Bola.com, Gianyar - Sejak para pemain Persib Bandung dan Persija Jakarta keluar dari tunnel Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, sebelum sepak mula semifinal Piala Presiden 2026 pada Selasa (4/8/2026), suasana begitu hangat.
Tidak ada ketegangan yang diperlihatkan pemain dari kedua tim meskipun sejak awal kedua tim tampil ngotot dan menyerang.
Bahkan dalam sesi pemanasan sebelum pertandingan, pemain dari kedua tim tampak saling bercengkerama satu sama lain. Selama 90 menit laga pun, tidak ada ketegangan antara pemain.
Persib Bandung lebih dulu berhasil mencetak dua gol dari Uiliam Baros pada menit ke-22 dan sepakan penalti Balsa Sekulic pada menit ke-31. Meskipun tertinggal, Persija masih terlihat cukup tenang di lapangan.
Macan Kemayoran akhirnya memperkecil ketinggalan pada menit ke-81 melalui sepakan pemain asal Korea Selatan Kwon Changwoon.
Ada momen menarik di penghujung babak kedua saat bek Persib asal Prancis, Gabriel Mutombo mengalami keram kaki.
Dengan sigap penyerang Persija Gustavo Almeida membantu pemulihan di dalam lapangan tanpa memaksa Mutombo untuk segera ke luar lapangan sembari menunggu tim medis untuk datang.
Mutombo tampak tersenyum dengan aksi fairplay yang dilakukan Almeida. Usai pertandingan pun, para pemain, tim pelatih, hingga ofisial dari Persib dan Persija tampak saling mendatangi, berpelukan, hingga bertukar sapa dengan hangat.
Pemandangan sejuk yang menegaskan rivalitas sengit sepak bola Tanah Air sejatinya hanya berlangsung selama 90 menit di arena pertandingan meskipun harus dilalui dengan intensitas tinggi terlebih dahulu.
Ini juga bisa menjadi contoh untuk suporter agar bisa saling menghargai satu sama lain di dalam maupun di luar lapangan.
Rivalitas Hanya di Lapangan, Selebihnya Semua Berteman
Usai pertandingan, bek Persija Jakarta, Pratama Arhan merasakan betul bagaimana tensi tinggi rivalitas El Clasico. Namun rivalitas tersebut menurutnya terjadi dengan positif dan kondusif.
"Setiap pertandingan tentu memiliki tantangannya sendiri. Namun sebagai pemain kami tetap fokus menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.
"Saya berharap rivalitas ini cukup terjadi selama 90 menit di lapangan. Di luar lapangan kami semua berteman, saling menyapa, dan saling menghormati. Kami adalah sesama pemain profesional. Semoga ke depannya rivalitas Persija dan Persib tetap berlangsung sehat,” tambahnya.
Senada dengan Pratama Arhan, Pelatih Persija Shin Tae-yong tidak mempermasalahkan kekalahan dari Persib dan justru bisa menjadi bahan evaluasi sebelum bergulirnya Super League musim ini. Bahkan ia juga memuji permainan Persib yang lebih dari timnya.
“Kedua tim sangat baik dalam kerja keras. Memang hasil ini harus diterima agar kita bisa maju bersama. Persib Bandung bermain sangat baik," jelasnya.
Pelatih Persib Igor Tolic juga memberikan pujian kepada penampilan Persija yang tampil terus menyerang hingga akhir. Ia mengaku pemainnya sedikit keteteran di babak kedua karena faktor kelelahan.
“Babak kedua, semua pemain mulai kelelahan dan Persija bermain habis-habisan. Saya memberi apresiasi kepada para pemain Persija karena mereka memberikan segalanya. Pada akhirnya kami menang dan lolos ke final," tutupnya.