PSG Dekati Zion Suzuki, Opsi Peminjaman ke Juventus Dibahas

PSG ajukan tawaran hingga €35 juta untuk Zion Suzuki. Skenario peminjaman ke Juventus ikut dibahas, sementara negosiasi dengan Parma masih berjalan.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 10 Agustus 2026, 18:05 WIB
Kiper Timnas Jepang, Zion Suzuki melakukan pemanasan saat latihan resmi menjelang laga lanjutan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) mendorong negosiasi untuk merekrut Zion Suzuki dari Parma. Juventus masuk dalam skenario transfer karena opsi peminjaman ke Turin ikut dipertimbangkan sebagai bagian paket kesepakatan.

Raksasa Prancis itu telah menaikkan proposal mereka dan belum memutuskan apakah kiper tim nasional Jepang tersebut akan langsung memperkuat skuad atau dipinjamkan. Status akhir Suzuki pada musim pertamanya masih menjadi bahan diskusi internal.

Advertisement

Fabrizio Romano pada 27 Juli melaporkan PSG dan Juventus sama-sama berbicara dengan Parma untuk Zion Suzuki. Minat Si Putih-Hitam disebut sebagai solusi jangka panjang di bawah mistar, sementara PSG melihat peluang investasi untuk masa depan.


Peta Negosiasi dan Angka Penawaran

Parma sempat menolak tawaran awal PSG senilai €28 juta ditambah bonus €5 juta. Setelah itu, Les Parisiens menaikkan proposal menjadi sekitar €33 juta, setara dengan sekitar $38 juta.

Laporan terkini menyebutkan proposal PSG telah mencapai €35 juta, termasuk bonus. Negosiasi antara klub-klub masih terus berlangsung dan belum ada keputusan final terkait struktur akhir maupun klausul lanjutan.

Romano menegaskan pembicaraan aktif terjadi dengan Parma sejak akhir Juli, sejalan dengan minat panjang Juventus terhadap sang kiper 23 tahun. Situasi disebut cair karena paket PSG terus berevolusi mengikuti dinamika perundingan.


Strategi PSG dan Skenario Peminjaman ke Juventus

PSG memandang Zion Suzuki sebagai investasi prospektif, bukan penjaga gawang utama yang dijamin tempatnya sejak hari pertama. Keputusan final mengenai peran Suzuki setelah rekrutmen belum diambil oleh manajemen.

Ada kemungkinan besar Suzuki dipinjamkan ke Juventus untuk musim pertamanya, terutama jika Lucas Chevalier tetap bertahan di skuad PSG. Sejumlah sumber terkemuka—L'Equipe, Sky Sport Italia, Fabrizio Romano, dan Sportitalia—meyakini Suzuki akan bergabung dengan PSG tetapi tidak langsung bermain untuk klub tersebut pada musim pertamanya.

Gagasan peminjaman ke Juventus bahkan muncul di tengah negosiasi terpisah antara kedua klub terkait transfer Randal Kolo Muani. Selain itu, PSG menginginkan persaingan lebih kuat di pos kiper dan tidak puas hanya mengandalkan Matvei Safonov.


Alasan Ketertarikan PSG pada Suzuki

Kiper Timnas Jepang, Zion Suzuki, saat melawan Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Minat PSG terhadap Zion Suzuki didorong faktor strategis jangka panjang. Setelah kepergian Lee Kang-in, klub menilai penting untuk menjaga dan memperkuat kehadiran pemasaran di pasar Asia.

Dari sisi teknis, kemampuan Suzuki dipandang cocok untuk sistem berbasis penguasaan bola ala Luis Enrique. Ketenangan dengan bola dan perannya sebagai "pemain lapangan ke-11" menjadikannya opsi yang kompatibel untuk membangun serangan dari belakang.

Di usia 23 tahun, ia memadukan shot-stopping yang solid dengan distribusi bola yang rapi. Kombinasi tersebut menempatkannya sebagai kandidat solusi jangka panjang di Parc des Princes, baik sebagai kompetitor internal maupun penerus dalam beberapa musim ke depan.


Performa di Parma dan Respons Juventus

Zion Suzuki mencatat perkembangan pesat sejak bergabung dengan Parma di Serie A dan berkontribusi signifikan membantu klub menghindari degradasi. Musim lalu, ia menorehkan rata-rata 3,3 penyelamatan per pertandingan dengan persentase penyelamatan di atas 70 persen.

Sepanjang 20 laga Serie A bersama Parma, Suzuki membukukan lima clean sheet dan kebobolan 28 gol. Di level internasional, ia menjadi starter timnas Jepang di Piala Dunia FIFA 2026 dan membantu tim melaju dari babak grup, termasuk melakukan beberapa penyelamatan penting saat melawan Brasil di babak 16 besar.

Di sisi lain, Juventus tetap menjaga ketertarikan terhadap Suzuki meski pelatih Luciano Spalletti mengakui harga sang kiper dianggap terlalu tinggi. Jika kesepakatan tidak terwujud, alternatif yang disiapkan adalah kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, dengan valuasi sekitar €15 juta.

Berita Terkait