Dokumen Polisi Ungkap Ancaman Keamanan Mengerikan di Piala Dunia 2026, Messi hingga Ronaldo Jadi Sasaran

Dokumen polisi Bocor, terungkap ancaman mengerikan di Piala Dunia 2026. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo ikut jadi sasaran.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Agustus 2026, 05:15 WIB
Logo Piala Dunia 2026. (Bola.com/FIFA)

Bola.com, Jakarta - Sebuah dokumen kepolisian yang bocor mengungkap sejumlah ancaman keamanan serius selama Piala Dunia 2026.

Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, sejumlah pemain, wasit, hingga timnas menjadi sasaran dalam berbagai insiden yang tercatat dalam dokumen tersebut.

Advertisement

Dokumen itu dilihat oleh Informacion.es dan memuat sejumlah dugaan upaya teror serta ancaman terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Timnas Argentina menjadi satu di antara pihak yang disebut mendapat ancaman secara khusus.

"Menjelang pertandingan Argentina melawan Yordania, seorang pria diduga menelepon Bandara Dallas dan mengaku akan menyerbu stadion bersama dua orang lainnya. Ia mengatakan mereka membawa bom rakitan dan senapan AR-15," tulis The Sun.

"Pria tersebut mengancam akan menyerang polisi dan pemain dari kedua tim. Dalam ancamannya, ia secara khusus menyebut Lionel Messi sebagai satu di antara target pembunuhan."


Meledakkan Messi

Pemain Argentina Lionel Messi berebut bola dengan pemain Mesir Ramy Rabia selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Argentina dan Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. (AP Photo/Erik S. Lesser)

Ancaman juga muncul menjelang pertandingan Argentina melawan Mesir. Seorang terduga teroris menulis di X bahwa dirinya akan memasuki stadion di Atlanta dan meledakkan Messi menggunakan empat bom yang dipasang di tubuhnya.

Pada saat pertandingan berlangsung, seorang pria lain menelepon polisi dan mengaku telah menempatkan tiga bom di dalam tempat sampah yang tersebar di tribune stadion.

Dua ancaman tersebut memicu pencarian besar-besaran di dalam stadion. Tim penjinak bom dan anjing pelacak dikerahkan untuk mencari kemungkinan adanya bahan peledak.


Ronaldo Juga Jadi Sasaran Ancaman

Cristiano Ronaldo dari Portugal bereaksi selama pertandingan Grup K Piala Dunia antara Portugal dan Kongo di Houston, Kamis, 18 Juni 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Cristiano Ronaldo juga disebut menjadi sasaran kekhawatiran keamanan selama Piala Dunia 2026.

Seorang pegawai FIFA melaporkan adanya pria mencurigakan yang mencari informasi mengenai tempat Ronaldo menginap selama turnamen.

Dalam insiden lain, seorang penggemar fanatik masuk ke hotel tempat Ronaldo menginap dan berusaha masuk ke dalam lift bersamanya.

Pria tersebut kemudian diborgol oleh polisi. Kepada petugas, ia mengaku hanya ingin berfoto selfie dengan Ronaldo.

 


Wasit Diteror Ribuan Pesan

Francois Letexier jadi wasit final Euro 2024 (AFP)

Ancaman diterima perangkat pertandingan. Wasit Francois Letexier dilaporkan menerima lebih dari 6.000 pesan bernada ancaman melalui WhatsApp pribadinya setelah keputusan-keputusan kontroversial dalam pertandingan Argentina melawan Mesir.

Sementara itu, wasit video assistant referee (VAR), Willy Delajod, juga menjadi sasaran kemarahan suporter Mesir. Ia menerima sejumlah pesan bernada keras, termasuk ancaman pembunuhan.

Insiden lain terjadi setelah Paraguay kalah dari Prancis. Suporter Paraguay membakar sebuah boneka jerami yang diberi label "Mbappe".

Kylian Mbappe juga menjadi sasaran serangan bernada rasis, termasuk hujatan dari seorang senator Paraguay.


Pemain Melakukan Kesalahan Ikut Diancam

(Dari kiri ke kanan) Penyerang Timnas Norwegia #07, Alexander Sorloth, penyerang Norwegia #09, Erling Braut Haaland, gelandang Inggris #08, Elliot Anderson, dan penyerang Inggris #09, Harry Kane, berebut bola sundulan saat pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami, Miami pada 12 Juli 2026. (ROBERTO SCHMIDT/AFP)

Sejumlah pemain juga menerima ancaman setelah melakukan kesalahan dalam pertandingan.

Penyerang Timnas Norwegia, Alexander Sorloth, dan istrinya mendapat ancaman pembunuhan setelah sang striker tidak memberikan umpan kepada Erling Haaland dalam pertandingan perempat final melawan Inggris.

"Pemain Timnas Kolombia, Jaminton Campaz, juga menghadapi ancaman setelah gagal mengeksekusi penalti. Ia bahkan tidak dapat kembali ke negaranya bersama anggota tim lainnya setelah Kolombia tersingkir," lanjut The Sun.

Kolombia sebelumnya sudah pernah menghadapi kasus serupa. Bek Andres Escobar dibunuh oleh kartel narkoba setelah mencetak gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994.

Timnas Korea Selatan ikut mendapat pengamanan ketat dari kepolisian setelah tersingkir secara mengecewakan pada fase grup.

Pelatih Hong Myung-bo yang berada di luar negeri kemudian menjadi sasaran kemarahan publik. Polisi bahkan menyelidiki proses penunjukannya sebagai pelatih.


Keamanan Timnas Inggris Diperketat

Thomas Tuchel, pelatih Timnas Inggris, berbicara kepada para pemain Inggris saat istirahat minum selama pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Boston pada 24 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Mattia Ozbot/Getty Images via AFP)

Sementara itu, Timnas Inggris juga mengalami insiden keamanan di pusat media mereka. Seorang pria yang membawa kunci inggris masuk ke lokasi dan mulai berteriak di hadapan para wartawan.

Skuad The Three Lions mendapat pengamanan dalam tiga lapis di markas mereka di Amerika Serikat. Piala Dunia 2026 disebut sebagai turnamen dengan pengamanan paling ketat.

Hotel tempat Timnas Inggris menginap juga dipersiapkan seperti "benteng" dengan barikade beton dan layar yang mengelilingi area untuk menghalangi pandangan calon penembak jitu.

Zona larangan terbang diberlakukan untuk mencegah serangan menggunakan drone. Sebuah pusat komando juga didirikan di seberang The Inn at Meadowbrook Hotel, yang memiliki 54 kamar dengan tarif 260 paun per malam.

Petugas kepolisian bersenjata, personel keamanan, dan penjaga keamanan swasta turut berpatroli di sekitar kompleks di Prairie Village, Kansas.

Berita Terkait