Kiprah Tim Wakil DIY di BRI Super League: PSIM dan PSS Sama-Sama Terjungkal

Berikut ini ulasan perjalanan PSIM dan PSS dalam tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027.

Bola.com, Yogyakarta - BRI Super League 2026/2027 sudah bergulir selama tiga pertandingan. Kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia musim ini diikuti dua klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman.

PSS berstatus sebagai tim promosi setelah naik kasta dari Pegadaian Championship 2025/2026. Sementara PSIM melanjutkan kiprah pada musim keduanya tampil di BRI Super League.

Sayangnya, start kedua wakil DIY itu belum sesuai harapan. PSIM saat ini berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi satu angka. Adapun PSS terpuruk di urutan ke-15 tanpa poin.

Lantas, seperti apa perjalanan PSIM dan PSS dalam tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027? Berikut ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dilatih Sosok Asal Belanda

Menariknya, PSIM dan PSS sama-sama ditangani pelatih asal Belanda pada musim ini. Jean-Paul van Gastel menjadi nakhoda Laskar Mataram, sedangkan PSS masih mengandalkan Pieter Huistra.

Bagi Van Gastel, ini merupakan tahun keduanya menangani PSIM. Pada musim 2025/2026, dia membawa Laskar Mataram menduduki peringkat ke-11 klasemen akhir dengan torehan 45 poin.

Sementara itu, Huistra menukangi PSS sejak musim 2024/2025. Musim lalu, dengan status Direktur Teknik (Dirtek), ia turut membantu Super Elang Jawa finis sebagai runner-up Championship 2025/2026.

Namun, racikan kedua pelatih tersebut belum memberikan hasil maksimal pada awal musim ini. PSIM maupun PSS masih kesulitan mendulang poin penuh.

Kompak Gagal Menang

PSIM dan PSS kompak gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal. Bedanya, Laskar Mataram mengantongi satu poin, sedangkan Laskar Sembada urung mendapatkan angka.

PSIM mengawali kompetisi dengan bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Sesudah itu, mereka takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya dan kalah 1-2 saat bersua Madura United.

Di kubu PSS, hasil yang didapat juga tidak menggembirakan. Super Elja tumbang 1-2 dari Bali United, kemudian digasak Madura United (1-3) dan Dewa United (1-2).

Rentetan hasil tersebut membuat PSS harus segera berbenah. Sleman fans juga mulai menyuarakan kekecewaan dan menuntut tim kesayangannya bangkit pada pertandingan berikutnya.

Semua Gol Dicetak Pemain Asing

Ada fakta menarik lain dari kiprah kedua perwakilan DIY tersebut. Seluruh gol yang mereka cetak sejauh ini lahir dari kontribusi pemain asing.

PSIM mengemas dua gol lewat aksi Adrian Purzycki dan Nermin Haljeta. Sementara PSS mencetak tiga gol melalui Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, serta Christophe Nduwarugira.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kedua tim. Selain memperbaiki sektor pertahanan, PSIM dan PSS perlu meningkatkan produktivitas lini depan, termasuk memaksimalkan kontribusi pemain lokal.

BRI Super League 2026/2027 sedang memasuki jeda karena agenda FIFA Matchday. Masa off kompetisi bisa dimanfaatkan kedua tim untuk melakukan evaluasi sebelum liga digulirkan lagi bulan depan.

Video Populer

Foto Populer