Kemenpora dan Bappenas Beberkan Blueprint untuk Kembangkan Talenta-talenta Menuju Indonesia Emas 2045

=

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Agustus 2026, 17:45 WIB
Aksi aerobik gymnastik dari bakat-bakat Indonesia yang telah mendapatkan berbagai prestasi sebelumnya, di Ruang Rapat Kementerian PPN/Bappenas pada Kamis, (13/8/2026). (Bola.com/Magang/Arif Anggara Putra)

Bola.com, Jakarta - Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Olahraga di Ruang Rapat Kementerian PPN/Bappenas pada Kamis, (13/8/2026).

Forum ini dihadiri oleh Didik Darmanto (Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas), Surono (Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga). Ada juga Pungkas Bahjuri Ali selaku Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas.

Advertisement

Selain itu, Wasit Internasional Cabang Olahraga Taekwondo di Event Olimpiade Rio 2016 dan Paralimpiade Japan 2021, Rahadewineta turut hadir dan didampingi Anugrah Styawan Pujo sebagai Pemegang Rekor Nasional Lari 110m Gawang U-18 dan Lolos mengikuti World Athletics U20 Championship Oregon 2026.

Ada pula CEO Mills Indonesia, Tija Kong Hau. Peraih Medali Perak Olimpiade Seoul 1988, Lilies Handayani hadir sebagai pembicara dengan Suryo Agung Wibowo yang menjadi Pemegang Rekor Lari 100m SEA Games 2009.

Acara ini diselenggarakan untuk mendesimenasikan arah kebijakan dan praktik baik, memberikan ruang apresiasi dan inspirasi serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan olahragawan dan ketenagaolahragaan Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Selain itu, acara ini menampilkan taekwondo dan aerobik gymnastik dari bakat-bakat Indonesia yang telah mendapatkan berbagai prestasi sebelumnya.

Pencak Silat Panglipur Indonesia turut unjuk gigi di acara forum ini. Sebelumnya, mereka telah meraih prestasi di berbagai kategori, seperti kategori tunggal dan ganda, baik nasional maupun internasional. Dalam waktu dekat, mereka akan berangkat ke Belanda untuk tampil dalam sebuah ajang festival.

 


Pengembangan Bakat Berkelanjutan

Lindsey Afsari Putri selaku Tenaga Ahli Utama Deputi III Kepala Staf Kepresidenan berbicara dalam acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Olahraga di Ruang Rapat Kementerian PPN/Bappenas pada Kamis, (13/8/2026). (Bola.com/Magang/Arif Anggara Mulya)

Pungkas Bahjuri Ali selaku Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas mengatakan pembangunan dan pembinaan talenta Indonesia adalah prioritas utama ke empat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

"Memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Sains dan Teknologi serta penguatan pemuda masuk ke dalam 8 Asta Cita sebagai 8 Prioritas Nasional," kata Bahjuri Ali selaku Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas.

Narasi Indonesia tidak akan pernah kehabisan bakat sempat disanggah oleh Lindsey.

"Bakat saja tidak cukup, tantangan besar kita adalah bagaimana pengembangannya,talenta menjadi bakat, bakalt menjadi ekosistem dan berakhir menjadi hasil yang memengaruhi sistem," kata Lindsey Afsari Putri selaku Tenaga Ahli Utama Deputi III Kepala Staf Kepresidenan.

Menurutnya, sebuah medali bisa dihasilkan berkat kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

"Satu medali hasil kerja kolektif kita semua yang ada di sini, atletnya, pelatih, manajemen klub, keluarga dan pemerintah. Lalu bagaimana tata kelola dan pendidikan hingga jaminan kesehatan yang baik untuk para atlet." ucap Lindsey.

Di sisi lain, ada beberapa hambatan dalam tahap pengembangan bakat Indonesia.

"Data yang kurang terpantau, pembinaan terfragmentasi, akses kompetisi tidak merata, sport science belum optimal, pendidikan dan karir atlet, transisi antar tahap belum lulus" ungkap Lindsey.

 


Cita-cita Indonesia Tembus Piala Dunia

Surono, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, dalam acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Olahraga di Ruang Rapat Kementerian PPN/Bappenas pada Kamis, (13/8/2026). (Bola.com/Magang/Arif Anggara Mulya)

Surono mengatakan bahwa blue-print Indonesia khususnya sepak bola adalah menargetkan lolos ke Piala Dunia. Namun, ia tidak mengatakan target lolos pada Piala Dunia tahun kapan.

"Salah satu cita-cita utama kita mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia," kata Surono selaku Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Mengenai pengembangan atlet, Surono juga menggagas cangkok dari yang sudah ada.

"Cangkokannya sudah ada, kita tinggal mengikuti apa yang telah dibangun oleh Rizki Juniansyah yang telah dipantau sejak kelas 1 SMP. Usain Bolt adalah contoh pelari tercepat dunia, di Indonesia kita punya Suryo Agung. Kita tinggal ikuti contoh yang sudah ada. Kita sudah punya cangkokannya" tambah Suryono.

Untuk cabang olahraga yang belum ada contoh baiknya akan didorong untuk belajar ke luar negeri.

Di lapangan, ia dengan Kemepora sudah menyeleksi atlet-atlet berbakat tapi hasilnya masih sedikit dan minim kualitas.

"Kita kesulitan mencari pemain berbakat, seleksi untuk masuk ke pemusatan di Cibubur dari 2.500 peserta seleksi, hanya menyisakan 50 peserta berbakat dan itupun di bawah standar," tambahnya.

Berita Terkait