BWF World Championships 2026: Alwi Farhan Berambisi Mengejutkan

Alwi Farhan siap jadi kuda hitam di BWF World Championships 2026. Unggulan ke-11 ini hadapi Yoo Tae Bin dulu, berpeluang jumpa Shi Yu Qi di 16 besar.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 11 Agustus 2026, 16:55 WIB
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan saat mengembalikan pukulan ke Lee Chia Hao (Taiwan) dalam pertandingan perempat final turnamen bulu tangkis Australia Open 2026 di Sydney pada Jumat 12 Juni 2026. (Saeed KHAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Alwi Farhan mengarahkan fokus ke BWF World Championships 2026 di New Delhi, India, pada 17–23 Agustus. Tunggal putra Indonesia itu menargetkan kejutan dengan mengandalkan performa terbaik sepanjang pekan turnamen.

Datang sebagai unggulan ke-11, Alwi menyadari jalur yang harus ditempuh tidak mudah sejak babak pertama. Namun keyakinan untuk melaju jauh tetap menyertai persiapannya.

Advertisement

Jika skenario berjalan sesuai undian, Alwi berpeluang bersua tunggal putra nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi, pada babak 16 besar. Kemungkinan tersebut tidak mengurangi rasa percaya dirinya.

Sebelum menatap jauh, langkah awal harus dilewati lebih dulu. Pemain berusia 21 tahun itu akan menghadapi wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, yang tiba dengan modal final Korea Masters 2026 pada pekan ini.


Target dan Kepercayaan Diri Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan saat mengembalikan pukulan ke Lee Chia Hao (Taiwan) dalam pertandingan perempat final turnamen bulu tangkis Australia Open 2026 di Sydney pada Jumat 12 Juni 2026. (Saeed KHAN/AFP)

Ambisi Alwi Farhan di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 jelas: tampil maksimal dan membuka peluang melaju sejauh mungkin. Status non-favorit tidak menghalangi tekadnya.

"Saya tetap bukan unggulan di Kejuaraan Dunia ini, tetapi bukan berarti tidak ada kemungkinan saya bisa melaju jauh. Yang pasti saya sangat siap untuk bisa tampil maksimal karena ini adalah Kejuaraan Dunia yang sangat bergengsi," ujar Alwi.

Kepercayaan diri itu dibangun dari persiapan yang diarahkan khusus untuk turnamen puncak BWF. Dengan ritme latihan yang konsisten, Alwi menegaskan fokus utamanya adalah performa di lapangan, bukan prediksi di luar kontrolnya.


Jalur Kompetisi di New Delhi

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 bergulir 17–23 Agustus di New Delhi. Alwi datang sebagai unggulan ke-11, menghadapi lintasan yang menantang sejak putaran awal.

Pada babak pembuka, Alwi bertemu Yoo Tae Bin. Wakil Korea Selatan itu bukan lawan ringan, apalagi ia baru menembus final Korea Masters 2026 pada pekan ini, sebuah modal yang menandai konsistensi penampilannya.

Apabila semua laga berjalan sesuai rencana undian, pintu menuju duel kontra Shi Yu Qi di babak 16 besar terbuka untuk Alwi. Shi Yu Qi adalah tunggal putra nomor satu dunia asal China, sehingga potensi pertemuan itu menjadi salah satu sorotan dalam bagan.

Di sisi lain, Alwi menilai peta persaingan di sektor tunggal putra tahun ini cukup merata. "Ya, memang pemain-pemain unggulan punya keuntungan karena tidak akan bertemu sesama unggulan di babak awal. Tapi secara keseluruhan saya melihat persaingannya cukup merata. Tidak ada yang tidak mungkin," kata Alwi.

Pertimbangan tersebut membuatnya memilih langkah realistis: menuntaskan tugas pertandingan satu per satu, tanpa terburu-buru memikirkan lawan berikutnya di fase lanjut.


Fokus Persiapan dan Tanpa Penyesalan

Menatap turnamen ini, Alwi menomorsatukan persiapan. Ia ingin memastikan semua aspek sudah diperas habis di latihan agar tidak ada penyesalan apa pun seusai kompetisi.

"Beberapa bulan ke depan saya juga akan menghadapi turnamen-turnamen besar, jadi saya akan benar-benar memaksimalkan persiapan. Bagaimanapun hasilnya nanti, saya tidak ingin menyesal karena dalam latihan saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya," tutur Alwi.

Latihan intens menjadi poros rutinitasnya. Dorongan untuk mencapai level permainan terbaik diterapkannya setiap hari, mengingat Kejuaraan Dunia adalah salah satu panggung paling bergengsi di kalender bulu tangkis.

"Saya sendiri sangat berusaha. Saya terus mendorong diri saya setiap hari sampai batas kemampuan saya. Ya, mari kita lihat nanti hasilnya," imbuhnya.


Wakil Indonesia Lain di Tunggal Putra

Indonesia tidak hanya mengandalkan Alwi Farhan di sektor tunggal putra. Jonatan Christie juga diproyeksikan menjadi tumpuan dengan status unggulan ketiga.

Dengan peta kekuatan yang dinilai merata, peluang hadirnya kejutan tetap terbuka. Alwi berangkat ke New Delhi dengan tekad menampilkan versi terbaik dari permainannya.

Panggung pembuka menjadi barometer awal. Selanjutnya, pembuktian tinggal menunggu aksinya di lapangan New Delhi.

Berita Terkait