Luis Figo Minta Gianni Infantino Segera Tinggalkan Kursi Presiden FIFA

Luis Figo mendesak Gianni Infantino mundur dari Presiden FIFA, menuding rencana jual Piala Dunia gagal dan dukungan terhadapnya menipis.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 06 Agustus 2026, 07:59 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Bola.com/Dok.FIFA).

Bola.com, Jakarta - Luis Figo mendesak Gianni Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA. Legenda Portugal itu menilai Infantino harus bertanggung jawab atas gagalnya rencana penjualan Piala Dunia kepada investor swasta.

Desakan terhadap Infantino semakin menguat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah tokoh sepak bola menilai rencana tersebut bertentangan dengan kepentingan olahraga dan memicu penolakan dari berbagai konfederasi, termasuk UEFA.

Advertisement

Sejumlah konfederasi FIFA juga mengancam akan memboikot Piala Dunia apabila rencana itu tetap dijalankan. UEFA bahkan disebut mempertimbangkan langkah hukum terhadap Infantino.

Selain itu, Asosiasi Sepak Bola Inggris dan Wales telah menarik dukungan mereka kepada Infantino. Situasi ini membuat posisi Presiden FIFA berada dalam tekanan besar.


Seruan Luis Figo dan Alasan Desakan

Luis Figo dalam jumpa pers di Jakarta (Liputan6.com/Thomas)

Figo menilai sudah saatnya terjadi perubahan di pucuk kepemimpinan FIFA. Menurut mantan pemain Sporting CP, Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu, Infantino tidak lagi layak memimpin organisasi sepak bola dunia.

"Hari ini saya bergabung dengan banyak pihak di dunia sepak bola untuk menyerukan agar Gianni Infantino mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA," ujar Figo.

"Infantino telah merendahkan martabat jabatan yang dulu ia janjikan akan diangkat. Ia telah berbohong, menipu, dan berusaha menguntungkan dirinya sendiri dengan mengorbankan sepak bola yang seharusnya ia layani," lanjut Figo.


Tekanan Meluas Terhadap Gianni Infantino

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Gelombang penolakan terhadap rencana penjualan Piala Dunia kepada investor swasta memicu kritik terbuka dari berbagai kalangan. Penolakan itu datang dari sejumlah konfederasi dan tokoh sepak bola yang menilai rencana tersebut tidak sejalan dengan kepentingan olahraga.

Di level konfederasi, ancaman boikot terhadap Piala Dunia mengemuka jika rencana tersebut dipaksakan. UEFA juga disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Infantino.

Dukungan terhadap Infantino di Eropa kian rapuh setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris dan Wales menarik dukungan mereka. Rangkaian manuver ini menambah beratnya tekanan politik terhadap kursi Presiden FIFA.


Figo Menilai Dukungan Untuk Infantino Menyusut

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Figo menegaskan bahwa Infantino telah kehilangan kepercayaan dari banyak pihak, baik di internal FIFA maupun komunitas sepak bola yang lebih luas. Ia menyebut situasi ini sebagai sinyal berakhirnya legitimasi kepemimpinan sang presiden.

"Ia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, para penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk olahraga ini, bahkan tampaknya juga dari penerima FIFA Peace Prize, Donald Trump," kata Figo.

"Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang," tegas Figo.

Berita Terkait