5 Pertukaran Pemain Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola: Ibrahimovic-Eto'o Paling Fantastis

5 Pertukaran Pemain Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola: Ibrahimovic-Eto'o Paling Fantastis

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 12 Agustus 2026, 13:30 WIB
Zlatan Ibrahimovic pernah membela Barcelona rentang 2009-2011. (AFP/Lluis Gene)

Bola.com, Jakarta - Pertukaran pemain menjadi salah satu bentuk transaksi yang pernah mewarnai bursa transfer sepak bola.

Dalam kesepakatan semacam ini, dua klub dapat menukar pemain secara langsung. Tidak jarang, salah satu klub juga harus menambahkan sejumlah uang untuk melengkapi transfer.

Advertisement

Meski kini semakin jarang terjadi, pertukaran pemain pernah menjadi bagian dari sejumlah transfer besar di Eropa. Bahkan, beberapa di antaranya melibatkan pemain-pemain kelas dunia dan menghasilkan nilai transaksi yang sangat besar.

Dari Premier League hingga klub-klub raksasa Eropa, pertukaran pemain tersebut memberikan dampak berbeda terhadap perjalanan karier para pemain yang terlibat.

Berikut lima pertukaran pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.


1. Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto'o

Samuel Eto'o - Legenda Timnas Kamerun ini pernah disingkirkan Guardiola dari Barcelona setelah bermain lima musim di sana. Memutuskan hijrah ke kota Milan, ia langsung meraih treble winners bersama Inter Milan asuhan Mourinho. (AFP/Giuseppe Cacace)

Pertukaran Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto'o antara Barcelona dan Inter Milan pada 2009 menjadi salah satu transaksi pemain paling terkenal dalam sejarah sepak bola.

Barcelona mendatangkan Ibrahimovic dari Inter Milan, sedangkan Eto'o bergerak ke arah sebaliknya.

Kesepakatan tersebut tidak sekadar pertukaran pemain. Barcelona juga memberikan tambahan uang kepada Inter Milan. Nilai tambahan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 69,5 juta euro.

Ibrahimovic sempat tampil cukup produktif bersama Barcelona. Striker asal Swedia itu mencetak 22 gol dalam 46 pertandingan dan membantu klub meraih gelar La Liga.

Namun, hubungan Ibrahimovic dengan pelatih Pep Guardiola tidak berjalan harmonis. Setelah hanya satu musim, Ibrahimovic meninggalkan Barcelona dan kembali ke Italia.

Sementara itu, Eto'o menjadi bagian penting dari sejarah Inter Milan.

Di bawah asuhan Jose Mourinho, Eto'o membantu Inter meraih treble pada musim 2009/2010. Ia memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions dalam satu musim.

Kesuksesan tersebut membuat pertukaran Ibrahimovic dan Eto'o menjadi salah satu transaksi paling menarik dalam sejarah bursa transfer.


2. Miralem Pjanic dan Arthur

Gelandang Juventus, Miralem Pjanic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bologna pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Allianz, Turin (19/10/2019). Juventus menang tipis atas Bologna 2-1. (AP Photo/Luca Bruno)

Barcelona dan Juventus melakukan salah satu pertukaran pemain dengan nilai finansial terbesar pada 2020.

Barcelona melepas Arthur ke Juventus, sedangkan Miralem Pjanic bergerak ke Camp Nou.

Nilai transfer resmi Arthur mencapai 80 juta euro. Sementara itu, Barcelona mendatangkan Pjanic dengan nilai sekitar 60 juta euro.

Besarnya nilai transaksi membuat pertukaran tersebut menjadi sorotan. Namun, karier kedua pemain setelah perpindahan klub justru tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Pjanic hanya bertahan selama dua musim di Barcelona sebelum melanjutkan karier ke Uni Emirat Arab bersama Sharjah.

Arthur juga kesulitan mendapatkan tempat di Juventus. Ia kemudian menjalani masa peminjaman ke Liverpool dan Fiorentina.

Pertukaran tersebut akhirnya lebih dikenang karena besarnya nilai transaksi daripada kontribusi kedua pemain di klub barunya.

 


3. David Luiz dan Nemanja Matic

David Luiz. Bek tengah Brasil beruia 35 tahun yang sejak September 2021 membela Flamengo ini tercatat pernah memperkuat Chelsea dalam dua periode. Pada periode pertama ia didatangkan The Blues dari Benfica pada tengah musim 2010/2011 dengan nilai transfer 25 juta euro. Bertahan hingga akhir musim 2013/2014 ia total tampil dalam 143 laga di semua ajang dengan mencetak 12 gol. Sementara pada periode kedua setelah meninggalkan PSG, ia kembali membela Chelsea mulai 2016/2017 hingga 2018/2019 dan total tampil dalam 105 laga dengan mencetak 6 gol. (AFP/Kirill Kudryavtsev)

David Luiz dan Nemanja Matic pernah terlibat dalam pertukaran pemain antara Chelsea dan Benfica pada 2011.

Chelsea mendatangkan David Luiz dari Benfica dengan nilai transfer sekitar 25 juta euro. Sebagai bagian dari kesepakatan, Nemanja Matic dikirim ke klub Portugal tersebut.

Transfer itu kemudian memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

David Luiz langsung memberikan kontribusi besar untuk Chelsea. Pada musim pertamanya, bek asal Brasil tersebut membantu The Blues meraih trofi Liga Champions.

Dalam dua periode bersama Chelsea, Luiz juga memenangkan dua Liga Europa, dua Piala FA, dan satu gelar Premier League.

Sementara itu, Matic berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Eropa selama memperkuat Benfica.

Performa apiknya membuat Chelsea kemudian memutuskan memulangkan Matic ke Stamford Bridge pada 2014. Ia selanjutnya menjadi pemain penting di lini tengah The Blues.


4. Luis Garcia dan Fernando Torres

Fernando Torres. Striker Spanyol yang kini berusia 38 tahun dan telah pensiun pada Agustus 2019 bersama Sagan Tosu ini didatangkan Liverpool dari Atletico Madrid pada awal musim 2007/2008 dengan nilai transfer 38 juta euro. Ia langsung tampil tajam di musim pertamanya di Liga Inggris dengan mencetak 24 gol dan 4 assist. Bertahan hingga tengah musim 2010/2011 ia total tampil dalam 141 laga di semua ajang dengan torehan 80 gol dan 20 assist. Saat ini ia menjabat asisten manajer Atletico Madrid U-19 sejak Juli 2021. (AFP/Paul Ellis)

Pertukaran Luis Garcia dan Fernando Torres terjadi pada 2007 ketika Liverpool dan Atletico Madrid melakukan kesepakatan transfer.

Garcia meninggalkan Liverpool untuk kembali ke Atletico Madrid. Pada saat bersamaan, Torres meninggalkan klub masa kecilnya tersebut untuk bergabung dengan Liverpool.

Liverpool juga membayar tambahan sekitar 21,5 juta poundsterling kepada Atletico Madrid untuk mendapatkan Torres.

Transfer tersebut kemudian menjadi salah satu keputusan penting dalam sejarah Liverpool.

Torres langsung menjelma menjadi salah satu striker paling berbahaya di Premier League. Penyerang asal Spanyol itu tampil tajam bersama The Reds dan menjadi bagian penting dari tim asuhan Rafael Benitez.

Pada musim 2008/2009, Liverpool bahkan mampu menjadi salah satu penantang serius dalam perburuan gelar Premier League.

 


5. Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan

Alexis Sanchez digadang-gadang akan menjadi pemain yang mampu membawa Manchester United kembali ke puncak Liga Inggris. Namun, hal tersebut tak seperti yang direncanakan karena ia jarang dimainkan dan hanya mengoleksi 2 gol dan 4 assist di musim pertamanya. (AFP/Oli Scarff)

Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan menjadi bagian dari pertukaran pemain antara Arsenal dan Manchester United pada Januari 2018.

Sanchez meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Manchester United, sedangkan Mkhitaryan pindah ke arah sebaliknya.

Kesepakatan tersebut merupakan pertukaran langsung tanpa pembayaran tambahan antarklub.

Namun, pertukaran tersebut tidak memberikan hasil maksimal bagi kedua klub.

Sanchez kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di Manchester United setelah sebelumnya menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Premier League.

Mkhitaryan juga tidak bertahan lama di Arsenal. Pemain asal Armenia tersebut akhirnya meninggalkan klub London itu setelah menjalani periode yang kurang mengesankan di Premier League.

Kedua pemain kemudian melanjutkan karier di luar klub masing-masing, membuat pertukaran tersebut lebih banyak dikenang sebagai salah satu transaksi besar yang gagal memenuhi ekspektasi.

Sumber: Planet Football

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait