Spanyol Tak Mau Kalah dari Maroko, Ngotot Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030

Pemerintah Spanyol menegaskan ambisinya menjadi tuan rumah laga final Piala Dunia 2030.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 07 Agustus 2026, 07:15 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (AP/Francisco Seco)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Spanyol menegaskan ambisinya menjadi tuan rumah laga final Piala Dunia 2030. Menteri Pendidikan, Pelatihan Vokasi, dan Olahraga Spanyol, Milagros Tolon, menyatakan negaranya sangat layak mendapatkan kehormatan tersebut dibandingkan kandidat lain, termasuk Maroko.

Hingga kini, FIFA masih belum menentukan lokasi pertandingan puncak Piala Dunia 2030. Turnamen edisi spesial itu akan digelar bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko, sementara tiga laga pembuka akan berlangsung di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Advertisement

Pernyataan Tolon muncul setelah FIFA membantah laporan media yang menyebut Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah menjanjikan Maroko sebagai tuan rumah final demi memperkuat dukungan terhadap pencalonannya kembali sebagai presiden FIFA.

"Yang terpenting adalah FIFA sudah membantah kabar tersebut. Kami terus bekerja sama dengan FIFA dan pertemuan berikutnya akan berlangsung pada September nanti," ujar Tolón kepada radio Cadena Ser, seperti dikutip dari ESPN, Kamis (6/8/2026). 

"Kami akan terus bekerja karena kami ingin dan percaya bahwa final Piala Dunia harus digelar di Spanyol. Kami pantas mendapatkannya dan sejak awal selalu berkomitmen agar laga final berlangsung di Spanyol," lanjutnya.

 


Berstatus Juara Dunia Putra dan Putri

Pemain Spanyol merayakan kemenangan dengan trofi setelah pertandingan final Piala Dunia melawan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Seth Wenig)

Tolon menilai Spanyol memiliki banyak keunggulan untuk menjadi tuan rumah partai final. Salah satunya adalah prestasi sepak bola mereka yang saat ini sedang berada di puncak dunia.

Spanyol kini menjadi satu-satunya negara yang menyandang status juara dunia sepak bola putra dan putri secara bersamaan.

Timnas Putri Spanyol meraih gelar Piala Dunia pertama pada 2023 setelah mengalahkan Inggris di final. Sementara itu, Timnas Putra Spanyol sukses menjadi juara Euro 2024 sebelum menambah koleksi bintang kedua di jersey mereka usai mengalahkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

"Pertama, kami adalah juara dunia di kategori putra dan putri. Kedua, Spanyol bersama Portugal adalah negara yang pertama kali mengajukan pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 sebelum Maroko bergabung," kata Tolon.

 


Andalkan Infrastruktur Modern

Rodri berlatih saat sesi latihan di Universitas Qatar, Doha, Qatar, Senin (5/12/2022). La Furia Roja akan berusaha lebih keras pada pertandingan melawan juara Grup F Piala Dunia 2022. (AP Photo/Julio Cortez)

Selain prestasi di lapangan, Tolon juga menilai Spanyol unggul dari sisi kesiapan infrastruktur.

Menurutnya, negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam menggelar ajang olahraga internasional, didukung jaringan transportasi modern dan tingkat keamanan yang tinggi.

"Dengan semua keunggulan itu, saya yakin FIFA akan memilih Spanyol sebagai tuan rumah laga final Piala Dunia 2030," tegasnya.

Maroko berharap dapat menggelar partai final di Stadion King Hassan II yang sedang dibangun di dekat Casablanca dan direncanakan memiliki kapasitas sekitar 115 ribu penonton.

Di sisi lain, Spanyol memiliki sedikitnya dua kandidat stadion ikonik, yakni Santiago Bernabeu milik Real Madrid dan Spotify Camp Nou milik Barcelona, yang dinilai siap menjadi panggung laga terbesar sepak bola dunia.

Keputusan FIFA mengenai lokasi final Piala Dunia 2030 diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber: ESPN

Berita Terkait