Xabi Alonso Buka Lembaran Baru di Chelsea, Akui Sudah Berdamai dengan Luka di Real Madrid

Manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, mengaku telah menutup lembaran pahit bersama Real Madrid.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 03 Agustus 2026, 13:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan instruksi saat melawan Juventus di Liga Champions. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, mengaku telah menutup lembaran pahit bersama Real Madrid. Ia kini sepenuhnya fokus menjalani tantangan baru sebagai pelatih Chelsea.

Pelatih asal Spanyol itu juga optimistis menyambut musim baru Premier League. Menurutnya, situasi Chelsea tidak seburuk yang terlihat setelah hanya finis di peringkat ke-10 Premier League musim lalu.

Advertisement

Alonso ditunjuk sebagai pelatih Chelsea setelah petualangannya di Real Madrid berakhir hanya sekitar tujuh bulan. Kiprahnya di Santiago Bernabeu berakhir setelah timnya kalah dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol pada Januari 2026.

Selama menangani Los Blancos, Alonso juga diterpa rumor perselisihan dengan sejumlah pemain senior, terutama Vinicius Junior. Namun, ia memastikan pengalaman tersebut tidak lagi membebaninya.

 


Belajar dari Pengalaman di Real Madrid 

Xabi Alonso, Chelsea. (Foto by Gemini AI)

Alonso mengaku telah berdamai dengan pengalaman pahitnya di Real Madrid. Meski sempat meninggalkan luka, ia menegaskan pengalaman tersebut kini telah berlalu dan siap menatap tantangan baru bersama Chelsea.

"Untungnya tidak banyak luka dalam karier saya. Jadi, ya, saya memang mendapat satu luka, tetapi luka itu sudah sembuh. Sekarang semuanya telah pulih, dan saya sangat termotivasi serta bertekad menikmati langkah baru ini seperti saat saya memulai di Madrid," ujar Alonso, seperti dikutip dari ESPN, Senin (3/8/2026). 

Pelatih berusia 44 tahun itu mengatakan dirinya banyak mengkritisi diri sendiri setelah hasil yang diraih di Real Madrid tidak sesuai harapan. Ia pun mencoba melihat kembali berbagai hal yang berjalan baik maupun yang tidak selama menangani Los Blancos.

"Saya melihat kembali semua hal positif dan juga apa yang tidak berjalan dengan baik. Saya sangat mengkritisi diri sendiri, memikirkan apa yang bisa saya lakukan lebih baik karena hasilnya memang tidak sesuai harapan," katanya.

Selain dari sisi permainan, Alonso juga mengaku memperoleh banyak pelajaran dalam proses adaptasi dan cara mengelola para pemain.

"Ada banyak pengalaman, mulai dari proses adaptasi, hal-hal yang berhasil maupun yang tidak, baik dalam permainan maupun dalam manajemen pemain. Semuanya merupakan perpaduan dari berbagai aspek," tutur Alonso.

 


Kesempatan Bagus

Xabi Alonso, Chelsea. (Dok. X @ChelseaFC)

Kini Alonso mendapat tugas membangkitkan Chelsea setelah klub asal London Barat itu menjalani musim 2025/2026 yang mengecewakan. The Blues berganti tiga pelatih sepanjang musim dan hanya finis di peringkat ke-10 Premier League, sehingga dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim ini.

Meski demikian, Alonso melihat kesempatan menangani Chelsea datang pada waktu yang tepat, baik bagi klub maupun bagi dirinya sendiri.

"Keputusan itu harus datang dari kepala dan juga dari hati. Saya melihat ini adalah waktu yang tepat bagi klub, juga waktu yang tepat bagi saya. Ini adalah kesempatan yang bagus," ujarnya.

Alonso juga menilai situasi Chelsea tidak seburuk yang terlihat pada akhir musim lalu. Ia yakin timnya memiliki potensi besar untuk berkembang, meski belum bisa memastikan berapa lama proses tersebut akan berlangsung.

"Tim ini sebenarnya bermain cukup baik belakangan ini dan situasinya tidak seburuk yang terlihat pada akhir musim lalu. Ada potensi besar untuk berkembang, dan kita lihat saja berapa lama prosesnya," kata Alonso.

Chelsea akan memulai kiprah mereka di Premier League 2026/2027 dengan bertandang ke markas Fulham pada 24 Agustus.

Sumber: ESPN

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait