FA Inggris Terapkan Aturan Baru Mulai Musim 2026/2027, Hampir 900 Klub Terdampak

FA Inggris menerapkan aturan baru soal keselamatan, hampir 900 klub harus berbenah.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Agustus 2026, 21:15 WIB
Ilustrasi logo FA Inggris. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menerapkan aturan baru yang akan membawa perubahan pada fasilitas stadion di berbagai level kompetisi mulai musim 2026/2027. Regulasi ini berkaitan dengan keselamatan di sekitar lapangan dan berpotensi berdampak pada hampir 900 klub.

Aturan baru tersebut melarang penggunaan pembatas lapangan berbahan bata padat, breeze block, serta beton dalam sistem kompetisi National League System. Regulasi ini juga berlaku untuk klub putra pada level satu hingga enam serta level tiga dan empat National League putri.

Advertisement

Perubahan regulasi itu diperkenalkan setelah FA melakukan peninjauan keselamatan menyusul meninggalnya Billy Vigar.

Mantan pemain muda Arsenal yang kemudian memperkuat Chichester City itu mengalami cedera otak fatal, September tahun lalu.

Vigar, yang berusia 21 tahun, mengalami cedera ketika berusaha mempertahankan bola agar tidak keluar lapangan dalam pertandingan Chichester City melawan Wingate and Finchley. Saat itu, Vigar berlari dan menabrak dinding beton di sekitar lapangan.


Pembatas Lapangan

Penyerang Argentina #22, Lautaro Martinez, merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan perempat final turnamen Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City di Kansas City pada 12 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Dalam aturan baru mengenai pembatas lapangan, FA menyatakan bahwa dinding atau pembatas berbahan bata padat, breeze block, dan beton yang sudah ada harus segera dihilangkan jika memungkinkan.

Jika pembatas tidak dapat dibongkar karena alasan struktural, klub harus memberikan perlindungan yang sesuai. FA juga telah memberi tahu klub-klub yang terdampak mengenai perubahan tersebut.

Pertandingan masih diperbolehkan berlangsung di stadion yang terkena aturan selama proses perubahan dilakukan. Namun, klub diminta terus menilai keamanan pembatas di sekitar lapangan dan menyusun rencana apabila diperlukan perubahan pada struktur tersebut.

Dari sekitar 900 klub yang berkompetisi pada level yang terdampak, FA telah memberi tahu sekitar 160 klub bahwa setidaknya ada satu bagian dari fasilitas stadion mereka yang harus dimodifikasi.

Pendanaan untuk pekerjaan yang diperlukan akan diberikan bersama oleh FA dan Premier League melalui Premier League Stadium Fund. Program pendanaan tersebut juga sudah mulai berjalan.


Desakan soal Keselamatan

Ibrahima Konate dkk berusaha membantu Noa Lang yang kesakitan karena jempolnya cedera di laga Liverpool vs Galatasaray di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Kamis (19/03/2026) dini hari WIB. (AP Photo/.Jon Super)

Perubahan aturan tersebut muncul setelah serangkaian desakan untuk meningkatkan keselamatan pembatas di sekitar lapangan.

Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA) sebenarnya telah mengampanyekan peninjauan menyeluruh terhadap keselamatan pembatas lapangan sebelum meninggalnya Vigar.

Pada 2022, pemain Bath City, Alex Fletcher, mengalami insiden serupa dan sempat berada dalam kondisi koma. Kejadian tersebut membuat PFA kembali menyuarakan kekhawatiran mengenai bahaya pembatas keras di stadion-stadion sepak bola nonliga.

Setahun kemudian, pada Juni 2023, PFA bersama Menteri Olahraga Inggris saat itu, Stuart Andrew, mengirim surat kepada FA, Premier League, EFL, dan National League. Mereka meminta agar standar keselamatan pembatas di sekitar lapangan ditinjau.

Setelah kematian Vigar tahun lalu, PFA kembali menyampaikan kekhawatiran tersebut. PFA juga menilai kurangnya perkembangan dan kepemimpinan dalam persoalan itu tidak dapat diterima.


Sambut Perubahan Regulasi

Jordan Henderson mengalami cedera saat merayakan kemenangan Inggris atas Meksiko pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 - AP Photo/Eduardo Verdugo

Dalam kelompok kerja yang dibentuk FA setelah kematian Vigar, PFA mendorong perubahan kriteria akreditasi stadion FA. PFA menginginkan larangan terhadap jenis dinding tersebut dimasukkan ke kriteria sehingga klub memiliki aturan yang jelas dan terpusat.

Juru bicara PFA menyambut perubahan regulasi yang kini telah dilakukan FA.

"Setelah kematian tragis Billy Vigar tahun lalu, kami kembali menyoroti kekhawatiran ini dan memperjelas pandangan kami bahwa kurangnya perkembangan dan kepemimpinan dalam persoalan ini tidak dapat diterima," ujar juru bicara PFA, dikutip dari Give Me Sport.

PFA juga menilai perubahan aturan tersebut merupakan langkah yang baik karena regulasi FA kini telah mencerminkan posisi yang selama ini mereka dorong.

Namun, PFA meminta proses penghapusan dinding-dinding tersebut tetap dipantau dengan baik. Risiko juga harus dimitigasi secara efektif sebelum pembatas benar-benar dihilangkan.

Selain itu, klub-klub perlu mendapatkan dukungan yang dibutuhkan agar perubahan dapat dilakukan secepat mungkin.

"Keselamatan pemain harus selalu menjadi yang utama," lanjut juru bicara PFA.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait