Gianni Infantino Bantah Keras Tuduhan Bayar Pesangon Mantan Kekasih di UEFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membantah keras tuduhan bahwa dirinya mengatur pembayaran pesangon kepada seorang mantan kekasih yang pernah bekerja di UEFA.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 09 Agustus 2026, 18:30 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, membantah keras tuduhan bahwa dirinya mengatur pembayaran pesangon kepada seorang mantan kekasih yang pernah bekerja di UEFA.

Tuduhan tersebut muncul setelah laporan media Inggris mengungkap adanya pembayaran dalam jumlah enam digit kepada seorang mantan pegawai UEFA yang disebut pernah memiliki hubungan dengan Infantino.

Advertisement

Infantino disebut menjalin hubungan dengan seorang pegawai junior ketika masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA. Ia bekerja di organisasi sepak bola Eropa tersebut sejak 2000 hingga 2016, sebelum kemudian terpilih sebagai Presiden FIFA.

UEFA sendiri mengonfirmasi bahwa pembayaran terkait kepergian pegawai tersebut memang pernah dilakukan. Namun, organisasi itu tidak menjelaskan secara rinci besaran maupun mekanisme pembayaran tersebut.

Di tengah munculnya pemberitaan tersebut, FIFA langsung memberikan bantahan atas tuduhan yang diarahkan kepada Infantino.

"Presiden FIFA Gianni Infantino dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Tuduhan itu sama sekali tidak benar," demikian pernyataan FIFA seperti dikutip dari laporan media Inggris, Minggu (9/8/2026).

FIFA juga menegaskan tidak pernah menerima laporan resmi mengenai dugaan perilaku tidak pantas yang melibatkan Infantino selama bekerja di UEFA maupun setelah menjabat sebagai Presiden FIFA.


Tekanan kepada Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Polemik terbaru ini menambah panjang daftar kontroversi yang membuat posisi Gianni Infantino mendapat sorotan dalam beberapa waktu terakhir.

Tekanan terhadap Infantino meningkat setelah muncul kontroversi terkait rencana FIFA melepas sebagian kepemilikan atau hak ekonomi dalam sejumlah kompetisi.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah asosiasi sepak bola Eropa. Bahkan, beberapa negara sempat mendorong langkah keras terhadap kepemimpinan Infantino dan mempertimbangkan sikap terhadap kompetisi yang berada di bawah FIFA.

FIFA kemudian melakukan perubahan sikap dan meminta maaf setelah proposal tersebut memicu reaksi luas dari komunitas sepak bola.

Namun, persoalan belum sepenuhnya mereda. Sejumlah federasi masih mempertanyakan kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga disebut telah menarik dukungan terhadap Infantino.

 


Hubungan dengan Donald Trump Ikut Disorot

Ilustrasi Gianni Infantino, Presiden FIFA. (Bola.com/AI)

Selain persoalan internal FIFA, hubungan dekat Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menjadi perhatian selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Salah satu momen yang mendapat sorotan terjadi setelah Trump mengaku meminta Infantino melakukan intervensi terkait kartu merah yang diterima penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Balogun kemudian tetap dapat tampil dalam pertandingan babak 16 besar Amerika Serikat.

Rangkaian kontroversi tersebut membuat tekanan terhadap Infantino terus meningkat.

Kini, bantahan terbaru terkait tuduhan pembayaran kepada mantan pegawai UEFA menjadi persoalan lain yang harus dihadapi pria berusia 56 tahun tersebut.

Infantino masih menjabat sebagai Presiden FIFA dan diperkirakan akan menghadapi dinamika politik yang semakin kuat menjelang pemilihan presiden organisasi sepak bola dunia pada 2027.

Sumber: Express

Berita Terkait