Timnas Indonesia Terancam Kehilangan Rival di FIFA ASEAN Cup 2026, India Pilih Mundur dan Main Lawan Brasil?

Timnas Indonesia berpotensi kehilangan salah satu rivalnya di FIFA ASEAN Cup 2026. India dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mundur dari turnamen.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 07 Agustus 2026, 20:45 WIB
Timnas Indonesia melawan Kamboja pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27-7-2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berpotensi kehilangan salah satu rivalnya di FIFA ASEAN Cup 2026. India dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mundur dari turnamen tersebut karena jadwalnya berbenturan dengan laga uji coba menghadapi Brasil pada jeda internasional September-Oktober 2026.

Menurut laporan media India, Khel Now, seperti dikutip dari Antara, Jumat (7/8/2026), Federasi Sepak Bola India (AIFF) dalam waktu dekat akan mengambil keputusan final mengenai keikutsertaan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026.

Advertisement

India sebelumnya dijadwalkan tampil di turnamen yang berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026. Macan Biru berada di Grup A Divisi 1 bersama Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Namun, AIFF kini dihadapkan pada pilihan sulit. Mereka juga telah menjadwalkan pertandingan persahabatan melawan Brasil di Kolkata pada 3 Oktober, tepat pada hari terakhir FIFA ASEAN Cup 2026.

AIFF disebut lebih condong memilih pertandingan melawan Brasil. Duel tersebut dinilai sebagai salah satu laga terbesar yang pernah diselenggarakan federasi sepak bola India.

Masalahnya, FIFA disebut tidak mengizinkan India tampil di FIFA ASEAN Cup dengan mengandalkan tim U-23 atau skuad lapis kedua. Artinya, AIFF harus menentukan prioritas dan memilih salah satu agenda.

 


Serius Hadapi Brasil

Wasit Cesar Ramos berbicara dengan Casemiro #5 dari Brasil selama pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 antara Skotlandia dan Brasil di Stadion Miami pada 25 Juni 2026 di Miami Gardens, Florida. (Megan Briggs/Getty Images melalui AFP)

Keseriusan India untuk menggelar pertandingan melawan Brasil juga terlihat dari persiapan finansial yang dilakukan. AIFF dikabarkan tengah menyiapkan anggaran sekitar 60-70 crore rupee atau setara Rp111,3 miliar hingga Rp129,9 miliar.

Dana tersebut berasal dari sponsor, penjualan tiket, serta dukungan Pemerintah Benggala Barat.

Jika India benar-benar mundur, Timnas Indonesia tentu akan kehilangan satu lawan tangguh yang seharusnya dihadapi pada fase grup.

Rencana mundur tersebut mendapat penolakan dari mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia. Bhutia menilai India seharusnya tetap mengutamakan FIFA ASEAN Cup karena turnamen tersebut memberikan manfaat lebih besar bagi perkembangan tim nasional dibandingkan hanya menjalani satu pertandingan persahabatan.

"Saya sangat menegaskan bahwa tim utama harus bermain di FIFA ASEAN Cup. Itu kompetisi yang jauh lebih baik daripada Piala SAFF," ujar Bhutia.

Menurutnya, tiga atau empat pertandingan kompetitif akan jauh lebih berharga bagi perkembangan para pemain dibandingkan hanya menjalani satu laga uji coba.

"Brasil tetaplah Brasil dan tentu bagus melawan mereka. Namun waktunya tidak tepat. Anda hanya memainkan satu pertandingan. Apa manfaatnya bagi perkembangan jangka panjang tim nasional?" lanjutnya.

 


Legenda India Pilih FIFA ASEAN Cup 2026

Bhutia menilai FIFA ASEAN Cup dapat memberikan pengalaman berharga bagi pemain India, terutama mereka yang masih muda.

Dalam turnamen tersebut, India berpotensi menjalani tiga pertandingan kompetitif menghadapi Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Ketiga negara tersebut juga berpeluang menjadi lawan India dalam perjalanan menuju Piala Asia maupun kualifikasi Piala Dunia 2030.

Karena itu, Bhutia menilai pengalaman menghadapi tim-tim Asia Tenggara dalam pertandingan kompetitif akan jauh lebih bermanfaat untuk membangun kekuatan Timnas India dalam jangka panjang.

Kini, keputusan berada di tangan AIFF. Jika memilih laga kontra Brasil dan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, India harus siap kehilangan kesempatan menjalani rangkaian pertandingan kompetitif yang berpotensi penting bagi perkembangan tim nasional mereka.

Berita Terkait