John Herdman Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Dibantai Vietnam: Kami Berikan Gol yang Terlalu Mudah

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui timnya melakukan banyak kesalahan saat takluk 0-3 dari Vietnam.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 04 Agustus 2026, 00:31 WIB
Para pemain Timnas Indonesia bersama pelatih John Herdman dan staf pelatih menghampiri suporter usai laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. Meski harus menelan kekalahan 0-3, skuad Garuda tetap menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang setia memberikan dukungan hingga peluit panjang berbunyi. Timnas Indonesia masih memiliki peluang lolos ke semifinal dengan syarat wajib mengalahkan tuan rumah Singapura pada pertandingan terakhir Grup A. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui timnya melakukan banyak kesalahan saat takluk 0-3 dari Vietnam pada laga Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Menurutnya, Skuad Garuda kehilangan kendali sejak awal pertandingan setelah memberikan gol yang terlalu mudah kepada lawan.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia dalam persaingan di fase grup. Selain gagal mencetak gol, Skuad Garuda hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Advertisement

Kini, Timnas Indonesia melorot ke peringkat ketiga klasemen Grup A Piala AFF 2026. Kans tim besutan John Herdman masih terbuka, namun jalan ke semifinal bertambah terjal. 

Dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan, Herdman menegaskan dirinya belum ingin mengambil kesimpulan karena masih merasa emosional setelah kalah. Namun, ia melihat ada beberapa aspek yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi Singapura pada laga berikutnya.

"Ini masih sangat awal dan emosinya masih tinggi setelah pertandingan. Kami harus melihat pertandingan ini dengan kepala dingin," ujar Herdman.

 


Titik Balik Pertandingan

Timnas Indonesia harus kalah 0-3 dari Vietnam dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (3/8/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Herdman menilai titik balik pertandingan terjadi pada 10 hingga 15 menit pertama. Menurut pelatih asal Kanada tersebut, Timnas Indonesia gagal mengimbangi permainan fisik Vietnam dan justru memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol dengan mudah.

Akibatnya, Vietnam bisa memainkan skenario favorit mereka, yakni menunggu dan menghukum Timnas Indonesia lewat serangan balik.

"Kami seharusnya lebih siap menghadapi permainan langsung dan duel fisik Vietnam pada 10 hingga 15 menit pertama. Saya rasa kami memberikan mereka gol yang terlalu mudah. Ketika Anda melakukan itu melawan tim seperti Vietnam, pertandingan akan menjadi sangat sulit karena mereka bisa menyerang lewat serangan balik, dan mereka melakukannya," jelas Herdman.

Ia menambahkan, Timnas Indonesia harus lebih disiplin menjaga organisasi permainan, baik saat menyerang maupun bertahan.

"Kami harus menjaga bentuk permainan tetap rapat saat menyerang maupun bertahan. Manajemen pertandingan harus lebih baik, dan itu menjadi tanggung jawab pelatih terlebih dahulu, bukan pemain. Kami harus memastikan 15 menit pertama menjadi periode yang sulit bagi tim sekuat Vietnam," tegasnya.

 

 


Tak Akan Ubah Identitas Permainan

Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders (atas), berduel dengan pemain Vietnam, Pham Xuan Manh, pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. Eliano berupaya memenangkan perebutan bola untuk membuka peluang serangan, namun Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0-3. Meski kalah, skuad Garuda masih menjaga asa lolos ke semifinal dengan syarat wajib mengalahkan Singapura pada laga terakhir Grup A. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Meski kalah tiga gol tanpa balas, Herdman memastikan Timnas Indonesia tidak akan mengubah identitas permainannya. Ia tetap ingin Skuad Garuda tampil menyerang, menekan lawan, dan membangun serangan dari lini belakang.

Namun, ia mengakui gaya bermain tersebut membutuhkan keseimbangan yang lebih baik, terutama dalam transisi bertahan.

"Tim ini ingin menyerang. Kami ingin mengirim banyak pemain ke depan. Kami tidak ingin menjadi tim yang hanya bertahan di area sendiri dan mengandalkan serangan balik. Permainan seperti itu membutuhkan keberanian, tetapi juga memiliki risiko," katanya.

"Kami harus belajar kapan harus memiliki rest defense yang baik dan bagaimana melakukan transisi bertahan dengan lebih rapi. Itulah kuncinya, manajemen pertandingan dan transisi bertahan yang lebih baik. Hal itu akan kami bawa saat menghadapi Singapura," lanjut Herdman.

 


Janji Bangkit di Laga Berikutnya

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengikuti sesi konferensi pers di Chonburi Stadium, Kamis (30/7/2026). (Dok. ASEAN United FC)

Herdman juga mengingatkan bahwa tim yang dibangunnya masih berada dalam tahap awal. Menurutnya, para pemain baru menjalani pertandingan keempat bersama sebagai sebuah grup dan belum sepenuhnya mencapai level permainan yang diinginkan.

Karena itu, ia meminta seluruh tim menerima kekalahan ini sebagai pelajaran sekaligus motivasi untuk bangkit.

"Tim kami berani. Kami ingin bermain sepak bola, menekan lawan, dan membangun serangan dari belakang. Itu penting untuk proses perkembangan kami. Ini baru pertandingan keempat grup pemain ini bersama-sama dan baru pertandingan resmi kedua atau ketiga," kata pelatih asal Kanada itu. 

"Kami akan terus berkembang. Kami harus menerima pukulan ini. Kami tidak boleh membuang muka. Kami harus mengakui kesalahan, belajar darinya, dan tetap bersatu karena kami masih memiliki pertandingan besar berikutnya," tutup Herdman.    

 

Berita Terkait