FIFA Tegaskan Dukungan untuk Gianni Infantino: Mandat Demokratis Harus Dihormati

FIFA mengeluarkan pernyataan keras untuk membela presidennya, Gianni Infantino.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 12:30 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA mengeluarkan pernyataan keras untuk membela presidennya, Gianni Infantino. Federasi sepak bola dunia itu menilai ada upaya terorganisasi untuk merusak reputasi Infantino sekaligus melemahkan kepemimpinannya.

Pernyataan tersebut muncul setelah UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran kepada seorang mantan pegawai perempuan yang sebelumnya disebut memiliki hubungan dengan Infantino ketika masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.

Advertisement

“Semakin jelas terlihat bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sejumlah pihak untuk melemahkan FIFA dan presidennya," demikian pernyataan FIFA, Minggu (9/8/2026).

“Mereka yang tidak mendapatkan dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, atau informasi yang menyesatkan, sesuatu yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis yang telah ditetapkan FIFA," lanjut FIFA.

“Pemberitaan terbaru memuat sejumlah pernyataan yang tidak didukung bukti serta klaim yang secara nyata tidak benar mengenai FIFA dan presidennya. Spekulasi dan insinuasi tidak seharusnya disajikan sebagai fakta, dan pengulangan tidak lantas membuat sebuah tuduhan menjadi benar."

 


Tuduhan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

 

 

 

FIFA menegaskan bahwa pengulangan sebuah tuduhan tidak otomatis membuat tuduhan tersebut menjadi fakta.

“Presiden FIFA telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun kehidupan profesionalnya untuk sepak bola Eropa dan dunia, serta berkontribusi terhadap perubahan signifikan dalam olahraga ini, khususnya dalam memperluas akses, sumber daya, dan kesempatan di seluruh dunia," lanjut FIFA.

“Perubahan tidak dapat dihindari akan menantang kepentingan-kepentingan yang sudah mapan. Namun, ketidaksepakatan terhadap perubahan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melemahkan mandat demokratis presiden FIFA maupun institusi yang dipimpinnya berdasarkan hasil pemilihan."

“FIFA menyambut baik pengawasan yang sah. Namun, pengawasan bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperbesar tuduhan yang tidak didukung bukti, atau menciptakan pengalihan perhatian yang bertujuan menghambat kemajuan. Jika pemberitaan tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menanggapinya secara langsung dan tegas."


Infantino Disebut Tetap Punya Mandat Demokratis

Ilustrasi Gianni Infantino, Presiden FIFA. (Bola.com/AI)

FIFA juga mengakui bahwa perubahan kerap menimbulkan pertentangan dengan kepentingan yang sudah mapan.

Namun, FIFA menilai perbedaan pandangan tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menggoyang mandat demokratis Infantino maupun institusi yang dipimpinnya.

“Tanggung jawab FIFA adalah kepada 211 asosiasi anggotanya dan kepada sepak bola di seluruh dunia. Kami tidak akan teralihkan atau menyimpang dari upaya memperkuat organisasi, memberikan manfaat bagi asosiasi anggota, serta melanjutkan pekerjaan untuk menjadikan sepak bola benar-benar mendunia. Melalui presiden FIFA dan jajaran administrasi FIFA, fokus kami tetap tertuju pada misi tersebut, dan kami semakin bertekad untuk mewujudkannya.”


UEFA Punya Bukti

 

Sementara itu, UEFA memastikan pembayaran kepada mantan pegawai tersebut memang dilakukan. Namun, UEFA menegaskan bahwa pembayaran itu sesuai dengan aturan yang berlaku pada saat itu.

Regulasi mengenai pembayaran bagi pegawai yang meninggalkan UEFA kemudian diperketat sejak 2016. Aturan yang berlaku saat ini, menurut UEFA, telah disesuaikan dengan standar organisasi modern dan berprofil tinggi.

Dengan situasi yang semakin memanas, posisi Infantino kembali menjadi sorotan.

FIFA menegaskan tidak ingin teralihkan dari agenda mereka untuk memperkuat organisasi, memberikan pelayanan kepada 211 asosiasi anggota, serta menjadikan sepak bola semakin mendunia.

Sumber: FIFA, Express

Berita Terkait