Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sedang menghadapi tekanan menyusul gagalnya rencana FIFA Forward Enterprise (FFE).
Dukungan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang diterbitkan AFA.
Infantino saat ini berupaya mengamankan masa jabatan keempat sekaligus yang terakhir sebagai Presiden FIFA.
Namun, sebagian dari 211 asosiasi anggota FIFA disebut mulai kehilangan kepercayaan setelah muncul kontroversi terkait upaya menjual kepemilikan pada perusahaan yang mengelola Piala Dunia.
Kendati proposal FFE tidak lagi berlanjut, 55 asosiasi anggota UEFA tetap menginginkan perubahan kepemimpinan di FIFA. Bahkan, UEFA sebelumnya menyatakan ancaman untuk memboikot berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia mendatang.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis waktu setempat, UEFA menegaskan syarat mereka agar kembali berpartisipasi dalam kompetisi FIFA belum dipenuhi.
Menurut UEFA, selain proposal penjualan kompetisi utama harus dicabut, FIFA harus memastikan langkah serupa tidak akan kembali dilakukan.
UEFA juga menegaskan bahwa organisasinya masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. UEFA menilai pernyataan dukungan dari sejumlah pihak yang bekerja untuk Presiden FIFA tidak mengubah sikap tersebut.
Dukungan kepada Infantino
Di tengah tekanan yang dihadapi, Infantino masih memperoleh dukungan dari sejumlah negara dan organisasi sepak bola. Sebelumnya, enam negara telah menyatakan dukungan, kemudian disusul pihak lain.
Komite Eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara bulat menyatakan dukungan kepada Infantino.
Selain itu, Meksiko, yang menjadi satu di antara tuan rumah Piala Dunia 2026, turut memberikan dukungan kepada Infantino meski konfederasi regionalnya, Concacaf, sebelumnya menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinannya.
Kini, giliran AFA yang menyatakan sikap serupa. Melalui surat terbuka yang ditandatangani Presiden AFA, Claudio Tapia, AFA menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Infantino selama 10 tahun terakhir.
AFA menyebut kepemimpinan Infantino berfokus pada pengembangan sepak bola di seluruh dunia dan penguatan organisasi melalui tata kelola yang jelas, stabil, serta transparan.
Surat Dukungan AFA
Dalam surat itu, AFA juga mengakui keputusan FIFA menarik proposal yang sempat memunculkan lebih banyak ketidakpastian daripada kepastian di kalangan keluarga besar sepak bola.
AFA menilai, pengakuan atas kesalahan dalam proses tersebut serta permintaan maaf yang disampaikan kepada 211 anggota FIFA sebagai langkah yang patut diapresiasi.
AFA juga menilai Infantino telah membawa perubahan besar di FIFA dengan membuka ruang dialog bagi seluruh asosiasi anggota dan konfederasi. Menurut mereka, perubahan itu dibangun di atas tata kelola yang transparan, penghormatan terhadap aturan organisasi, serta penerapan prosedur demokratis.
Menjelang Kongres FIFA berikutnya, AFA menegaskan keyakinannya bahwa FIFA sebaiknya tetap dipimpin oleh Infantino agar pengembangan sepak bola yang lebih baik dan makin inklusif dapat terus berlanjut.
Timnas Argentina Masih Diselidiki
Sementara itu, para pemain dan staf pelatih Timnas Argentina masih berada dalam penyelidikan FIFA menyusul insiden setelah final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol pada 19 Juli.
Hingga kini, FIFA belum mengumumkan apakah Argentina terbukti melanggar kode disiplin dalam insiden yang terjadi di New York New Jersey Stadium tersebut.
Pada laga final itu, Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua dalam sejarahnya berkat gol tunggal Ferran Torres.
#Institucional Respaldo a la gestión realizada los últimos 10 años por Gianni Infantino en la FIFA 📘https://t.co/LlgxadxJ5q pic.twitter.com/REqxzApp97
— AFA (@afa) August 6, 2026
Sumber: Give Me Sport