Evaluasi Yamaha Racing Indonesia dari ARRC Mandalika 2026: Kemenangan, Podium hingga Crash Jadi Pelajaran Berharga

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, memberikan evaluasi tentang performa para pembalapnya pada seri Asian Road Racing Championship Mandalika 2026

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 10 Agustus 2026, 18:56 WIB
Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Nugroho, dan tim merayakan kemenangan di Race 1 ARRC Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/8/2026). (Yamaha Racing Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, memberikan evaluasi tentang performa para pembalapnya pada seri Asian Road Racing Championship Mandalika 2026, Sabtu-Minggu (8-9/8/2026). Menurutnya, hasil di Mandalika melecut motivasi tim supaya meraih hasil lebih baik lagi ke depan. 

Salah satu sorotan di seri ARRC Mandalika 2026 adalah kemenangan bersejarah Wahyu Nugroho di kelas SS600 untuk kali pertama pada Race 1, Sebtu (8/8/2026). Di Race 2, pembalap asal Boyolali itu harus puas finis di posisi keempat. 

Advertisement

Rekan setim Wahyu Nugroho, M Faerozi, finis di posisi ketujuh di Race 1 dan keenam di Race 2. Hasil putaran 4 ARRC Mandalika menambah poin bagi Wahyu Nugroho yang tetap di posisi 4 klasemen sementara mengemas 96 poin. Adapun M, Faerozi naik satu peringkat di posisi 9 mengoleksi 54 poin.

Dalam perhelatan ARRC Mandalika tahun ini, Arai Agaska yang kini berkiprah di ajang World Sportbike (WSPB) mendapatkan pengalaman berharga setelah tampil sebagai wildcard di kelas SS600. Ia finis di posisi kelima pada balapan pertama, serta urutan kedelapan pada Race 2. 

Di kelas Asia Production 250 (AP250), Yamaha Racing Indonesia mendapatkan momentum podium melalui Fadhil Musyavi. Memulai Race 2 di hari MInggu (9/8/2026) dari posisi sulit, yakni grid ke-11, Musyavi mampu meningkatkan ritme balap secara agresif dan bertahap hingga berhasil finis dan mengamankan poin positif di posisi ketiga. Hasil tersebut menjadi podium perdana Musyavi di ajang ARRC musim ini, sekaligus jadi milestone penting baginya setelah harus puas finis di posisi ke-13 pada Race 1.

Hasil kurang beruntung dialami oleh Candra Hernawan pada Race 2. Setelah finis keempat di Race 1, Candra mengalami crash menjelang final lap dan gagal finis. Hasil tersebut menjadi evaluasi untuk memperbaiki gaya balap sekaligus strategi menghadapi balap pada seri berikutnya.

 

 


Dapat Banyak Pelajaran

Manajer Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Rusmayadi pada gelaran ARRC Mandalika 2025. (Bagaskara Lazuardi/Bola.com)

“Home Race tahun ini memberikan banyak pembelajaran bagi kami. Setiap rider terus berkembang dalam menemukan strategi dan beradaptasi selama balapan," kata Wahyu Rusmayadi. 

'Wahyu berhasil meraih kemenangan perdana dan menjaga konsistensinya di championship, Fadhil juga bisa meraih podium pertamanya musim ini di P3, Faerozi semakin menemukan gaya balapnya, sementara Arai mendapatkan pengalaman penting melalui wildcard. Hasil Race 2 Candra juga menjadi evaluasi untuk seri berikutnya," imbuhnya. 

Wahyu mengatakan ARRC 2026 tinggal menyisakan dua seri lagi di Sepang (Malaysia) dan Thailand. Menurutnya, supaya meraup hasil lebih baik, pembalap Yamaha Racing Indonesia butuh konsistensi, adaptasi, dan eksekusi strategi. 

"Hasil positif di Mandalika menjadi motivasi kami untuk menjaga tren positif, mempertahankan peluang di championship, serta menjaga performa hingga akhir musim 2026,” imbuh Wahyu. 

 


Kekecewaan Candra Hernawan

Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Candra Hermawan, menjelang Race 1 kelas AP250 ARRC Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/8/2026). (Bola.com/Yus Mei Sawitri)

Sementara itu, Wahyu menjaga hasil apiknya pada dua seri terakhir ARRC 2026. "Mendapatkan kemenangan perdana di SS600 dan balapan home race musim ini, terasa sangat spesial bagi saya. Memulai race di posisi kedua jadi salah satu milestone yang ingin terus saya jaga secara konsisten hingga akhir kompetisi ini. Saya akan terus berjuang hingga akhir musim dan optimis untuk raih gelar championships," ujar Wahyu. 

Si sisi lain, Candra Hermawan tak menutupi kekecewaannya setelah gagal naik podium di balapan kandang kali ini. 

"Saya cukup kecewa karena belum bisa memberikan podium di home race kali ini, setelah finish di P4 pada race pertama, namun saya tidak bisa melanjutkan momentum tersebut pada Race 2 , dengan mengalami crash saat berebut posisi 3 menjelang final lap. Saya akan belajar dari hasil ini dan mempersiapkan diri lebih baik untuk seri berikutnya," imbuhnya. 

 

Berita Terkait