Pieter Huistra Bicara Derby DIY di BRI Super League: Saya dan Van Gastel Sama-Sama Ingin Menang

BRI Super League 2026/2027 bakal diramaikan duel panas bertajuk Derby DIY yang mempertemukan antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 11 Agustus 2026, 19:45 WIB
PSIM Yogyakarta, PSS Sleman. (Generated AI Chatgpt)

Bola.com, Yogyakarta - BRI Super League 2026/2027 bakal diramaikan duel panas bertajuk Derby DIY yang mempertemukan antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman.

Derby DIY putaran pertama dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026. PSIM akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu PSS di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada pukul 15.30 WIB.

Advertisement

Pelatih PSS, Pieter Huistra, menyambut antusias pertemuan dengan PSIM. Menurutnya, Derby DIY musim depan jadi laga spesial karena kedua tim akhirnya kembali bersua di kasta tertinggi Liga Indonesia.

"Ya, tahun ini kita punya derby yang sesungguhnya. Jadi ini selalu menjadi pertandingan yang spesial. Kita harus siap untuk laga ini, tentu saja," ujar Pieter Huistra, Selasa (11/8/2026).


Berharap Suporter Bisa Hadir

Aksi kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (7/72023). (Bola.com/Dok PSS Sleman)

Pieter Huistra juga berharap Derby DIY dapat digelar dengan kehadiran suporter. Namun, pelatih berlisensi UEFA Pro itu menyadari keputusan mengenai izin kehadiran penonton berada di tangan pihak berwenang.

"Kalau terserah saya, ya pasti. Tapi tentu saja pihak kepolisian dan Bupati. Keputusan akhir selalu ada di tangan mereka," kata mantan juru latih Borneo FC tersebut.

"Dan mereka bertanggung jawab atas keselamatan semua orang. Jadi apa pun yang mereka putuskan, harus kita hormati," sambung Huistra.

Kehadiran suporter tentu akan menambah atmosfer pertandingan. Terlebih, Derby DIY menjadi salah satu duel yang selalu dinantikan publik sepak bola Yogyakarta.


Pieter Huistra Vs Jean-Paul van Gastel

Derby DIY musim ini juga menarik karena mempertemukan dua pelatih asal Belanda. PSS ditangani Pieter Huistra, sedangkan PSIM berada di bawah arahan Jean-Paul van Gastel.

Arsitek tim berusia 59 tahun itu mengaku memiliki hubungan baik dengan Van Gastel. Keduanya bahkan cukup sering berkomunikasi di luar pertandingan.

"Tidak tentang ini, tapi saya memang berbicara dengannya. Dia teman yang baik, rekan kerja yang baik. Tapi saat kita bertanding melawan satu sama lain, tentu kita berdua sama-sama ingin menang. Saya ingin menang, itu sudah pasti," ucapnya.

PSS come back ke kasta teratas dengan status runner-up Championship 2025/2026. Sementara itu, Laskar Mataram lebih dulu promosi ke Super League usai menjuarai Liga 2 2024/2025.

Berita Terkait