Florian Wirtz Nikmati Gaya Main Andoni Iraola di Liverpool: Ide Sepak Bolanya Saya Suka

Florian Wirtz memberikan penilaian positif terhadap awal kepemimpinan Andoni Iraola di Liverpool.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 12:00 WIB
Gelandang Jerman #17, Florian Wirtz, merayakan gol ketiga timnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan persahabatan internasional antara Swiss dan Jerman di St. Jakob-Park di Basel, Swiss pada 28 Maret 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Florian Wirtz memberikan penilaian positif terhadap awal kepemimpinan Andoni Iraola di Liverpool. Meski The Reds menelan kekalahan pada laga pramusim kontra AS Monaco, Wirtz mengaku menikmati metode latihan dan filosofi sepak bola yang diterapkan sang pelatih baru.

Liverpool kalah 2-3 dari Monaco dalam pertandingan uji coba pada Minggu (9/8/2026). Hasil tersebut kembali menunjukkan persoalan yang sebelumnya muncul dalam laga kontra Leeds United.

Advertisement

Liverpool unggul 2-0 pada kedua pertandingan tersebut, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya harus menerima kekalahan.

Wirtz menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian selama pramusim. Gelandang asal Jerman itu mencetak gol dalam dua pertandingan, masing-masing ketika menghadapi Leeds United dan Monaco.

Meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, Wirtz tetap memberikan apresiasi terhadap Iraola yang baru menangani Liverpool.

 


Terpikat Filosofi Iraola

Andoni Iraola, pelatih baru Liverpool mulai musim 2026/2027. (Dok. liverpoolfc.com)

Wirtz mengaku sudah mengetahui kemampuan Iraola sejak pelatih asal Spanyol itu masih menangani Bournemouth. Menurutnya, pekerjaan Iraola selama tiga tahun di klub tersebut menjadi bukti kualitas sang manajer.

"Selama tiga tahun terakhir dia bekerja di Bournemouth, Anda bisa melihat apa yang bisa dia lakukan bersama tim," ujar Wirtz seperti dilansir Sky Sports.

Wirtz juga mengungkapkan bahwa dirinya menikmati dua pekan pertama bekerja bersama Iraola.

"Jelas kami menantikan untuk bekerja bersamanya. Dalam beberapa pekan pertama, saya hanya bisa mengatakan bahwa saya menikmatinya," tutur pemain berusia 23 tahun tersebut.

"Baru dua pekan saya berlatih, tetapi saya menikmatinya dan menyukai ide sepak bola yang dia miliki."

 


Masalah Liverpool

Kekalahan dari Monaco tetap menjadi catatan bagi Iraola. Liverpool kembali gagal menjaga performa setelah tampil impresif pada awal pertandingan.

Iraola bahkan mengakui timnya belum mampu mempertahankan level permainan yang diinginkan secara konsisten.

Persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah penting bagi Liverpool sebelum musim kompetisi resmi dimulai. Selain memperbaiki konsistensi permainan, kedalaman skuad juga menjadi perhatian.

Namun, bagi Wirtz, periode pramusim menjadi kesempatan penting untuk memahami filosofi baru yang dibawa Iraola.

Kehadiran Wirtz menjadi salah satu harapan Liverpool untuk meningkatkan kreativitas lini serang. Penampilan positifnya pada pramusim menjadi modal berharga menjelang musim baru.

Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, Wirtz berharap proses adaptasi bersama Iraola terus berjalan dan ide permainan sang pelatih bisa diterapkan secara maksimal di pertandingan kompetitif.

Berita Terkait