Menjaga Marwah di Piala Presiden 2026: Persebaya Jawab Tuntas Tantangan Erick Thohir

Meski digelar tanpa penonton di Bali, sunyinya Stadion Wayan Dipta justru berubah menjadi gemuruh kegembiraan yang nyaring di dada para pendukung Persebaya Surabaya, yang menggelar nonton bareng di berbagai sudut Kota Pahlawan.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 12:15 WIB
Kapten Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, mengangkat trofi juara Piala Presiden 2026 saat perayaan kemenangan usai mengalahkan Persib Bandung pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Persebaya memastikan gelar juara perdana setelah menang dramatis 6-5 lewat adu tendangan penalti, menyusul hasil imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Piala Presiden 2026 melahirkan juara baru. Untuk kali pertama, Persebaya Surabaya keluar sebagai kampiun pada turnamen pramusim bergengsi tersebut.

Pertempuran sengit tersaji dalam partai final antara Persib Bandung versus Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam. Kedua tim klasik ini harus bentrok selama 120 menit di lapangan.

Advertisement

Babak tos-tosan akhirnya dilakukan setelah kedua kesebelasan bermain sama kuat 1-1 di waktu normal. Gol cepat Ramadhan Sananta pada menit ke-20, dibalas bek Persib Patricio Matricardi empat menit berselang.

Ketegangan memuncak di babak adu penalti hingga akhirnya Persebaya mengunci kemenangan dengan skor 6-5. Gelar ini sekaligus jadi penawar luka edisi 2019, saat Bajul Ijo kalah agregat 2-4 dari Arema FC di laga puncak.

Meski digelar tanpa penonton di Bali, sunyinya Stadion Wayan Dipta justru berubah menjadi gemuruh kegembiraan yang nyaring di dada para pendukung Persebaya Surabaya, yang menggelar nonton bareng di berbagai sudut Kota Pahlawan.

 
 

Menjawab Tantangan Erick Thohir

Pemain Persib Bandung, Mariano Peralta (kiri), berusaha lepas dari kawalan dua pemain Persebaya Surabaya, Walber (tengah) dan Francisco Rivera, pada laga final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Peralta kemudian diganjar kartu merah pada menit ke-112 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera. Meski unggul jumlah pemain hingga akhir pertandingan, Persebaya baru memastikan gelar juara usai menang 6-5 lewat adu tendangan penalti. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Kesuksesan itu bukan sekadar memenangi turnamen pramusim. Gelar juara ini seolah menjawab langsung tantangan dari Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora RI, Erick Thohir.

Dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta pada 6 Juli lalu, Erick Thohir mengapungkan harapan agar klub Indonesia bisa merebut kembali trofi Piala Presiden 2026 dari sang juara bertahan asal Thailand, Port FC.

"Mungkin harus kita tantang nih Pak Ara, Bu Siwi, dan Tsamara, bisa enggak klub Indonesia mempertahankan marwahnya sebagai klub-klub legendaris untuk merebut pialanya dari Port FC asal Thailand," ujar Erick saat itu.

"Kita tahu Thailand adalah salah satu momok bagi kita. Timnas Indonesia adalah rival Thailand, pun Vietnam," sambung mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Menariknya, bak sebuah doa, Erick Thohir ketika itu secara spesifik menyebut motivasi besar yang dimiliki Green Force. "Ada Persebaya yang bukan kaleng-kaleng tahun ini, ada target 100 tahun Persebaya," ucap pria berusia 56 tahun itu.


Juara Rek!

Pemain Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan menjuarai Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti 6-5 pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum Persebaya memastikan gelar juara lewat adu penalti. (KLY/Budy Santoso)

Pelepas dahaga. Itulah yang dirasakan penggawa Bajul Ijo. Gelar ini adalah trofi perdana yang sangat emosional sejak kali terakhir klub kesayangan Bonek tersebut menjuarai Divisi Utama pada musim 2004 silam.

Penjaga gawang Persebaya, Reza Arya Pratama, yang tampil heroik dengan menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Persib, tak kuasa menahan haru seusai pertandingan.

"Tentunya alhamdulillah, ini penantian panjang Persebaya, akhirnya bisa juara lagi. Semoga ke depannya bisa jauh lebih baik lagi," kata Reza Arya emosional.

"Terima kasih untuk keluarga, orang tua, calon istri saya, dan seluruh suporter Persebaya, Bonek-Bonita di Indonesia. Alhamdulillah malam ini kita juara!" sambung kiper berusia 26 tahun tersebut.

Hal senada disampaikan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyebut betapa berharganya gelar juara ini bagi Bajul Ijo setelah penantian panjang.

"Saya sangat bangga dengan tim, dengan para pemain, karena selama 22 tahun Persebaya belum pernah memenangkan trofi besar. Jadi saya berharap Bonek dan Bonita menghargai kerja keras anak-anak, mereka layak mendapatkannya," tuturnya.

"Tidak mudah untuk bertanding tanpa memiliki cukup waktu untuk pemulihan. Saya pikir malam ini adalah malam yang fantastis. Terima kasih Bonek, Bonita, atas dukungannya dan terima kasih untuk tim saya karena mereka terus berjuang sampai akhir," imbuh dia.


Tuntaskan Misi Nasional

Para pemain, pelatih, dan ofisial Persebaya Surabaya berpose bersama trofi usai memastikan diri menjadi juara Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Bajul Ijo mengunci gelar perdana setelah mengalahkan Persib Bandung 6-5 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Piala Presiden 2026 dikemas berbeda dengan diikuti delapan klub peserta. Lima di antaranya merupakan tim legendaris Indonesia, yaitu Persija Jakarta, Arema FC, Persebaya, Persib, dan PSMS Medan.

Sementara tiga tempat lain diisi klub undangan dari Asia Tenggara, yaitu DPMM FC dari Brunei Darussalam, Tampines Rovers asal Singapura, serta Port FC wakil Thailand.

Sepanjang turnamen, klub dengan warna kebesaran hijau tersebut tampil superior tanpa tersentuh kekalahan sekalipun. Perinciannya mengukir empat kemenangan plus sekali imbang.

Pada fase grup, mereka sukses mendepak Port FC. Di semifinal, skuad Bajol Ijo melewati adangan Arema FC dalam Derbi Jatim di Wayan Dipta, sebelum akhirnya mengandaskan perlawanan Maung Bandung di partai final.

Lewat racikan taktik Bernardo Tavares, Francisco Rivera dkk. tidak hanya mempersembahkan prestasi emas bagi warga Surabaya menjelang usia seabad klub, tetapi juga menuntaskan misi nasional: menjaga marwah sepak bola Tanah Air dan membawa pulang trofi Piala Presiden ke pangkuan Ibu Pertiwi. Salam Satu Nyali, Wani!


Diguyur Hadiah Miliaran Rupiah

Para pemain dan ofisial Persebaya Surabaya berselebrasi di lapangan usai memastikan gelar juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Bajul Ijo mengunci gelar perdana di ajang ini lewat kemenangan dramatis 6-5 melalui adu tendangan penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Atas prestasi gemilang ini, Persebaya berhak membawa pulang hadiah utama yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp8 miliar. Sementara itu, Persib yang harus puas menyabet runner-up mengantongi Rp 3,5 miliar.

Di peringkat ketiga dan keempat ada Persija serta Arema FC dengan masing-masing mendapatkan hadiah senilai Rp2,5 miliar danRp 1,5 miliar.

Dibalik kesuksesan turnamen, Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan doa yang diberikan selama penyelenggaraan turnamen pramusim tersebut.

Pria yang akrab disapa Ara itu mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan Piala Presiden 2026. Namun, ia menegaskan panitia terus berupaya memberikan yang terbaik demi kemajuan sepak bola nasional.

"Tidak ada yang sempurna selain Tuhan. Namun, kami percaya telah berusaha memberikan yang terbaik yang kami bisa. Semua kami dedikasikan untuk Republik Indonesia, rakyat, dan dunia sepak bola Indonesia," ujar Ara.

Berita Terkait