Bola.com, Jakarta - Semifinal Piala Presiden 2026 menyedot antusias besar pencinta sepak bola Indonesia. Empat klub dengan basis suporter terbesar di Tanah Air, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC dan Persebaya, saling sikut demi mendapat tiket ke partai final.
Persib bertemu dengan rival terberatnya, Persija Jakarta dibabak semifinal. Pada laga lainnya, Persebaya menghadapi Arema FC. Dua laga tersebut sama-sama berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Pertandingan pertama mempertemukan Persib kontra Persija pada pukul 15.30 WIB. Duel sarat gengsi ini berlangsung panas sepanjang pertandingan dan Maung Bandung berhasil menyingkirkan Macan Kemayoran dengan skor akhir 2-1.
Selanjutnya, Persebaya Surabaya sukses membungkam Arema FC dengan skor akhir 1-0. Kemenangan tersebut membuat Bajul Ijo menantang Persib pada laga puncak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Antusiasme di Layar Kaca
Di balik panasnya pertandingan semifinal Piala Presiden 2026, ada catatan menarik dari layar kaca. Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan dua laga tersebut ternyata sangat tinggi jika melihat data TV Rating (TVR) dan Share.
Pertandingan Persib melawan Persija mencatatkan TV Rating sebesar 4,6 persen dengan share 38,7 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya masyarakat menyaksikan duel yang bertajuk El Clasico Indonesia itu.
Sementara itu, bentrok Persebaya melawan Arema FC mencatatkan TV Rating yang lebih tinggi yakni mencapai 6,0 persen dengan share 26,7 persen.
Data tersebut menunjukan bahwa dua pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 punya daya tarik besar di masyarakat Indonesia.
Meningkat
Sebelumnya, Direktur Surya Citra Mandiri (SCM), Harsiwi Achmad dalam sesi jumpa pers, Sabtu (1/8/2026), mengatakan bahwa selama fase grup Piala Presiden rata-rata TV Rating mencapai 4,2 persen dengan share sebesar 23,9 persen.
"Itu menjadi program nomor satu tadi bukan hanya di antara sport, tapi di antara seluruh program yang tayang di semua TV," kata Harsiwi Achmad.
Harsiwi menjelaskan TV Rating adalah presentase dari populasi yang menyaksikan sebuah program televisi. Sedangkan, share artinya persentase orang yang menonton TV dibanding seluruh orang yang menonton TV saat itu.
"Kalau Rating jadi 4,2 persen artinya adalah 4,2 persen secara kasarnya adalah 4,2 persen penduduk Indonesia nonton Piala Presiden, dan itu sangat-sangat tinggi saat ini," jelasnya.
"Share misalnya Piala Presiden tadi kan 23,9 persen, artinya 23,9 persen orang yang menonton TV saat itu, nontonnya adalah Piala Presiden. Jadi bayangkan hampir seperempatnya menonton Piala Presiden dari orang semua yang menonton," lanjutnya.
Selain itu, Harsiwi mengungkapkan TV Rating tertinggi sepanjang gelaran Piala Presiden adalah laga yang mempertemukan Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta pada fase Grup B. Menurutnya, TV Rating pada laga tersebut mencapai 7 persen.
"Dari semua pertandingan kemarin yang paling tinggi adalah antara Persebaya melawan Persija, meraih rating 7. Dan ini belum pernah dicapai oleh Liga 1," ungkapnya.