Starting XI Terbaik Real Madrid dengan Bernardo Silva di Posisi Gelandang Bertahan

Real Madrid diproyeksikan menempatkan Bernardo Silva sebagai gelandang bertahan dalam XI ideal Jose Mourinho, lengkap dengan rincian belakang hingga trisula dep

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 06:53 WIB
Gelandang Real Madrid, Bernardo Silva, melewati pertahanan Ferencvaros dalam laga pramusim di Budapest, Hungaria, Sabtu (8/8/2026). Madrid terus mematangkan persiapan jelang musim baru. (Attila Kisbenedek/AFP)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid bakal tampil dengan wajah baru jika Jose Mourinho menempatkan Bernardo Silva sebagai gelandang bertahan. Skema ini mengarah pada perubahan signifikan di lini tengah Los Blancos.

Pemain asal Portugal itu bukan sekadar opsi tambahan karena Mourinho diyakini menyiapkan rencana besar untuk mantan gelandang Manchester City tersebut setelah keduanya kembali bekerja sama. Peran barunya akan menjadi jangkar permainan dari fase awal membangun serangan.

Advertisement

Perubahan ini berpotensi mengubah peta persaingan di sektor tengah Real Madrid, termasuk untuk Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga. Komposisi baru juga diharapkan mempertegas koneksi antarlini.

Apabila seluruh pemain berada pada kondisi terbaik, susunan ini menawarkan kombinasi pengalaman, kreativitas, kecepatan, dan kekuatan fisik di setiap lini. Keseimbangan permainan menjadi target utama dari rancangan ini.


Poros Baru Real Madrid di Tangan Mourinho

Bernardo Silva, Real Madrid. (Dok. X @realmadriden)

Bernardo Silva diproyeksikan sebagai gelandang bertahan kiri, dengan Arda Guler berada di sisi kanan dan Jude Bellingham menjalankan peran gelandang serang. Struktur ini memberi jalur progresi yang jelas dari area dalam ke sepertiga akhir.

Skema tersebut memungkinkan Silva membawa bola dari area dalam sekaligus mengatur tempo permainan sebelum bola dialirkan ke zona lebih maju. Mobilitasnya menjadi kunci untuk memecah tekanan dan menjaga ritme.

Silva diharapkan dapat bekerja sama dengan Guler dalam membangun serangan, mengalirkan bola, serta membuka ruang bagi Bellingham untuk bermain lebih dekat dengan kotak penalti. Pola ini memperkecil jarak antarpemain kreatif di lini tengah.

Bellingham tetap menjadi bagian penting dari starting XI berkat kontribusi gol dan pengaruhnya di area depan. Peran Silva dan Guler memberi keleluasaan bagi pemain Inggris itu untuk lebih agresif, sementara Kylian Mbappe dapat mencari ruang di luar area penalti.


Susunan Pemain: Courtois Hingga Trisula Depan

Vinicius Junior merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Santiago Bernabeu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Thibaut Courtois diproyeksikan tetap mengawal gawang, dengan empat bek terdiri dari Marc Cucurella, Eder Militao, Ibrahima Konate, dan Trent Alexander-Arnold. Kombinasi ini menjanjikan stabilitas bertahan, distribusi yang rapi, serta ancaman dari sisi sayap.

Denzel Dumfries tetap memiliki peluang mendapatkan menit bermain untuk memberi waktu istirahat bagi Alexander-Arnold. Sementara itu, Dean Huijsen juga siap bersaing setelah mendapatkan nomor punggung 4.

Kondisi fisik Militao menjadi faktor penting yang dapat mengubah susunan lini belakang tersebut. Oleh karena itu, kedalaman skuad di posisi bek tengah menjadi perhatian utama.

Lini depan menempatkan Vinicius Junior di kiri, Mbappe sebagai penyerang tengah, dan Yan Diomande di kanan. Ketiganya memiliki karakter berbeda yang membuka variasi serangan dan ancaman dari berbagai area.

Mourinho mengemban pekerjaan penting untuk memaksimalkan hubungan antara Vinicius dan Mbappe agar keduanya menyatu dalam sistem. Sinkronisasi pergerakan keduanya dinilai krusial untuk efektivitas transisi dan eksekusi akhir.

Apabila kombinasi tersebut berjalan optimal, trisula ini berpotensi menjadi salah satu lini depan paling berbahaya di dunia. Itu sekaligus memperkuat ambisi tim dalam menuntaskan peluang di kotak penalti.


Persaingan Internal dan Implementasi Skema

Gelandang Real Madrid asal Uruguay Federico Valverde (kiri) merayakan gol bersama gelandang Real Madrid asal Prancis Eduardo Camavinga (tengah) dan gelandang Real Madrid asal Turki Arda Guler setelah mencetak gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Athletic Club Bilbao di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, pada 20 April 2025.OSCAR DEL POZO / AFP

Valverde dan Tchouameni diperkirakan menghadapi persaingan lebih ketat apabila Silva menjadi starter reguler. Camavinga juga harus menyesuaikan diri agar tetap mendapat peran signifikan dalam rotasi.

Rancangan ini menempatkan Bernardo Silva sebagai pusat keseimbangan lini tengah, membantu fase bertahan sekaligus menghubungkan lini tengah dengan para penyerang. Kualitas pengambilan keputusan dan kontrol tempo menjadi nilai tambahnya.

Proyeksi starting XI ini membuka jalan bagi Real Madrid untuk menjaga asa tampil konsisten sepanjang musim. Akan tetapi, implementasinya akan sangat bergantung pada kebugaran pemain dan kecepatan adaptasi terhadap peran baru.

Gagasan susunan ini dan peran Bernardo Silva sebagai poros disusun oleh The Real Champs. Arah pengembangan selanjutnya menunggu keputusan akhir Mourinho dan ketersediaan skuad dalam kondisi prima.

Sumber: The Real Champs

Berita Terkait