mundur dari jabatannya.

Ia menyebut proposal tersebut sebagai kesepakatan buruk bagi sepak bola yang berpotensi menggadaikan masa depan sepak bola.

Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, juga mengungkapkan bahwa jajaran administrasi FIFA merasa telah dibohongi terkait proyek tersebut.

 


Real Madrid: Sepak Bola Bukan Aset Finansial

Dalam pernyataannya, Real Madrid menegaskan bahwa klub-klub sepak bola merupakan fondasi utama yang menopang kompetisi tim nasional dan Piala Dunia.

"Klub-klub lah yang menemukan, membina, mengembangkan, dan menyediakan para pemain bagi tim nasional sehingga kompetisi-kompetisi besar seperti Piala Dunia dapat berlangsung."

Real Madrid juga menilai Piala Dunia merupakan warisan milik masyarakat luas yang tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas bisnis semata.

"Sepak bola tim nasional dan Piala Dunia adalah aset publik yang menjadi milik bangsa-bangsa, para penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan."

"Karena itu, kami percaya ajang-ajang tersebut tidak boleh diperlakukan hanya sebagai aset finansial yang diperdagangkan demi keuntungan segelintir pihak," tutup pernyataan Real Madrid.  

Sumber: ESPN

Berita Terkait