Lawan Gianni Infantino Mulai Susun Kerangka Baru untuk Masa Depan Sepak Bola Dunia

Lawan Gianni Infantino menyiapkan kerangka baru untuk tata kelola sepak bola dunia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Agustus 2026, 10:30 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Para penentang Gianni Infantino mulai menyusun kerangka baru untuk tata kelola sepak bola dunia.

Kerangka tersebut disiapkan sebagai alternatif terhadap sistem yang mereka nilai telah diterapkan FIFA sejak Infantino menggantikan Sepp Blatter sebagai presiden 10 tahun lalu.

Advertisement

UEFA, Concacaf, dan AFC sebelumnya berulang kali meminta adanya peninjauan independen terhadap tata kelola FIFA.

Namun, permintaan tersebut disebut tidak mendapat respons dari Infantino setelah rencananya untuk menjual 21 persen Piala Dunia diketahui publik dua pekan lalu.

Kini, ketiga konfederasi tersebut disebut mulai mengambil langkah sendiri.

Seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa UEFA, Concacaf, dan AFC sedang menyusun dokumen kebijakan yang akan menunjukkan bagaimana FIFA dapat berkembang pada masa mendatang.


Pertanyaan Mendasar

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri), berpose dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah menyampaikan pidato di Kongres Biasa UEFA ke-50 di Brussels pada 12 Februari 2026. (Pau BARRENA/AFP)

Orang-orang yang terlibat dalam pembahasan itu diberi kewenangan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan mendasar mengenai FIFA.

Di antaranya mengenai peran FIFA secara spesifik, struktur organisasi yang seharusnya diterapkan, serta model tata kelola yang akan digunakan.

Pembagian dana kepada asosiasi anggota juga menjadi satu di antara pertimbangan utama.

Hal tersebut terutama berkaitan dengan bagaimana dana dari cadangan FIFA yang diperkirakan mencapai 5 miliar dolar AS dapat disalurkan dengan sebaik-baiknya.

Jika Infantino menolak terlibat dalam pembahasan tersebut, kerangka baru itu kemungkinan akan digunakan oleh penantang dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Dokumen tersebut bahkan dapat menjadi acuan bagi pembentukan organisasi baru yang memisahkan diri dari FIFA.


Pernyataan Bersama

AFC, CONCACAF dan UEFA menantang FIFA pimpinan Gianni Infantino.

Sebelumnya, UEFA, Concacaf, dan AFC mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin. Dalam pernyataan tersebut, ketiga konfederasi menyerukan adanya "kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan berusaha menguasainya".

Setelah pernyataan tersebut dirilis, ketiga konfederasi juga diketahui telah memulai pembicaraan awal mengenai kemungkinan penyelenggaraan kompetisi baru jika kebuntuan dengan kepemimpinan FIFA terus berlanjut.

Situasi tersebut bahkan berpotensi memengaruhi Piala Dunia Wanita U-20 yang akan digelar bulan depan. Turnamen tersebut saat ini berpeluang berlangsung tanpa kehadiran tim-tim Eropa.

UEFA mempertahankan sikap bahwa para anggotanya akan memboikot turnamen tersebut jika FIFA tidak segera membentuk peninjauan independen terkait polemik penjualan 21 persen Piala Dunia serta memberikan jaminan yang mengikat secara hukum bahwa langkah serupa tidak akan dilakukan lagi.


Kandidat Terkuat

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani (kiri), dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan upacara penyerahan trofi setelah Meksiko mengalahkan Amerika Serikat 2-1 untuk memenangkan Gold Cup CONCACAF 2025 antara Amerika Serikat dan Meksiko di Stadion NRG pada 6 Juli 2025 di Houston, Texas. (Omar Vega/Getty Images/Getty Images via AFP)

Presiden Concacaf, Victor Montagliani, saat ini dinilai sebagai kandidat yang paling mungkin menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.

Namun, Montagliani sebelumnya mengatakan kepada The Guardian pada Juni, bahwa fokus utamanya saat ini adalah terpilih kembali sebagai presiden konfederasi sepak bola Amerika Utara dan Tengah tersebut pada tahun depan.

Meski begitu, pernyataan bersama yang dirilis pada Senin dinilai memiliki kemiripan kuat dengan pidato Montagliani dalam Kongres FIFA tahun ini di Vancouver.

"Terus terang, kepemimpinan bukanlah tentang kekuasaan," kata Montagliani dalam pidatonya.


UEFA Gelar Pertemuan

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, berbicara dalam konferensi pers setelah Kongres Biasa UEFA ke-49 yang diselenggarakan di pusat kongres Sava Centar di Beograd pada 3 April 2025. (PREDRAG MILOSAVLJEVIC/AFP)

Para petinggi sepak bola Eropa akan bertemu secara langsung untuk pertama kalinya sejak skandal Fifa Forward Enterprise mencuat.

Sejumlah pertemuan diperkirakan berlangsung di Salzburg dalam dua hari ke depan, bertepatan dengan lokasi penyelenggaraan final Piala Super UEFA pada Rabu atau Kamis (13-8-2026) dini hari WIB.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, akan menggelar pembicaraan dengan Nasser Al-Khelaifi, Ketua European Football Clubs, untuk memperkuat persatuan sepak bola Eropa dalam menuntut perubahan di pucuk kepemimpinan FIFA.

UEFA juga tetap pada komitmennya untuk memboikot kompetisi FIFA karena belum mendapatkan jaminan yang diharapkan bahwa persoalan yang memicu krisis saat ini tidak akan terulang kembali.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait