Perombakan Skuat Malaysia Lebih Frontal dari Timnas Indonesia, Pengamat: Persaingan Bakal Makin Sengit di FIFA ASEAN Cup 2026

Perombakan Timnas Malaysia lebih frontal bila dibandingkan Timnas Indonesia menyongsong agenda FIFA ASEAN Cup 2026.

Bola.com, Jakarta - Perombakan Timnas Malaysia lebih frontal bila dibandingkan Timnas Indonesia menyongsong agenda FIFA ASEAN Cup 2026.

Acuan komparasi reformasi tim kedua negara adalah Piala AFF 2026. Jika Timnas Indonesia mencoret 14 pemain, maka Harimau Malaya mengeliminasi sebanyak 22 penggawa.

Upaya ini merupakan bentuk keseriusan kedua negara bertetangga ini mengarungi turnamen edisi perdana yang berkaitan dengan kalender FIFA Matchday tersebut. Karena hasil laga Internasional di jeda kompetisi ini mempengaruhi peringkat tiap negara di daftar rangking global FIFA.

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Ho, hanya menyisakan enam pemain yang membawa tim hingga babak semifinal Piala AFF 2026. Karena mayoritas anggota skuat Malaysia saat itu dihuni pemain muda.

Dan, di FIFA ASEAN Cup 2026, Tan Cheng Ho butuh pemain senior yang mampu bersaing dengan peserta lainnya. Terutama menghadapi pertandingan fase Grup A Divisi 1 melawan Timnas Indonesia, Singapura, dan Bangladesh.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

3 Pemain Baru

Ikhtiar serius Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) adalah menambah tiga pemain baru lewat naturalisasi murni dan jalur keturunan. Trio itu adalah Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Brad Tapp (Australia). Bek berusia 25 tahun yang lahir di Sydney ini disebut memiliki garis keturunan Malaysia dari pihak ibu dan kakek-neneknya.

Bergabungnya Bergson da Silva dan Manuel Hidalgo menggeser pemain naturalisasi Mohamadou Sumareh yang sejak tahun 2018 jadi andalan di barisan depan Malaysia. Even terakhirnya tampil di Piala AFF 2026 silam.

"Setelah kegagalan Malaysia lolos ke Piala Asia 2027, karena kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi maka mereka ingin membuktikan diri di FIFA ASEAN Cup 2026 nanti. Makanya FAM sangat serius menyiapkan Timnas Malaysia," kata Raja Isa Raja Akram Shah.

Yang menarik, tiga debutan di Timnas Malaysia ini membela Johor Darul Ta'zim. Mereka menggenapi sebelas pemain dari klub raksasa di Liga Super Malaysia yang ada dalam Timnas Malaysia.

"Dengan jumlah pemain terbanyak, maka JDT jadi kekuatan inti Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurut saya ini kebijakan sangat strategis. Karena chemistry antarpemain lebih cepat menyatu," jelasnya.

Dengan kekuatan tersebut, pengamat sepak bola asal Malaysia yang memiliki darah keturunan Bugis ini yakin Harimau Malaya mampu menandingi rival di Grup A.

"Sepak bola tak sekedar materi pemain bagus. Terpenting bagaimana para pemain itu bisa menyatu dalam permainan yang solid. Saya kira dengan kekuatan Malaysia saat ini, mereka bisa bersaing di FIFA ASEAN Cup nanti," ujarnya.

Apalagi, lanjut eks pelatih PSM dan Persipura ini, Johor Darul Ta'zim termasuk klub mewah di Asia Tenggara yang telah menembus pentas AFC Champions League Elite.

"Saya kira para pemain JDT yang punya jam terbang di level antarklub Asia modal bagus bagi Timnas Malaysia. Materi Timnas Indonesia di atas Malaysia. Tapi pelatih John Herdman masih perlu membangun chemistry mereka. Dan, untuk itu butuh waktu. Derby Timnas Indonesia lawan Malaysia sangat menarik di FIFA ASEAN Cup mendatang," tuturnya.

Video Populer

Foto Populer