Luka Modric Bongkar Kesalahan Fatal AC Milan, hingga Gagal Lolos ke Liga Champions

Gelandang veteran AC Milan, Luka Modric, mengaku kecewa atas kegagalan Rossoneri lolos ke Liga Champions pada musim 2025/2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 06 Agustus 2026, 11:00 WIB
Ekspresi gelandang AC Milan, Luka Modric, saat laga melawan Cagliari, di Stadion San Siro, Milan, pada 24 Mei 2026. (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Gelandang veteran AC Milan, Luka Modric, mengaku kecewa atas kegagalan Rossoneri lolos ke Liga Champions pada musim 2025/2026. Menurut peraih Ballon d'Or itu, ada satu kesalahan fatal yang membuat Milan kehilangan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut.

Modric, yang baru saja memperpanjang kontraknya selama semusim bersama AC Milan, mengaku masih menyimpan penyesalan karena tak bisa membantu tim pada momen-momen krusial akibat cedera tulang pipi yang dialaminya di pengujung musim lalu.

Advertisement

Meski begitu, pemain asal Kroasia tersebut menegaskan tidak pernah ragu untuk kembali mengenakan seragam Rossoneri.

"Saya sangat senang bisa kembali. Saya menikmati musim lalu, meskipun akhirnya tidak berjalan sesuai harapan," ujar Modric kepada La Gazzetta dello Sport, seperti dikutip Football Italia, Rabu (5/8/2026). 

Musim 2025/2026 sebenarnya sempat berjalan menjanjikan bagi AC Milan. Rossoneri menghabiskan sebagian besar musim di posisi kedua Serie A dan bahkan sempat bersaing dengan Inter Milan dalam perebutan gelar Scudetto.

Namun, performa Milan anjlok pada pekan-pekan terakhir. Mereka akhirnya finis di posisi kelima, sehingga gagal mengamankan tiket ke Liga Champions.

 


Bertahan karena Merasa Dihargai

Selebrasi gol Luka Modric pada laga AC Milan vs Bologna pada pekan ke-4 Serie A 2025/2026 di San Siro - AP Photo/Luca Bruno

Modric mengaku hasil tersebut sangat mengecewakan karena target minimum klub seharusnya adalah tampil di Liga Champions.

"Sayangnya kami menutup musim dengan buruk dan gagal mencapai target minimum, yakni lolos ke Liga Champions. Itu sangat membuat frustrasi," tutur pemain Kroasia tersebut. 

Ia juga menyesali cedera yang membuatnya absen saat tim sangat membutuhkan kontribusinya.

"Saya kecewa tidak bisa membantu tim dalam laga-laga paling penting di akhir musim karena cedera. Itulah alasan saya ingin kembali. Saya berharap bisa menjalani musim yang lebih baik dan memenangkan sesuatu bersama Milan."

Banyak pihak menilai keputusan Modric bertahan semusim lagi didorong keinginan untuk tidak mengakhiri karier dengan catatan buruk, setelah musim yang mengecewakan bersama Milan serta penampilan Kroasia yang kurang mengesankan di Piala Dunia 2026.

Namun, Modric membantah anggapan tersebut. Menurutnya, alasan utama bertahan adalah karena merasa dihargai oleh klub dan para pendukung.

"Bukan itu alasannya. Saya bertahan karena merasa sangat bahagia di sini. Klub dan para suporter menunjukkan kasih sayang yang luar biasa kepada saya," ujar Modric. 

"Klub juga memperlihatkan bahwa mereka benar-benar menginginkan saya tetap di sini. Saya masih memiliki gairah dan semangat yang sama untuk bermain sepak bola. Saya ingin menikmati permainan dan membantu Milan menjalani musim yang lebih baik, terutama dengan akhir musim yang jauh lebih positif."

 

 


Kesalahan Terbesar Milan

Luka Modric menjaga bola dari kejaran Lloyd Kelly dalam laga Liga Italia antara AC Milan vs Juventus di San Siro, 27 April 2026. (Alessio Morgese/LaPresse via AP)

Modric kemudian mengungkap penyebab utama kehancuran Milan pada fase akhir musim. Menurutnya, Rossoneri mulai kehilangan fokus setelah peluang meraih Scudetto menipis. Saat itu, para pemain merasa tiket Liga Champions sudah hampir pasti berada di tangan mereka.

Rasa percaya diri yang berlebihan itulah yang akhirnya menjadi bumerang.

"Kami harus belajar dari kesalahan. Sampai pertandingan melawan Lazio, kami masih bersaing dalam perebutan gelar," ujar Modric. 

"Setelah menyadari Scudetto akan sulit diraih, mungkin kami sedikit mengendur karena merasa sudah aman di posisi Liga Champions. Itu adalah kesalahan besar."

Modric juga mengungkapkan sebenarnya sudah berniat memperpanjang kontrak sejak lama. Bahkan, ia bisa saja menandatangani kontrak baru pada Desember 2025.

Namun, ia memilih menunggu untuk memastikan kondisi fisik dan motivasinya masih berada di level tertinggi.

Sumber: Football Italia

 

Berita Terkait